Bangkai Hiu Paus Sembilan Meter Dievakuasi di Perairan Wakatobi!

Wakatobi, Elrolumnews — Tim gabungan yang terdiri dari Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW), pemerintah desa, dan masyarakat setempat berhasil mengevakuasi bangkai seekor hiu paus (Rhincodon typus) yang terdampar di perairan Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Selasa (29/9/2026).

Hiu paus tersebut memiliki panjang sekitar sembilan meter. Bangkai ditemukan mengapung di perairan dekat permukiman warga pada Senin (28/9/2026) sore.

Kepala BTNW, Herman Tuhumury, menyatakan bahwa evakuasi dilakukan untuk mencegah pencemaran laut dan gangguan terhadap ekosistem di kawasan taman nasional.

“Bangkai hiu paus ini kami evakuasi agar tidak mencemari perairan dan mengganggu ekosistem di kawasan Taman Nasional Wakatobi. Kami juga mengerahkan tim medis untuk memeriksa penyebab kematian,” ujar Herman dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Evakuasi dilakukan menggunakan dua perahu dan peralatan berat. Tim menarik bangkai hiu paus ke darat untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Proses evakuasi berlangsung sekitar lima jam.

“Kami mengerahkan enam personel BTNW, dibantu 10 warga setempat dan tim dari Dinas Perikanan. Alhamdulillah, evakuasi berjalan lancar,” jelas Herman.

Tim medis dari BTNW dan Dinas Perikanan Wakatobi melakukan pemeriksaan awal terhadap bangkai hiu paus. Namun, penyebab pasti kematian hewan dilindungi tersebut belum dapat disimpulkan.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Dugaan awal karena sakit atau terjerat alat tangkap nelayan,” ujar dr. Andi Rahman, anggota tim medis.

Hiu paus merupakan spesies yang dilindungi di Indonesia. Di kawasan Taman Nasional Wakatobi, hiu paus sering terlihat oleh wisatawan, terutama di perairan sekitar Pulau Tomia dan Pulau Kaledupa.

Herman mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu hiu paus dan segera melaporkan jika menemukan hewan yang terdampar atau dalam kondisi sakit.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menangkap atau mengganggu hiu paus. Jika menemukan hiu paus yang terdampar, segera laporkan kepada kami,” tegasnya.

Warga Desa Matahora menyambut baik evakuasi yang dilakukan tim gabungan. La Ode Hasim, tokoh masyarakat setempat, menyatakan bahwa warga sudah terbiasa hidup berdampingan dengan hiu paus.

“Kami senang hiu paus ini dievakuasi dengan baik. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

(ant/dtk/kom)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkait
Kapolda Sulut pantau SPBU Manado, antrean BBM kembali normal

Kapolda Sulut Turun Langsung Pantau SPBU Manado, Antrean BBM...

Manado, ElrolumNews — Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto turun langsung memantau kondisi antrean kendaraan dan...
Pencari ikan tewas tenggelam di Sungai DAS Tondano Manado, Basarnas evakuasi korban

Pencari Ikan Tewas Tenggelam di Sungai DAS Tondano Manado,...

Manado, ELrolumNews — Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban tenggelam saat menyelam untuk memanah ikan di Sungai DAS...
Ilustrasi-Kebakaran landa permukiman padat Petamburan, api membubung tinggi dini hari

Kebakaran Landa Permukiman Padat Petamburan, Api Membubung Tinggi Dini...

Jakarta, ELrolumNews — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Petamburan 2, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang,...

Lainnya

Popular