Baterai EV Modern Bisa Bertahan 20 Tahun! Studi: Degradasi Hanya 1,8% Per Tahun, Setara Mobil Bensin

Jakarta, ElrolumNews – Kekhawatiran mengenai daya tahan dan usia pakai baterai kerap menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat sebelum memutuskan beralih ke mobil listrik (electric vehicle/EV). Sebagai komponen paling krusial sekaligus termahal pada kendaraan listrik, performa baterai memang akan mengalami penurunan atau degradasi seiring berjalannya waktu dan penggunaan .

Namun, perkembangan teknologi otomotif modern membuktikan bahwa usia pakai baterai EV jauh lebih awet dan tahan lama dari yang diperkirakan banyak orang sebelumnya. Secara umum, baterai mobil listrik modern yang beredar di pasaran saat ini memiliki rata-rata usia pakai antara 10 hingga 20 tahun, atau setara dengan jarak tempuh 200.000 hingga 300.000 kilometer .

Riset global terbaru dari perusahaan analitik Geotab menunjukkan bahwa tingkat degradasi rata-rata baterai mobil listrik modern kini hanya berkisar 1,8 persen per tahun, turun signifikan dari 2,3 persen pada 2019 . Artinya, setelah digunakan secara intensif selama 5 tahun, mayoritas mobil listrik masih mampu mempertahankan hingga 95 persen dari kapasitas jarak tempuh aslinya .

- Advertisement -

Bahkan, data dari Recurrent menunjukkan bahwa EV dengan baterai berukuran rata-rata dapat mempertahankan hingga 97 persen dari jangkauan aslinya setelah 3 tahun dan hingga 95 persen setelah 5 tahun .

Beberapa faktor utama di balik peningkatan daya tahan baterai EV :

- Advertisement -
  1. Kemajuan Kimia Baterai: Baterai generasi baru memiliki komposisi kimia yang lebih baik dibandingkan generasi pertama EV .

  2. Sistem Manajemen Baterai (BMS) Cerdas: BMS yang lebih pintar mampu mengoptimalkan kinerja dan memperlambat degradasi .

  3. Pendinginan Termal Efektif: Sistem pendingin baterai menjaga temperatur sel baterai tetap stabil, sehingga aman dari risiko panas berlebih .

  4. Pola Mengemudi Nyata: Penelitian dari Stanford University mengungkap bahwa pola berkendara harian yang dinamis seperti akselerasi, pengereman regeneratif, dan jeda istirahat memberikan siklus pemulihan alami bagi sel baterai, membuat usia baterai di jalan raya bisa bertahan 30 hingga 40 persen lebih lama dibandingkan uji coba laboratorium .

Meski baterai EV modern sudah sangat tangguh, beberapa kebiasaan baik dapat membantu memperlambat laju degradasi :

  • Mengisi daya baterai pada rentang ideal 20 hingga 80 persen

  • Meminimalkan penggunaan fasilitas pengisian daya cepat (DC fast charging) secara berlebihan

  • Menghindari memarkir kendaraan di bawah terik matahari langsung dalam durasi lama

“Mayoritas produsen otomotif global bahkan berani memberikan garansi resmi baterai selama 8 tahun atau 160.000 kilometer. Garansi ini menjamin bahwa kapasitas penampungan daya baterai tidak akan terdegradasi melebihi 20 hingga 30 persen selama masa garansi berlaku,” 

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
Pertumbuhan distribusi mobil listrik memperlihatkan peluang pasar yang besar, tetapi harga, layanan purnajual, dan infrastruktur tetap menjadi pertimbangan konsumen.

Mobil Listrik Makin Diminati, tetapi Harga Tetap Menentukan Arah...

Automotive, ElrolumNews — Perkembangan mobil listrik di Indonesia memperlihatkan dua gambaran yang berjalan bersamaan. Dalam sembilan bulan...
Ekspor mobil utuh Indonesia melemah hingga September 2026, meski beberapa produsen masih mencatat pertumbuhan di tengah ketidakpastian pasar global

Ekspor Mobil Indonesia Turun 2,7%, Konflik Timur Tengah Jadi...

Automotive, ElrolumNews — Industri otomotif Indonesia menghadapi tekanan di pasar internasional. Sepanjang Januari–September 2026, ekspor mobil utuh...
Ilustrasi - As roda belakang Chery Omoda 5 terlepas di Johor, Malaysia

Chery Indonesia Buka Suara soal As Roda Copot Omoda...

Jakarta, ElrolumNews — PT Chery Sales Indonesia akhirnya angkat bicara mengenai insiden terlepasnya as roda belakang pada...
Advertisement

Lainnya

Popular