PENDEKAR RAJAWALI PUTIH: Tiga Ujian Guru Angin yang Menentukan Takdir Lin Bima

Episode 3: “Tiga Ujian Guru Angin”

Sastra Fiksi, ELrolumNews –

Setelah pertempuran di puncak Pegunungan Salju Abadi, Lin Bima dan Sari turun gunung dengan misi baru: mencari sekutu untuk melawan Sekte Ular Hitam. Guru Tua telah memberitahu mereka tentang seorang pendekar legendaris bernama Guru Angin, yang tinggal di sebuah gua di Pegunungan Utara. “Guru Angin adalah salah satu pendekar terkuat yang pernah hidup,” kata Guru Tua. “Jika kalian bisa mendapatkan bantuannya, kalian akan memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan Sekte Ular Hitam.” Lin Bima mengangguk. “Kami akan menemukannya.”

Perjalanan menuju Pegunungan Utara memakan waktu lima hari. Mereka melewati hutan-hutan yang lebat, sungai-sungai yang deras, dan lembah-lembah yang dalam. Di sepanjang perjalanan, mereka bertemu dengan para pendekar yang telah mendengar tentang mereka. Beberapa dari mereka menawarkan bantuan, tetapi Lin Bima dan Sari tahu bahwa mereka belum cukup kuat. “Kita butuh seseorang yang bisa mengimbangi kekuatan Pemimpin Sekte Ular Hitam,” kata Lin Bima. “Dan hanya Guru Angin yang bisa melakukannya.”

Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang pedagang tua yang sedang dikepung oleh sekelompok perampok. Tanpa ragu, Lin Bima dan Sari menolongnya. Mereka melumpuhkan para perampok itu dengan cepat — Lin Bima menggunakan jurus “Rajawali Menari” untuk menyerang dari udara, dan Sari menggunakan kelincahannya untuk melumpuhkan musuh dari samping. Pedagang tua itu sangat berterima kasih. “Kalian… kalian pasti Lin Bima dan Sari,” katanya dengan mata berbinar. “Aku telah mendengar tentang kalian. Kalian adalah harapan dunia persilatan.”

Pedagang tua itu memperkenalkan dirinya sebagai Guru Han, seorang pendekar yang pernah menjadi murid dari Guru Angin. “Aku mengenal Guru Angin,” katanya. “Dia adalah pendekar yang sangat kuat, tetapi juga sangat keras. Dia tidak akan membantu siapa pun kecuali mereka bisa melewati tiga ujiannya.” Lin Bima mengerutkan kening. “Tiga ujian?” Guru Han mengangguk. “Ya. Ujian kekuatan, ujian kebijaksanaan, dan ujian hati. Banyak pendekar yang mencoba, tetapi tidak pernah kembali.”

Guru Han kemudian bercerita tentang Guru Angin. “Dulu, Guru Angin adalah pendekar yang gagah berani. Dia melawan kejahatan di seluruh dunia persilatan. Tetapi setelah istrinya meninggal, dia mengasingkan diri. Dia tidak ingin terlibat lagi dalam urusan dunia.” Lin Bima terdiam. “Jadi… dia menyembunyikan dirinya karena kesedihan?” Guru Han mengangguk. “Ya. Dan hanya seseorang yang bisa memahami kesedihannya yang bisa melewati ujian hatinya.”

Setelah berpamitan dengan Guru Han, Lin Bima dan Sari melanjutkan perjalanan mereka. Semakin dekat mereka dengan Pegunungan Utara, semakin aneh perasaan mereka. “Apakah kau merasakannya?” tanya Sari. Lin Bima mengangguk. “Ya. Ada sesuatu di sana. Sesuatu yang… kuat.” Mereka mempercepat langkah mereka, dan akhirnya, mereka tiba di depan sebuah gua yang tersembunyi di balik air terjun. Di depan gua, berdiri tiga gerbang batu besar, masing-masing terukir simbol yang berbeda — kekuatan, kebijaksanaan, dan hati.

Explore additional categories

Explore