KYIV, ElrolumNews — Rusia melancarkan serangan besar-besaran rudal dan drone terhadap Kyiv pada dini hari Selasa, 7 Oktober 2026. Ledakan mengguncang ibu kota Ukraina itu sekitar pukul 03.15 waktu setempat, bertepatan dengan ulang tahun ke-74 Presiden Rusia Vladimir Putin.
Jurnalis Kyiv Independent yang berada di lokasi melaporkan sedikitnya 10 hingga 12 ledakan terdengar di pusat kota. “Rudal datang satu demi satu. Sebanyak yang bisa saya hitung, setidaknya ada 10 sampai 12 ledakan. Suaranya sangat keras di pusat kota,” ujar jurnalis Tim Zadorozhny.
Serangan ini bukan tanpa peringatan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidato video Senin malam mengutip informasi intelijen yang menunjukkan Rusia sedang mempersiapkan serangan besar terhadap Ukraina. Ia meminta warga menanggapi peringatan udara dengan serius dan meminta negara-negara sekutu memasok lebih banyak senjata, khususnya sistem pertahanan untuk mencegat rudal balistik.
Beberapa jam sebelum serangan, Angkatan Udara Ukraina melaporkan sejumlah pembom strategis Tu-95 bergerak menuju perbatasan Ukraina. Sekitar pukul 21.00, drone mulai terbang ke arah Kyiv, dan peringatan udara berlangsung dari pukul 21.09 hingga 21.58.
Menurut Angkatan Udara Ukraina dan berbagai laporan media, serangan berlangsung dalam beberapa gelombang.
Gelombang rudal balistik pertama diluncurkan sekitar pukul 03.00, menyasar Kyiv, Zaporizhzhia, dan Dnipro. Angkatan Udara Ukraina juga mendeteksi enam pembom Tu-95 lepas landas dari lapangan terbang Olenegorsk.
Gelombang rudal balistik kedua diluncurkan sekitar pukul 05.00.
Rudal jelajah muncul di wilayah udara Ukraina sekitar pukul 06.00.
Sumber Rusia menyebutkan serangan ini menggunakan sekitar 20 rudal, termasuk Iskander, Zircon, dan Oniks, dengan sasaran infrastruktur militer dan energi. Laporan awal menyebut PLTU Tripoli, pembangkit listrik terbesar di Oblast Kyiv, terkena serangan. Gudang senjata dan fasilitas penyimpanan komponen drone juga dilaporkan menjadi sasaran. Ledakan juga terjadi di Dnipropetrovsk dan Kremenchuk, dengan PLTA Kremenchuk dilaporkan terkena.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan sejumlah serangan di beberapa distrik.
| Distrik | Kondisi |
|---|---|
| Obolon | Serangan di area non-perumahan |
| Podil | Gudang terkena, muncul api dan asap tebal |
| Shevchenkivskyi | Serangan di area non-perumahan, puing rudal terbakar |
| Darnytskyi | Kompleks garasi terkena, dua korban tewas ditemukan |
Administrasi Militer Kota Kyiv kemudian mengonfirmasi bahwa di kompleks garasi Distrik Darnytskyi, tim penyelamat menemukan dua jenazah saat memadamkan api. Dua orang lainnya berhasil diselamatkan.
Gubernur Oblast Dnipropetrovsk Oleksandr Ganzha melaporkan bahwa pasukan Rusia menyerang sebuah perusahaan industri di Dnipro. Di Zaporizhzhia, sebuah target infrastruktur transportasi diserang dan berpotensi menyebabkan pembatasan lalu lintas sementara.
Serangan besar ini merupakan eskalasi terbaru dalam perang jarak jauh yang terus meningkat antara Rusia dan Ukraina. Dalam beberapa hari terakhir, Rusia mengintensifkan serangan terhadap infrastruktur Kyiv, termasuk jembatan-jembatan utama yang melintasi Sungai Dnipro, menyebabkan gangguan lalu lintas parah di ibu kota.
Pada Senin, 6 Oktober, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukan pertahanan udaranya mencegat hampir 900 drone Ukraina di berbagai wilayah, termasuk Moskow, Krimea, dan wilayah Laut Azov. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyatakan lebih dari 650 drone terbang menuju wilayah ibu kota, sementara Gubernur Oblast Moskow Andrei Vorobyov melaporkan 2 orang tewas dan 9 luka-luka.
Kementerian Pertahanan Rusia pada 4 Oktober mengumumkan akan meningkatkan serangan terhadap Kyiv dan wilayah lain, setelah Zelenskyy menyatakan Ukraina akan terus meningkatkan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Moskow menyatakan sasarannya adalah fasilitas militer, industri pertahanan, dan infrastruktur pendukung aktivitas militer.




