BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Sulawesi Utara, Berlaku 15-18 September!

Bitung, ELrolumNews — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Bitung mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan Sulawesi Utara. Peringatan ini berlaku mulai Selasa (15/9/2026) hingga Jumat (18/9/2026) .

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror, menyatakan bahwa ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Utara.

“Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer dan laut, kami memprakirakan adanya peningkatan kecepatan angin yang berpotensi menciptakan gelombang tinggi di perairan Sulawesi Utara. Masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut diimbau untuk waspada,” ujar Ricky dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026) .

- Advertisement -

BMKG merinci sejumlah wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi:

Wilayah PerairanKetinggian Gelombang
Perairan Bitung1,25 – 2,5 meter
Perairan Manado1,25 – 2,5 meter
Perairan Kepulauan Sangihe1,5 – 2,5 meter
Perairan Kepulauan Talaud1,5 – 2,5 meter
Perairan Laut Maluku1,25 – 2,5 meter
Perairan Laut Sulawesi1,25 – 2,5 meter

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator kapal untuk meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas pelayaran di area yang berpotensi terdampak. Gelombang tinggi dapat membahayakan keselamatan jiwa dan menyebabkan kerusakan pada kapal-kapal kecil.

- Advertisement -

“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi laut dan masyarakat pesisir untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut,” tegas Ricky .

Menurut BMKG, peningkatan gelombang tinggi ini dipicu oleh adanya pola tekanan udara yang menyebabkan peningkatan kecepatan angin di sekitar perairan Sulawesi Utara. Angin dengan kecepatan tinggi bertiup di atas permukaan laut dan menciptakan gelombang yang lebih besar dari biasanya .

BMKG akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan akan memperbarui informasi jika terjadi perubahan signifikan.

(fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
Cyrtodactylus merubetiriensis, spesies cecak jari lengkung baru dari Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur, yang terungkap melalui penelitian morfologi dan DNA sebagai bagian dari keanekaragaman tersembunyi fauna Jawa.

Cecak Baru Ditemukan di Meru Betiri: Ketika Hutan Jawa...

Earth, ElrolumNews - Di tengah hutan Jawa yang selama ini dianggap telah banyak dipelajari, ternyata masih ada...
Tiga spesies baru dari genus Homalomena, yaitu Homalomena boesenbergiifolia, H. trigona, dan H. widyatmokoi, resmi dideskripsikan dari Indonesia pada Oktober 2026.

Tiga Tumbuhan Baru Indonesia Ditemukan dari Tanaman yang Sudah...

Earth, ElrolumNews - Sebuah tanaman yang sudah lama tumbuh dalam pot atau rumah pembibitan mungkin tampak seperti...
Bulbophyllum alsiosum, anggrek yang sebelumnya dikenal dari Filipina dan kini tercatat untuk pertama kalinya di Indonesia setelah ditemukan di hutan pegunungan Sulawesi.

Anggrek yang Dikira Hanya Milik Filipina Ternyata Ditemukan di...

Earth, ElrolumNews - Selama lebih dari satu abad, Bulbophyllum alsiosum dikenal sebagai anggrek yang berasal dari Filipina.Kini,...
Advertisement

Lainnya

Popular