Teheran, ELrolumNews — Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran telah menyampaikan “rencana konkret tujuh hari” kepada Amerika Serikat melalui Qatar. Menurutnya, Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam waktu tujuh hari jika syarat-syarat yang diajukan Iran dipenuhi.
“Kami telah menyampaikan rencana konkret tujuh hari kepada Amerika Serikat melalui Qatar. Jika mereka menerima, Selat Hormuz bisa dibuka dalam tujuh hari,” ujar Araghchi dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Araghchi menjelaskan bahwa rencana tersebut mencakup sejumlah syarat yang harus dipenuhi AS. Syarat-syarat itu meliputi:
Penghentian perang di semua front
Pencabutan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran
Pembebasan seluruh aset Iran yang dibekukan
“Rencana ini akan mulai berlaku begitu Washington menerimanya. Kami serius ingin menyelesaikan konflik ini melalui jalur diplomatik,” tegas Araghchi.
Qatar berperan sebagai mediator dalam penyampaian rencana tersebut. Menurut Araghchi, Qatar telah menyampaikan pesan Iran kepada AS dan akan terus memfasilitasi komunikasi antara kedua negara.
“Kami berterima kasih kepada Qatar atas perannya sebagai mediator. Kami berharap AS dapat merespons dengan serius,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Amerika Serikat terkait rencana tersebut. Namun, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut pembicaraan dengan Iran di PBB sebagai “sangat baik” dan mengisyaratkan potensi kesepakatan setelah pemilihan umum pertengahan masa jabatan AS pada November mendatang.
Perang AS-Iran dimulai pada 28 Februari 2026 setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi jalur utama ekspor minyak dunia, ditutup oleh Iran sejak awal Maret 2026.
Sejak saat itu, lalu lintas pelayaran di selat tersebut mengalami penurunan drastis. Data pelacakan kapal menunjukkan hanya sekitar 10 kapal komoditas per hari yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa bulan terakhir, angka terendah sejak Mei 2026. Sebelum konflik, lebih dari 100 kapal melintas setiap hari.
Ketegangan di Selat Hormuz turut memengaruhi harga minyak dunia. Harga minyak Brent berada di level US$107 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$102 per barel.
Sejumlah negara terus mendorong upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik. Qatar, Pakistan, dan Turki dilaporkan tengah melakukan mediasi antara AS dan Iran.
(fvs)





