History, ElrolumNews – Siapa sangka seorang pelawak dan aktor komedi akan menjadi salah satu pemimpin paling disegani di dunia saat ini? Volodymyr Zelenskyy adalah bukti hidup bahwa takdir kerap hadir di balik jalan yang tak terduga. Di tengah invasi Rusia ke Ukraina, ia menjelma dari seorang figur hiburan menjadi simbol perlawanan dan keberanian yang menginspirasi dunia.
Masa Kecil: Lahir di Ukraina Soviet dan Akar Yahudi
Volodymyr Oleksandrovych Zelenskyy lahir pada 25 Januari 1978 di Kryvyi Rih, sebuah kota industri di Ukraina tengah, yang saat itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Ia berasal dari keluarga Yahudi yang cerdas: ayahnya, Oleksandr Zelenskyy, adalah seorang profesor dan kepala departemen di Institut Ekonomi Kryvyi Rih, sementara ibunya, Rymma Zelenska, adalah seorang insinyur.
Bahasa Rusia adalah bahasa pertama yang ia gunakan di rumah, dan ia dibesarkan dalam lingkungan yang berbahasa Rusia di Ukraina timur. Sejak kecil, Zelenskyy menunjukkan bakat seni yang besar. Pada usia 16 tahun, ia bergabung dengan tim teater setempat dan mulai mengasah kemampuan akting serta komedinya.
Akar Yahudi Zelenskyy memiliki peran penting dalam identitasnya. Ia pernah bercerita tentang keluarganya yang selamat dari Holokaus, dan ia telah berbicara secara terbuka tentang bagaimana hal itu memengaruhinya. Kakeknya adalah seorang veteran Perang Dunia II yang selamat dari kamp konsentrasi Nazi. Warisan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dirinya, terutama setelah Rusia melancarkan invasi dan mencoba membenarkan serangannya dengan dalih “denazifikasi” Ukraina—sebuah narasi yang sangat bertentangan dengan fakta bahwa Ukraina dipimpin oleh seorang presiden Yahudi, yang beberapa anggota keluarganya menjadi korban Nazi.
Karier Komedi: Membangun Kerajaan Hiburan
Setelah lulus SMA, Zelenskyy masuk ke Fakultas Hukum Universitas Nasional Kryvyi Rih, tetapi ia tidak pernah berniat menjadi pengacara. Minatnya yang sesungguhnya adalah seni pertunjukan dan komedi. Pada tahun 1997, saat masih berusia 19 tahun, ia ikut mendirikan tim komedi “Kvartal 95” (yang kemudian menjadi “Studio Kvartal 95”), yang dinamai sesuai dengan distrik tempat keluarganya tinggal di Kryvyi Rih.
Tim ini dengan cepat meraih popularitas di Rusia dan negara-negara bekas Soviet lainnya karena gaya humor yang khas. Zelenskyy menjadi pemimpin, penulis skenario, dan aktor utamanya. Di bawah kepemimpinannya, Kvartal 95 berkembang menjadi rumah produksi besar yang memproduksi berbagai acara TV, film, dan pertunjukan komedi.
Pada tahun 2015, Zelenskyy membintangi serial komedi yang mengubah hidupnya: “Servant of the People” (Sluga Naroda). Dalam serial itu, ia berperan sebagai Vasyl Holoborodko, seorang guru sejarah sekolah menengah yang tiba-tiba menjadi presiden setelah sebuah video yang merekam omelannya terhadap korupsi pemerintah menjadi viral. Karakternya kemudian memerangi korupsi dan ketidakadilan di negara fiksi. Serial ini sangat populer di Ukraina, dan konsepnya—seorang pria biasa dari rakyat yang menjadi pemimpin negara—mulai terasa sangat dekat dengan kehidupan nyata Zelenskyy.
Dari Layar Kaca ke Panggung Politik
Pada tahun 2018, terinspirasi oleh popularitas serialnya dan keinginan untuk membawa perubahan nyata, Zelenskyy resmi mendaftarkan partai politik bernama “Servant of the People”. Ia menggambarkan partainya sebagai partai anti-korupsi dan anti-kemapanan, yang mengusung janji untuk membersihkan sistem politik Ukraina dari praktik-praktik buruk.
Kampanye Zelenskyy sebagian besar dilakukan melalui media sosial dan serial televisi, bukan melalui debat publik tradisional. Ia berhasil mengalahkan petahana, Petro Poroshenko, dalam pemilihan presiden putaran kedua pada tahun 2019. Dengan kemenangan yang telak, Zelenskyy terpilih sebagai Presiden Ukraina ke-6.
Setelah dilantik, ia mengucapkan sumpah jabatan dan secara simbolis membubarkan parlemen, menyerukan pemilihan awal sebagai bagian dari janjinya untuk mengubah sistem.
Menjadi Simbol Perlawanan di Tengah Invasi
Ketika Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022, dunia menyaksikan transformasi paling dramatis dari Volodymyr Zelenskyy. Ia memilih untuk tetap berada di Kyiv meskipun ada ancaman pembunuhan dan informasi bahwa ia mungkin menjadi target utama serangan Rusia.
Dalam sebuah video yang diambil di malam pertama invasi, Zelenskyy muncul bersama para menteri dan penasihatnya di jalanan Kyiv, memberikan pernyataan yang legendaris: “Saya di sini. Kami tidak akan meletakkan senjata. Kami akan mempertahankan negara kami.” Momen ini menandai pergeseran radikal dalam persepsi global terhadapnya—dari seorang aktor komedi menjadi seorang pemimpin perang yang karismatik.
Sejak itu, Zelenskyy telah memberikan pidato-pidato yang menggugah di seluruh dunia, berbicara di hadapan parlemen-parlemen di Inggris, AS, dan Uni Eropa melalui sambungan video, meminta bantuan dan memperingatkan tentang pentingnya mempertahankan demokrasi Eropa. Pidatonya di hadapan Kongres AS, di mana ia mengutip pidato Franklin D. Roosevelt dan mengingatkan tentang tragedi Pearl Harbor, menjadi salah satu momen paling berkesan dalam sejarah pidato politik.
Warisan di Tengah Perang
Meskipun masa kepresidenannya masih berlangsung dalam bayang-bayang perang, Zelenskyy telah mengukir namanya dalam sejarah sebagai seorang pemimpin yang berani dan tegas. Ia mengubah narasi global tentang Ukraina—dari negara yang dianggap “korban” menjadi negara yang “melawan” dan “bertahan” dengan gagah berani.
Dari panggung komedi di Kryvyi Rih hingga panggung dunia, Zelenskyy telah membuktikan bahwa keberanian tidak diukur dari latar belakang, melainkan dari tindakan di saat-saat krisis yang paling gelap. Kisahnya adalah perjalanan yang tak terduga, dari badut yang menghibur rakyat, menjadi pemimpin yang membela kedaulatannya.
Sumber: BBC, Britannica, Wikipedia, European Council on Foreign Relations
(*/el)





