Phongyang, ElrolumNews — Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un muncul di hadapan publik dalam foto-foto yang dirilis media pemerintah, Kantor Berita Pusat Korea, pada Selasa pagi, 20 Oktober 2026. Foto-foto tersebut memperlihatkan Kim menghadiri Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026 di Pyongyang sehari sebelumnya, didampingi istrinya Ri Sol-ju dan putrinya Kim Ju-ae.
Kemunculan ini terjadi di tengah rumor yang menyebar cepat di media sosial sejak Minggu malam, 18 Oktober 2026, yang mengklaim Kim mengalami pendarahan otak, jatuh koma, dan meninggal setelah dilarikan ke Beijing untuk perawatan darurat.
Dalam kunjungan tersebut, Kim menyatakan kepuasan atas produk-produk yang dipamerkan. Menurut laporan KCNA, pameran itu menampilkan lebih dari 70.700 potong pakaian dari lebih dari 30 jenis, serta lebih dari 170.000 pasang sepatu dari lebih dari 60 jenis, yang diproduksi di berbagai pabrik industri ringan di seluruh negeri.
“Ini merupakan bukti nyata akan validitas dan vitalitas kebijakan Partai yang bertujuan untuk menghapus kesenjangan antara wilayah pusat dan daerah, serta antara kawasan perkotaan dan pedesaan, demi mencapai pembangunan yang serentak dan seimbang di seluruh negeri,” ujar Kim, sebagaimana dikutip KCNA.
Rumor tersebut dilacak berasal dari unggahan di platform X milik Xie Wanjun, seorang pembangkang Tiongkok yang berbasis di Amerika Serikat dan mengetuai China Democracy Party, organisasi yang dilarang di Tiongkok.
Xie mengklaim Kim mengalami pendarahan otak hebat, jatuh koma, dan dilarikan ke Beijing. Ia juga mengeklaim Kim Yo-jong, adik Kim, telah mengambil alih kekuasaan, dan sekitar 9.000 tentara Tiongkok dikerahkan ke Pyongyang.
Tidak ada satu pun bukti yang disertakan untuk mendukung klaim-klaim tersebut. Tidak ada catatan medis, tidak ada konfirmasi resmi dari Pyongyang maupun Beijing, dan tidak ada verifikasi independen.
Analisis NK News menyebutkan bahwa gelombang rumor ini menyebar akibat fenomena berbagi di media sosial yang kemungkinan dipicu oleh unggahan akun bot. Klaim tersebut kemudian diperbesar oleh sejumlah tabloid yang menerbitkannya tanpa konfirmasi.
Pejabat diplomatik dan keamanan Korea Selatan yang dikutip Yonhap menyebut rumor tersebut sebagai “tidak pernah terdengar” dan “mengada-ada”.
Ini bukan pertama kalinya rumor kematian Kim Jong Un beredar. Pada 2020, klaim serupa muncul dari seorang pembelot Korea Utara yang saat itu menjabat sebagai anggota parlemen Korea Selatan. Klaim itu terbukti tidak benar setelah Kim kembali muncul di publik, dan yang bersangkutan kemudian meminta maaf.




