KYIV, ElrolumNews — Rusia melancarkan gelombang serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone terhadap Kyiv dan tujuh wilayah Ukraina pada Jumat, 30 Oktober 2026. Infrastruktur energi menjadi sasaran utama serangan, menyebabkan gangguan pasokan listrik yang meluas.
Perdana Menteri Ukraina Serhii Koretskyi menyatakan bahwa wilayah yang terkena serangan meliputi Kyiv, Chernihiv, Dnipropetrovsk, Kharkiv, Poltava, Donetsk, dan Volyn. Fasilitas energi dilaporkan rusak di wilayah Kyiv dan Dnipro. Serangan rudal juga diarahkan ke infrastruktur energi di Poltava. Infrastruktur kereta api turut menjadi sasaran.
“Pada malam hari, Rusia melakukan serangan besar-besaran lainnya dengan rudal dan drone. Kyiv dan tujuh wilayah menjadi sasaran. Target utama musuh adalah sektor energi,” kata Koretskyi melalui Facebook.
Di Kyiv, satu orang dilaporkan tewas. Sedikitnya 12 bangunan hunian, baik rumah pribadi maupun apartemen, rusak di Kyiv, wilayah Kyiv, dan Kharkiv. Empat orang lainnya luka-luka di Kyiv, Donetsk, Kharkiv, dan Volyn.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa serangan drone Shahed menghantam sebuah pembangkit listrik tenaga panas dan listrik di Kyiv. Di wilayah Dnipro, empat gardu induk listrik dihantam dalam satu malam. Serangan drone juga menghantam pembangkit listrik tenaga panas dan listrik di Shostka pada dini hari.
“Serangan Rusia ini menciptakan situasi sulit dalam pasokan listrik di seluruh wilayah kami,” ujar Zelenskyy.
Menurut Zelenskyy, sekitar 200 ribu rumah tangga di Dnipro dan wilayah Dnipropetrovsk masih tanpa listrik. Lebih dari 80 ribu rumah tangga di wilayah Kyiv juga mengalami pemadaman. Tim perbaikan tengah bekerja memulihkan pasokan listrik.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan tersebut menyasar perusahaan industri militer Ukraina, fasilitas energi yang mendukung operasinya, infrastruktur pelabuhan, serta kapal laut yang digunakan militer Ukraina. Rusia menyatakan telah menghantam sebuah pabrik komponen rudal yang memproduksi komponen drone pengintai dan serang, termasuk drone jarak jauh, serta sebuah bengkel perakitan dan penyimpanan drone.
Rusia juga mengklaim menghantam sebuah gardu induk 330 kilovolt yang memasok listrik ke perusahaan industri militer Kyiv. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Serangan ini merupakan bagian dari pola serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina yang berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, pada 16 Oktober 2026, serangan Rusia terhadap fasilitas energi di Kyiv dan wilayah sekitarnya menyebabkan sekitar 600 ribu orang kehilangan listrik dan air.
Zelenskyy menegaskan bahwa dunia melihat Rusia dengan sengaja menargetkan infrastruktur sipil setiap hari. Ia meminta negara-negara yang tidak ingin eskalasi Rusia menyebar lebih jauh ke Eropa untuk membantu Ukraina.
“Langkah-langkah kuat yang benar-benar mengarah pada perdamaian diperlukan, yaitu sanksi terhadap agresor dan paket dukungan baru untuk Ukraina,” ujarnya.




