AS dan Iran Gelar Pembicaraan Langsung Pertama dalam Tiga Bulan di Sela Sidang Umum PBB!

New York, ELrolumNews — Amerika Serikat dan Iran menggelar pembicaraan langsung pertama dalam tiga bulan terakhir di sela-sela Sidang Umum PBB ke-81 di New York. Pertemuan berlangsung selama tiga jam pada Selasa (22/9/2026) antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi pertemuan tersebut dan menyebutnya sebagai pembicaraan yang “sangat baik”. “Mereka mengadakan pertemuan yang sangat baik, pertemuan yang sangat produktif. Mereka memiliki jadwal pertemuan lain dalam waktu yang sangat dekat,” ujar Trump kepada wartawan setelah bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di PBB.

Trump juga mengisyaratkan potensi kesepakatan dengan Iran. “Saya tidak bisa membayangkan mengapa mereka tidak ingin melakukannya. Ini adalah potensi kebesaran atau kehancuran. Hanya ada dua pilihan,” tegasnya.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Menlu Araghchi menyampaikan syarat-syarat tegas Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz yang vital. Menurut kantor berita IRIB, syarat-syarat tersebut meliputi:

  • Penghentian segera blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran

  • Pembebasan seluruh aset Iran yang dibekukan

  • Penghentian perang di semua front

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, sebelumnya menyatakan bahwa Teheran telah menyampaikan tujuh persyaratan kepada Washington. Pada 16 Agustus, dewan tersebut memutuskan Iran tetap memiliki opsi menyerang pasukan AS jika blokade pelabuhan tidak dicabut dalam 45 hari.

Utusan khusus AS Steve Witkoff mengonfirmasi pembicaraan tersebut melalui unggahan di platform X. Ia menjelaskan bahwa diskusi dilakukan melalui mediator yang “berpindah-pindah antara kedua belah pihak sepanjang hari.”

“Hari ini, di sela-sela Sidang Umum PBB, kami melakukan pembicaraan panjang dengan delegasi Iran melalui mediator. Mereka berhasil menyelesaikan satu putaran diskusi yang kami harap akan terbukti konstruktif dan menjanjikan,” tulis Witkoff. Ia menambahkan bahwa mediator akan melanjutkan pekerjaan mereka.

Pembicaraan ini merupakan pertemuan tatap muka pertama antara pejabat AS dan Iran sejak Wakil Presiden AS JD Vance bertemu dengan pejabat senior Teheran di Swiss pada Juni 2026.

Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB beberapa jam sebelum pembicaraan berlangsung, Trump menyampaikan pesan keras terhadap Iran. Ia menyebut Iran sebagai “sponsor terorisme utama dunia” dan membela serangan AS yang menurutnya mencegah kepemimpinan Iran membuat bom atom.

Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan segera mencapai kesepakatan setelah pemilihan umum pertengahan masa jabatan AS pada November mendatang. “Saya memiliki keputusan besar yang harus dibuat. Apakah akan dibuat kesepakatan dengan Iran yang memungkinkan mereka membangun kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih besar? Atau apakah saya akan memusnahkan Republik Islam dan melakukannya dengan cepat?” ujar Trump dalam pidatonya.

Selama pidato Trump berlangsung, seluruh delegasi Iran kecuali satu orang meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk protes.

Perang AS-Iran dimulai pada 28 Februari 2026 setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Trump awalnya menjanjikan konflik akan berakhir dalam empat hingga lima minggu, namun perang masih berlangsung lebih dari enam bulan kemudian.

Gencatan senjata yang dicapai pada April 2026 dengan cepat runtuh, dan negosiasi terhenti dengan Iran menolak menyerahkan kendali atas Selat Hormuz. Nota kesepahaman AS-Iran yang dicapai pada 17 Juni 2026 dengan mediasi negara-negara Timur Tengah juga gagal, dengan kedua pihak kembali melakukan blokade laut dan tidak melanjutkan negosiasi yang dijadwalkan.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang berada di New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB, dijadwalkan berpidato pada Rabu (23/9/2026). Ini menandai pertama kalinya seorang presiden dari negara yang sedang berperang dengan AS menginjakkan kaki di wilayah AS untuk berpidato di PBB.

(fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

UN Secretary-General Antonio Guterres

Sekjen PBB Peringatkan Risiko “Pembersihan Etnis” di Tepi Barat,...

New York, Elroulumnews — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan peringatan keras terkait situasi di...
Presiden Iran Masoud Pezeshkian

Presiden Iran Pidato Bersejarah di PBB: “Kami Korban Terorisme...

New York, ElrolumNews — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato bersejarah di Sidang Umum PBB ke-81 di...
Uni Eropa perpanjang sanksi terhadap Rusia hingga 2029, 3.000 target terdampak

Uni Eropa Perpanjang Sanksi terhadap Rusia hingga 2029, 3.000...

Brussels, Elrolumnews — Dewan Uni Eropa resmi memperpanjang sanksi terhadap Rusia selama 36 bulan ke depan, hingga...

More

Popular

Read More