History, ElrolumNews – Tahun 1928, di sebuah laboratorium rumah sakit St. Mary’s di London, seorang ilmuwan bernama Alexander Fleming kembali dari liburan panjang. Di meja kerjanya, berserakan tumpukan cawan petri berisi bakteri staphylococcus yang ia tinggalkan—kotor, berdebu, dan dipenuhi kontaminasi. Fleming hampir membuangnya. Tapi sesuatu menarik perhatiannya. Di salah satu cawan, tumbuh jamur berwarna biru kehijauan. Dan yang lebih mengejutkan: di sekitar jamur itu, bakteri mati.
Fleming tidak sengaja menemukan penisilin—antibiotik pertama yang mengubah dunia kedokteran dan menyelamatkan jutaan nyawa dari infeksi bakteri.
Alexander Fleming lahir pada 6 Agustus 1881 di Skotlandia. Ia bukan ilmuwan kutu buku yang menghabiskan waktu di laboratorium mewah. Fleming adalah seorang peneliti yang berantakan dan ceroboh—justru sifat inilah yang membawanya pada penemuan terbesarnya .
Pada 1928, Fleming bekerja di departemen inokulasi St. Mary’s Hospital, meneliti pengobatan bisul. Suatu malam, ia meninggalkan meja kerjanya dalam keadaan berantakan. Beberapa catatan menyebut ia menumpuk cawan di wastafel, yang lain mengatakan ia membiarkannya berserakan di meja. Ada yang menyebut ia pergi berlibur selama berminggu-minggu, ada pula yang mengatakan asistennya hanya membuka jendela semalaman. Yang pasti: kebiasaan cerobohnya membuahkan hasil.


Ketika Fleming kembali dari liburan pada September 1928, ia mulai membersihkan dan membuang cawan-cawan itu. Namun satu cawan menarik perhatiannya: jamur biru kehijauan telah tumbuh di atasnya, dan di sekitar jamur itu, koloni bakteri staphylococcus telah mati dan larut .
Fleming bergumam pada rekan kerjanya: “That’s funny” (Aneh). Ia segera menumbuhkan jamur itu dalam kultur murni dan menemukan bahwa ia menghasilkan zat yang mampu membunuh berbagai bakteri berbahaya. Ia menamai zat itu penisilin .
Fleming kemudian mengenang:
“When I woke up just after dawn on September 28, 1928, I certainly didn’t plan to revolutionize all medicine by discovering the world’s first antibiotic, or bacteria killer. But I suppose that was exactly what I did.”
(Ketika saya bangun pada 28 September 1928, saya sama sekali tidak berencana merevolusi dunia kedokteran dengan menemukan antibiotik pertama di dunia. Tapi saya kira itulah yang saya lakukan.)
Fleming mempublikasikan temuannya pada 1929. Namun ia gagal memurnikan penisilin dalam jumlah cukup untuk penggunaan klinis. Ia menghentikan penelitiannya pada 1931, menganggap penisilin terlalu sulit diproduksi .
Ia setuju mengirimkan sampel jamur kepada siapa pun yang ingin melanjutkan penelitiannya. Dan pada 1939, seorang biokimiawan Jerman bernama Ernst Chain—yang baru saja bergabung dengan departemen Howard Florey di Universitas Oxford—menemukan makalah Fleming tahun 1929. Chain membawanya ke perhatian Florey.
Florey, Chain, dan Norman Heatley—ahli kimia yang bergabung dengan mereka—mulai bekerja. Heatley merancang mesin arus berlawanan yang mampu memproduksi 12 liter kaldu per jam. Pengeringan beku memungkinkan pelestarian aktivitas antibakteri penisilin .
Pada 25 Mei 1940, mereka melakukan percobaan pada delapan tikus. Hasilnya: penisilin efektif melawan infeksi bakteri. Mereka kemudian beralih ke uji coba manusia.
Pasien pertama adalah Albert Alexander, seorang polisi yang terinfeksi parah setelah tergores mawar. Penisilin memberinya perbaikan dramatis, tapi persediaan terlalu kecil untuk menyembuhkannya sepenuhnya. Ia meninggal .
Tim Oxford menyadari: mereka harus memproduksi penisilin dalam jumlah besar.
Inggris yang dilanda perang tidak mampu memproduksi penisilin secara massal. Florey dan Heatley berangkat ke Amerika Serikat untuk mencari dukungan.
Di Peoria, Illinois, sebuah laboratorium penelitian mulai mencari jamur penghasil penisilin yang lebih kuat. Pada 1943, asisten laboratorium bernama Mary Hunt—yang kemudian dijuluki “Mouldy Mary”—dikirim ke pasar untuk mencari jamur baru. Ia menemukan blewah berjamur emas di sebuah toko .
Jamur dari blewah itu ternyata adalah Penicillium chrysogenum—yang menghasilkan 1.000 kali lebih banyak penisilin daripada jamur Fleming . Dan ketika jamur itu dipapar sinar-X, dihasilkan strain mutan yang menghasilkan lebih banyak lagi.
Pada 1944, persediaan penisilin cukup untuk semua korban Sekutu. Florey kemudian mencatat:
“Had it not been for [the US drug companies’] efforts there would certainly not have been sufficient penicillin by D-Day in Normandy in 1944 to treat all severe casualties, both British and American.”
Setelah menerima Hadiah Nobel pada 1945, Fleming mulai membuat medali berisi jamur sebagai cinderamata. Ia menumbuhkan jamur dari kultur asli di atas kertas, lalu menjepitnya di antara dua lensa dari kacamata .
Fleming memberikan medali ini kepada kolega terkemuka, anggota keluarga kerajaan, bahkan bintang film Marlene Dietrich. “Ini hampir seperti menggoda,” kata Anne Garner, kurator di New York Academy of Medicine. “Like, ‘Here, have a culture.'”
Pangeran Philip, Duke of Edinburgh, menerima dua medali dalam waktu enam bulan. Ia dilaporkan bergurau: “Every time I meet this chap Fleming, he gives me one of these bloody things.”
Salah satu medali Fleming terjual di lelang pada 2017 seharga £11.875 (sekitar Rp200 juta)
Sejarah kadang berjalan dari hal paling sepele: sebuah jamur yang tumbuh di cawan kotor, jendela yang lupa ditutup, dan seorang ilmuwan yang ceroboh.
Tanpa penisilin, dunia akan sangat berbeda. Infeksi yang sekarang dianggap sepele akan menjadi hukuman mati. Operasi akan jauh lebih berisiko. Perang Dunia II akan menelan lebih banyak korban.
Namun Fleming sendiri memperingatkan bahaya penyalahgunaan antibiotik sejak 1945. Ia melihat tanda-tanda awal resistensi bakteri—peringatan yang kini menjadi kenyataan .
Dan pertanyaan kecil tetap bergema: Bagaimana jika Fleming membersihkan laboratoriumnya sebelum liburan?
Artikel ini adalah bagian dari seri “Momen Sepele yang Mengubah Dunia”. Pantau terus rubrik sejarah kami untuk edisi-edisi berikutnya.
(el)
Sumber Primer & Arsip
National Museum of American History – Sejarah penemuan penisilin oleh Fleming dan pengembangannya oleh Florey, Chain, dan tim Oxford.
Wellcome Sanger Institute – Kisah lengkap penemuan penisilin, dari cawan terkontaminasi hingga produksi massal untuk D-Day.
Atlas Obscura – Kisah Fleming dan medali jamur yang ia berikan kepada kolega dan keluarga kerajaan .
Sumber Sekunder
American College of Physicians – Ulasan buku The Mold in Dr. Florey’s Coat yang merinci peran tim Oxford.
The Hindu – Liputan lelang medali jamur Fleming pada 2017 dan sejarah penemuannya .
Kew Gardens – Analisis tentang peran Boots, Mary Hunt, dan blewah ajaib dalam produksi massal penisilin.
ABC News – Liputan lelang sampel jamur Fleming dan sejarah penemuan antibiotik .
Europeana – Ringkasan penemuan Fleming dan peringatannya tentang resistensi antibiotik.




