Jakarta, ElrolumNews — PT Chery Sales Indonesia akhirnya angkat bicara mengenai insiden terlepasnya as roda belakang pada sebuah unit Chery Omoda 5 di Johor, Malaysia, yang viral di media sosial sejak awal pekan ini.
Dalam pernyataan resmi yang diterima sejumlah media, Chery Indonesia menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan Chery Malaysia yang saat ini tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui kronologi dan penyebab kejadian.
“Menanggapi perhatian publik terkait insiden pada OMODA 5 di Malaysia, Chery Indonesia terus memantau perkembangan situasi. Saat ini, Chery Malaysia tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui kronologi dan penyebab kejadian, sementara Chery Indonesia terus berkoordinasi untuk memastikan langkah antisipasi yang diperlukan di Indonesia,” demikian bunyi pernyataan resmi Chery Sales Indonesia .
Sebagai langkah preventif, Chery Indonesia mengimbau konsumen untuk rutin melakukan pemeriksaan kendaraan di bengkel resmi Chery guna memastikan kendaraan selalu berada dalam kondisi optimal .
Insiden terjadi pada Selasa, 6 Oktober 2026, di kawasan AEON Tebrau, Johor Bahru, Malaysia. Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan sebuah Omoda 5 berwarna hitam dalam posisi melintang di tengah jalan dengan bagian belakang kendaraan sudah tidak terhubung dengan rakitan gandar belakang.
Kedua roda belakang masih terpasang pada komponen as roda yang terlepas dan berada di belakang kendaraan. Pintu belakang kanan mobil juga terlihat penyok .
Sejauh ini tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut. Polisi Johor belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penyebab kejadian .
Insiden ini mengingatkan publik pada kasus serupa yang terjadi pada April 2024. Saat itu, seorang pemilik Omoda 5 di Malaysia melaporkan kendaraannya tiba-tiba berhenti di jalan akibat patahnya as roda belakang. Roda kiri kendaraan dilaporkan menekan bagian bumper belakang .
Hasil investigasi Chery Auto Malaysia saat itu mengidentifikasi akar masalahnya: kesalahan kalibrasi pada mesin las otomatis milik vendor komponen. Ujung mesin las yang aus diganti dengan ujung baru, tetapi perangkat tidak dikalibrasi ulang sehingga proses pengelasan menjadi tidak sempurna. Akibatnya, lengan poros belakang tidak terfusi secara aman ke rangka logam .
Chery Malaysia kemudian melakukan recall terhadap 600 unit Omoda 5 yang diproduksi antara 14 hingga 17 Agustus 2023 untuk mengganti seluruh komponen rakitan poros belakang .
Di Indonesia, PT Chery Sales Indonesia juga melakukan langkah antisipasi dengan mengidentifikasi 420 unit Omoda 5 1.5T tipe Z dan RZ yang berpotensi terdampak. Konsumen yang teridentifikasi dihubungi untuk melakukan pemeriksaan di diler resmi, dan jika ditemukan potensi masalah, penggantian suku cadang dilakukan tanpa biaya .
Omoda 5 yang mengalami insiden di Malaysia dipasarkan di Indonesia dengan nama Chery C5. Model ini dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Motor Indonesia di Bekasi, Jawa Barat .
Perbedaan fasilitas produksi dan rantai pasok menjadi salah satu alasan Chery Indonesia sebelumnya menyatakan bahwa unit yang beredar di Indonesia tidak secara langsung terdampak oleh insiden di Malaysia. Namun, pada 2024, Chery Indonesia tetap melakukan recall terhadap 420 unit sebagai langkah pencegahan .
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Chery Indonesia mengenai apakah insiden terbaru di Malaysia akan memicu langkah serupa untuk unit yang beredar di Indonesia.




