Kesalahan Ketik yang Melahirkan Internet: Ketika “L” dan “O” Mengubah Dunia

History, ElrolumNews – 29 Oktober 1969, pukul 21.00. Di sebuah laboratorium di Universitas California, Los Angeles (UCLA), seorang mahasiswa bernama Charley Kline menekan tombol pada terminal komputer SDS Sigma 7 . Ia hendak mengirimkan kata sederhana: “login” —dari UCLA ke komputer di Stanford Research Institute (SRI), yang berjarak sekitar 400 mil di utara. Kline berhasil mengirimkan huruf “l” dan “o”. Lalu, saat ia mengetik “g”… sistem crash.

Dari kegagalan itulah—dari dua huruf pertama yang berhasil dikirim—internet lahir. Bukan dengan kata-kata bijak seperti “What hath God wrought” ala Samuel Morse, tapi dengan dua huruf yang oleh kamus Merriam-Webster berarti kata seru: “Lihat!” atau “Perhatikan!”.

Kline dan rekannya, Bill Duvall di SRI, melakukan percobaan ini sebagai bagian dari proyek ARPANET—jaringan komputer yang didanai Departemen Pertahanan AS. Tujuan mereka hari itu: menguji koneksi antarkomputer untuk pertama kalinya .

- Advertisement -

Ketika huruf “l” dan “o” berhasil dikirim, Duvall mengonfirmasi bahwa ia menerimanya. Tapi saat Kline mengetik “g”, sistem UCLA mengirimkan pesan kesalahan yang membanjiri buffer input SRI—seperti “mengisi gelas dengan selang pemadam kebakaran” . Sistem Duvall crash . Butuh waktu sekitar satu jam untuk memperbaikinya dan mengirimkan kata “login” secara lengkap .

Tapi dari dua huruf itulah, internet dimulai. Merriam-Webster Dictionary mencatat bahwa “lo” adalah kata seru yang berarti “untuk memanggil perhatian pada sesuatu atau menunjukkan keheranan atau kejutan” . Dan itulah yang terjadi: “Lo, the internet is born!”.

- Advertisement -

Ketika ditanya apakah mereka menyadari bahwa momen itu bersejarah, Kline menjawab polos:

“No, I certainly didn’t at that time.” (Tidak, saya tentu tidak menyadarinya saat itu.)

Duvall juga sama:

“Not really. It was another step forward in the larger context of the work we were doing.” (Tidak juga. Itu hanyalah langkah maju dalam konteks kerja yang lebih besar.)

Jika Anda bisa kembali ke masa itu, apakah Anda akan mengetik sesuatu yang lebih berkesan? Kline menjawab:

“Of course, if I had realised its importance. But we were just trying to get it to work.” (Tentu saja, jika saya menyadari pentingnya. Tapi kami hanya mencoba membuatnya berfungsi.)

Duvall menambahkan:

“No. This was the first test of a very complicated system with a lot of moving parts. To have something this complex work in the very first test was dramatic in and of itself.” (Tidak. Ini adalah uji coba pertama sistem yang sangat rumit dengan banyak bagian bergerak. Membuat sesuatu yang rumit ini berhasil pada uji coba pertama sudah dramatis dengan sendirinya.)

Enam belas tahun setelah huruf “l” dan “o” pertama dikirim, internet mulai dikenal publik. Dan di tengah perkembangannya, satu kesalahan ketik lagi terjadi—yang melahirkan nama perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia: Google.

Pada September 1997, dua mahasiswa PhD Stanford, Larry Page dan Sergey Brin, sedang mencari nama untuk proyek mesin pencari mereka . Sebelumnya mereka menamainya “Backrub” , tapi mereka ingin nama baru.

Dalam sesi brainstorming, rekan mereka Sean Anderson mengusulkan kata “googol” —istilah matematika untuk angka 1 diikuti 100 nol (10¹⁰⁰), yang mencerminkan ambisi mereka mengindeks informasi dalam jumlah tak terhingga . Saat mengecek ketersediaan domain, Sean secara tidak sengaja mengetik “google.com“ alih-alih “googol.com“. Domain itu ternyata tersedia—dan Larry Page menyukai ejaan salah tersebut.

Pada 15 September 1997, domain google.com didaftarkan. Nama Google lahir dari sebuah kesalahan ketik yang mengubah dunia.

Dari dua huruf yang gagal dikirim pada 1969, lahirlah internet. Dari kesalahan ketik Sean Anderson, lahirlah Google. Dua momen “sepele” yang seharusnya menjadi kegagalan justru menjadi fondasi peradaban digital modern.

Charley Kline hanya ingin mengetik “login”. Sean Anderson hanya ingin mengecek domain. Keduanya melakukan kesalahan—dan dunia berubah.

Dan pertanyaan kecil tetap bergema: Bagaimana jika Kline berhasil mengetik “login” di percobaan pertama? Bagaimana jika Sean mengetik “googol.com“ dengan benar?

Pengirim pesan pertama melalui internet—Charley Kline dan Bill Duvall—mungkin tidak pernah membayangkan bahwa dua huruf pertama yang berhasil dikirim akan menjadi simbol kelahiran era digital. Demikian pula, Sean Anderson tidak pernah menyangka bahwa kesalahan ketiknya akan melahirkan salah satu merek paling dikenal di dunia. Dua “momen sepele” ini mengingatkan kita bahwa kegagalan dan kesalahan sering menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar.

(el)

SUMBER DAN RUJUKAN
  1. Business Insider – Kisah percobaan pertama ARPANET pada 1969, huruf “l” dan “o” yang berhasil dikirim sebelum sistem crash .
  2. The Atlantic – Analisis tentang huruf pertama yang dikirim melalui internet dan makna kata “lo” menurut Merriam-Webster Dictionary .
  3. BBC Future – Wawancara dengan Charley Kline dan Bill Duvall tentang percobaan pertama ARPANET, termasuk deskripsi teknis dan perasaan mereka saat itu .
  4. Merdeka.com – Sejarah nama Google yang tercipta dari kesalahan ketik oleh Sean Anderson pada 1997 .
  5. Malang Times – Penjelasan lengkap tentang asal-usul nama Google, dari “Backrub” hingga “google.com“ .
  6. Kompas.com – Kesalahan ketik yang melahirkan nama Google .
  7. Tribun Manado – Kesalahan ketik dalam buku Harry Potter edisi pertama yang berhasil terjual dengan harga tinggi .

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
satu kata yang salah, yang mengubah nasib jutaan orang

Satu Garis di Atas Peta, Bertahun-tahun Perselisihan: Ketika Perbatasan...

ELrolumNews, History - Bayangkan dua negara baru saja mengakhiri perang. Para pemimpinnya telah menyepakati perdamaian. Dokumen perjanjian...
Gudang—lubang sederhana yang menyimpan makanan, merencanakan masa depan, dan membangun peradaban. (Ilustrasi: AI)

Gudang yang Menyimpan Peradaban: Ketika Manusia Belajar Merencanakan Masa...

History, ELrolumNews - Bayangkan seorang petani ribuan tahun lalu sedang memandangi hasil panennya. Gandum yang dikumpulkannya cukup...
Ketika Tembok Menjadi Batas: Bagaimana Manusia Kuno Belajar Membangun Pertahanan

Ketika Tembok Menjadi Batas: Bagaimana Manusia Kuno Belajar Membangun...

History, ElrolumNews - Bayangkan sebuah permukiman kecil ribuan tahun sebelum lahirnya kerajaan-kerajaan besar. Rumah-rumah sederhana berdiri berdekatan. Di...
Advertisement

Lainnya

Popular