BMKG Catat 3.422 Gempa Susulan di Flores, Gempa M5,8 Pagi Ini Picu Kepanikan Warga! Intensitas V-VI MMI di Manggarai

Flores, ElrolumNews.com — Gempa susulan kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (20/8/2026) pagi, memperpanjang masa waspada bagi warga yang masih trauma pasca-gempa utama M7,7 pada 15 Agustus lalu.

Gempa berkekuatan magnitudo 5,8 terjadi pada pukul 05.45 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di darat, sekitar 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada kedalaman 10 kilometer . “Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 Agustus 2026,” jelas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.

Gempa M5,8 yang terjadi pagi ini tergolong sebagai gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault .

- Advertisement -

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah di NTT. Intensitas terbesar tercatat di Kabupaten Manggarai, yaitu pada skala V-VI MMI . Pada skala ini, getaran dirasakan oleh semua penduduk, menyebabkan warga terkejut dan berlari keluar rumah. Guncangan dengan kekuatan ini juga dapat menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan, seperti plester dinding yang jatuh.

- Advertisement -

Intensitas gempa berdasarkan laporan masyarakat:

  • V-VI MMI: Kabupaten Manggarai

  • IV MMI: Kabupaten Nagekeo

  • III-IV MMI: Kabupaten Manggarai Barat

  • III MMI: Kabupaten Sikka

Pantauan dari Kampung Racak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, menunjukkan situasi mencekam. Warga terlihat berhamburan di jalan gang saat gempa terjadi. Bahkan, beberapa perempuan lanjut usia yang juga keluar rumah tampak terduduk lunglai di jalan karena kaget dan kelelahan akibat seringnya gempa susulan . “Pagi ini terasa lebih kuat. Tadi malam juga gempanya terasa,” ujar salah seorang warga.

Kepanikan serupa juga terjadi di Labuan Bajo. Seorang warga Lingkungan Lancang, Kelurahan Wae Kelambu, menceritakan detik-detik guncangan yang terjadi. “Tiba-tiba rumah berguncang kuat sekali. Benda-benda di lemari berjatuhan. Kami langsung lari keluar, takut ada reruntuhan. Semua orang di lingkungan juga keluar rumah, panik semua. Sudah terbiasa dengan gempa susulan, tapi kali ini terasa cukup kuat,” ungkapnya.

Hingga pukul 06.00 WIB, BMKG mencatat total 3.422 aktivitas gempa susulan sejak gempa utama M7,7 pada 15 Agustus lalu . Dari sejumlah aktivitas tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai M6,2, sementara gempa terkecil berada pada angka 1,3.

Kepala BMKG Wilayah NTT, Arief Tyastama, menyampaikan bahwa pola aktivitas gempa susulan secara umum menunjukkan kecenderungan menurun. Namun, proses pelepasan energi sisa ini masih berlangsung. “Magnitudo bervariasi dan cenderung mengecil dari gempa utama, serta semakin jarang. Meski demikian, sesekali akan tetap muncul gempa yang dirasakan. Hal ini memang bisa terjadi karena masih dalam proses menuju keseimbangan dengan melepaskan energi yang tersisa,” jelasnya.

BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan, yaitu sekitar 3 hingga 4 minggu.

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
Cyrtodactylus merubetiriensis, spesies cecak jari lengkung baru dari Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur, yang terungkap melalui penelitian morfologi dan DNA sebagai bagian dari keanekaragaman tersembunyi fauna Jawa.

Cecak Baru Ditemukan di Meru Betiri: Ketika Hutan Jawa...

Earth, ElrolumNews - Di tengah hutan Jawa yang selama ini dianggap telah banyak dipelajari, ternyata masih ada...
Tiga spesies baru dari genus Homalomena, yaitu Homalomena boesenbergiifolia, H. trigona, dan H. widyatmokoi, resmi dideskripsikan dari Indonesia pada Oktober 2026.

Tiga Tumbuhan Baru Indonesia Ditemukan dari Tanaman yang Sudah...

Earth, ElrolumNews - Sebuah tanaman yang sudah lama tumbuh dalam pot atau rumah pembibitan mungkin tampak seperti...
Bulbophyllum alsiosum, anggrek yang sebelumnya dikenal dari Filipina dan kini tercatat untuk pertama kalinya di Indonesia setelah ditemukan di hutan pegunungan Sulawesi.

Anggrek yang Dikira Hanya Milik Filipina Ternyata Ditemukan di...

Earth, ElrolumNews - Selama lebih dari satu abad, Bulbophyllum alsiosum dikenal sebagai anggrek yang berasal dari Filipina.Kini,...
Advertisement

Lainnya

Popular