Kyiv, ElrolumNews — Rusia melancarkan serangan rudal balistik terhadap Kyiv pada Rabu malam, 21 Oktober 2026, hanya beberapa jam setelah Moskow menyatakan kesiapan melanjutkan perundingan trilateral dengan Amerika Serikat dan Ukraina. Serangan ini melukai sedikitnya enam orang dan merusak sejumlah bangunan sipil.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyatakan melalui Telegram bahwa dua distrik di tepi timur Sungai Dnipro menjadi sasaran. Dari enam korban luka, empat di antaranya memerlukan perawatan di rumah sakit. Kerusakan tercatat pada sejumlah gedung hunian, sebuah stasiun pengisian bahan bakar, dan peralatan transportasi. Peringatan serangan udara sempat berlangsung sekitar dua jam sebelum digantikan peringatan drone.
Serangan ini terjadi pada hari yang sama ketika Utusan Presiden AS Steve Witkoff bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Konstantinovsky, St Petersburg, selama sekitar tiga jam. Setelah pertemuan, penasihat kebijakan luar negeri Kremlin Yuri Ushakov menyatakan bahwa Putin telah menyampaikan kepada Witkoff bahwa Moskow secara prinsip siap melanjutkan perundingan trilateral pada sekitar 10 November 2026.
Menurut Ushakov, agenda inti pembicaraan adalah membangun sistem keamanan pascaperang antara Rusia dan Ukraina. Witkoff kemudian mengonfirmasi melalui platform X bahwa ia bersama menantu Presiden AS Jared Kushner melakukan pembicaraan konstruktif di St Petersburg dan Oslo, dan akan melanjutkan diskusi pada tingkat teknis.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, setelah menerima laporan dari Washington, menyatakan dukungannya agar perundingan trilateral digelar secepatnya. Menurutnya, agenda sudah jelas: mengakhiri perang, mendekati perdamaian, dan menyiapkan segala hal untuk pertemuan tingkat pemimpin. Ia menyebut perundingan akan berlangsung paling lambat awal November.
Namun pada malam yang sama, rudal menghantam Kyiv.
Serangan ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Sepanjang perang, Rusia berulang kali menggunakan pola serupa: membuka ruang diplomasi sambil mempertahankan, bahkan meningkatkan, tekanan militer. Tujuannya agar pihak lawan melihat bahwa waktu tidak sepenuhnya berpihak pada mereka, sehingga konsesi di meja perundingan terasa lebih masuk akal.
Dari sudut pandang Kyiv, serangan yang datang bersamaan dengan sinyal diplomasi justru menegaskan bahwa keseriusan Moskow harus diukur dari tindakan, bukan pernyataan. Zelenskyy berulang kali menyatakan bahwa gestur perdamaian Rusia kerap disertai eskalasi serangan terhadap kota-kota Ukraina.
Serangan terhadap Kyiv terjadi di tengah intensifikasi perang jarak jauh kedua pihak. Pada hari yang sama, otoritas Rusia mengklaim mencegat lebih dari 600 drone Ukraina yang terbang menuju Moskow, sementara gubernur Oblast Moskow melaporkan dua orang luka-luka. Dari sisi Ukraina, infrastruktur energi di wilayah Kremenchuk dilaporkan terkena serangan drone.
Di front timur, kota Kramatorsk dan sekitarnya terus menjadi sasaran bom luncur dan rudal. Sebelumnya, sejumlah jembatan utama di atas Sungai Dnipro di Kyiv juga berulang kali dihantam, menyebabkan gangguan lalu lintas yang signifikan di ibu kota.




