Teheran, ELrolumnews — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone MQ-1 milik Angkatan Darat Amerika Serikat di atas Selat Hormuz. Klaim ini disampaikan IRGC melalui pernyataan resminya pada Senin (21/9/2026).
Menurut pernyataan IRGC, drone tersebut diintersepsi dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara aeroangkasa baru milik IRGC yang terintegrasi dalam jaringan pertahanan udara nasional Iran. IRGC menyatakan bahwa drone MQ-1 tersebut sebelumnya telah dipensiunkan dari layanan militer AS dan digantikan oleh drone MQ-9 Reaper.
“Drone MQ-1 Angkatan Darat AS telah diintersepsi dan dihancurkan oleh tembakan sistem pertahanan aeroangkasa baru dan canggih Garda Revolusi, di bawah kendali jaringan pertahanan udara terintegrasi, di langit atas Selat Hormuz,” demikian pernyataan IRGC.
IRGC mengklaim bahwa Angkatan Darat AS terpaksa mengaktifkan kembali drone MQ-1 yang telah pensiun karena kehilangan sebagian besar armada MQ-9 mereka selama konflik. Menurut IRGC, MQ-1 yang dikenal dengan julukan “Beast of Kandahar” karena mencatat sekitar 20.000 jam terbang di Afghanistan itu telah dihentikan penggunaannya oleh Angkatan Udara AS pada 2018.
“Karena hancurnya sebagian besar MQ-9, AS terpaksa menggunakannya kembali,” klaim IRGC.
Hingga berita ini diturunkan, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim IRGC tersebut. Sebelumnya, IRGC juga mengklaim telah menembak jatuh drone MQ-9 milik AS di sekitar Pulau Qeshm, yang disebut sebagai MQ-9 ke-53 yang dihancurkan sejak awal konflik.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi jalur utama ekspor minyak dunia. Iran mulai memblokade dan mengontrol wilayah perairan tersebut sejak akhir Februari 2026, setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Teheran.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah insiden serangan terhadap kapal tanker juga dilaporkan terjadi di Selat Hormuz. UKMTO melaporkan dua kapal tanker terkena proyektil tak dikenal pada Senin (21/9), dengan dua kru mengalami luka ringan.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan berangkat ke New York pada Selasa (22/9) untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81. Pezeshkian dijadwalkan berpidato di Sidang Umum pada Rabu (23/9). Pemerintah AS telah menyetujui pemberian visa bagi beberapa pejabat tinggi Iran untuk menghadiri sidang tersebut, meskipun dengan pembatasan perjalanan.
(fvs)





