AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Iran Tolak Buka Selat Hormuz

WASHINGTON, ElrolumNews — Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah secara signifikan. Pentagon mengerahkan kelompok tempur kapal induk ketiga dan tambahan kapal Korps Marinir ke kawasan tersebut, dengan membawa sekitar 9.000 hingga 10.000 tentara tambahan.

Kapal induk USS Theodore Roosevelt meninggalkan San Diego pada 27 September, sementara kelompok amfibi USS Makin Island berangkat sehari setelahnya dari pangkalan yang sama. Menurut pejabat AS, kapal, jet tempur, Marinir, dan pelaut akan tiba di Timur Tengah pada akhir November.

Saat ini, dua kapal induk AS sudah beroperasi di kawasan tersebut, yaitu USS George H.W. Bush dan USS George Washington. Jika USS George Washington tetap berada di kawasan itu ketika Roosevelt tiba, ini akan menjadi pertama kalinya sejak April 2026 AS mengerahkan tiga kelompok tempur kapal induk secara bersamaan di Timur Tengah. Selain kedua kapal induk tersebut, kelompok amfibi USS Boxer juga telah dikerahkan. Seorang pejabat AS menyatakan bahwa dengan tambahan personel minggu ini, jumlah tentara AS di Timur Tengah akan melampaui 50.000 orang.

Di sisi lain, Iran mempertegas sikapnya. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai tujuh syarat yang diajukan Iran berdasarkan nota kesepahaman Islamabad dipenuhi.

“Pihak Amerika yang di media mengatakan hal yang berbeda, baru-baru ini melalui mediator mengajukan proposal. Tetapi mereka harus menyadari bahwa era mengulur waktu dan mendikte tuntutan sepihak telah berlalu,” kata Ghalibaf, dikutip kantor berita Nour News.

“Posisi Republik Islam Iran sepenuhnya jelas dan pasti, dan selama tujuh syarat kami berdasarkan nota kesepahaman Islamabad belum terpenuhi, Selat Hormuz tidak akan dibuka.”

Tujuh syarat yang dimaksud mencakup pencabutan blokade laut AS, pengembalian aset Iran yang dibekukan, pengecualian sanksi ekspor minyak Iran, dan penghentian pertempuran di semua front.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan bahwa Iran telah menjelaskan syarat-syaratnya kepada AS melalui perantara, dan jika proposal Iran diterima, Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam waktu tujuh hari.

Proses diplomasi antara AS dan Iran saat ini berada di jalan buntu. Iran telah menerima tanggapan AS terhadap proposal “rencana tujuh hari” yang diajukan melalui Qatar, namun Ghalibaf menegaskan kembali bahwa syarat-syaratnya belum terpenuhi.

Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan majalah Time menyatakan bahwa proposal gencatan senjata Iran “tidak cukup baik” dan tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan pemboman terhadap Iran setelah pemilu sela November. Trump juga menegaskan bahwa Iran “tidak akan ada lagi” jika tidak menandatangani “kesepakatan yang sangat adil”.

Analis dari Universitas Ningxia, Niu Xinchun, menilai bahwa tujuan utama Trump adalah menekan Iran agar kembali ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan sebelum pemilu sela, yang dapat mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz untuk menurunkan harga minyak internasional. Namun, karena negosiasi telah menemui jalan buntu, risiko konflik militer skala besar antara AS dan Iran kembali meningkat.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan seperempat perdagangan minyak global. Penutupan selat ini telah mendorong harga minyak mentah Brent bertahan di atas 100 dolar AS per barel.

Pertemuan darurat G7 pada 2 Oktober menyetujui pelepasan 100 juta barel minyak dan diesel dari cadangan strategis untuk meredam lonjakan harga. Namun, pasar masih dibayangi ketidakpastian karena AS dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan mencapai kesepakatan.

Sementara itu, laporan dari The New York Times mengutip data pejabat keamanan Barat menyebutkan bahwa Iran rata-rata melancarkan sekitar 30 serangan drone dan 10 serangan rudal anti-kapal per minggu terhadap kapal-kapal komersial sejak Agustus.

Sumber: The Wall Street Journal, Reuters, Xinhua, BBC, Yonhap, Pars Today

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkait
Rudal Rusia hantam Kyiv usai utusan AS bertemu Putin, 6 orang luka

Rudal Hantam Kyiv usai Utusan AS Bertemu Putin, 6...

Kyiv, ElrolumNews — Rusia melancarkan serangan rudal balistik terhadap Kyiv pada Rabu malam, 21 Oktober 2026, hanya...
Kim Jong Un muncul di pameran pakaian, rumor kematian terbantahkan

Kim Jong Un Muncul di Pameran Pakaian, Rumor Kematian...

Phongyang, ElrolumNews — Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un muncul di hadapan publik dalam foto-foto yang dirilis...
Kerusuhan di Prancis: penjarahan dan pembakaran saat demo biaya hidup, 1.800 ditangkap

Prancis Rusuh: Demo Biaya Hidup Berujung Penjarahan dan Pembakaran,...

Paris, ElrolumNews — Demonstrasi besar-besaran menentang kenaikan biaya hidup di Prancis berakhir chaos pada Sabtu, 17 Oktober...

Lainnya

Popular