Efek Perang ke Dapur Pemasukan Tukang Servis! Harga Oli Naik Terus, Bengkel Motor di Bali Sepi Pelanggan hingga 50 Persen!

Gianyar, Bali, ElrolumNews – Industri otomotif menjadi salah satu sektor yang paling terdampak konflik Timur Tengah yang berkepanjangan. Dampaknya kini mulai terasa hingga ke bengkel-bengkel kecil di pelosok, seperti di Gianyar, Bali. Harga oli yang terus naik, bahkan hampir setiap pekan, membuat bengkel sepeda motor kehilangan konsumen hingga 50 persen .

Jihan, seorang mekanik motor di Bengkel Montir Dewata di Raya Goa Gajah, wilayah Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar, mengaku hampir semua jenis oli mengalami kenaikan signifikan .

“Harga oli MPX (oli rekomendasi motor Honda) dulu seharga Rp50 ribuan, sekarang menyentuh harga Rp78 ribu,” ujarnya .

- Advertisement -

“Sementara oli Evalube yang dulunya di kisaran harga Rp20 ribuan sekarang telah menyentuh harga Rp58 ribu. Harganya terus naik, hampir setiap minggu naik,” tambahnya .

Kenaikan harga oli ini sangat berdampak pada konsumen. Menurut Jihan, penurunan konsumen hampir 50 persen akibat kenaikan harga oli yang terus terjadi .

- Advertisement -

Biasanya, konsumen datang ke bengkelnya melakukan pergantian oli sekaligus melakukan servis kendaraannya. Namun saat ini, hanya untuk ganti oli saja mereka menanyakan harga terlebih dahulu. Jika dinilai mahal, mereka memilih pergi .

“Dengan kenaikan harga oli ini pelanggan agak turun, sampai 50 persen. Kadang biasanya ganti oli sekalian servis. Tapi sekarang ganti oli pun nanya harga dulu, kalau dinilai mahal mereka pergi,” keluhnya .

Hal senada juga dikatakan I Kadek Putra, pemilik sekaligus mekanik bengkel BMS motor di Jalan Raya Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar .

Ia mengatakan sejak awal konflik Timur Tengah, oli jenis Federal yang biasa dijualnya terus mengalami kenaikan. Dari yang awalnya seharga Rp37 ribu menjadi Rp43 ribu, dan saat ini sudah menyentuh harga Rp51 ribu .

“Tentu kenaikan itu sangat berdampak, konsumen jadi jarang yang datang. Apalagi mendekati hari raya Galungan, kebutuhan masyarakat lagi banyak-banyaknya,” ujarnya .

Putra mengaku saat ini tengah mencari-cari oli dengan harga murah namun tetap mengutamakan kualitas, agar pelanggannya bisa kembali melakukan pergantian oli ke bengkelnya.

(*/Tribun Bali)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
Pertumbuhan distribusi mobil listrik memperlihatkan peluang pasar yang besar, tetapi harga, layanan purnajual, dan infrastruktur tetap menjadi pertimbangan konsumen.

Mobil Listrik Makin Diminati, tetapi Harga Tetap Menentukan Arah...

Automotive, ElrolumNews — Perkembangan mobil listrik di Indonesia memperlihatkan dua gambaran yang berjalan bersamaan. Dalam sembilan bulan...
Ekspor mobil utuh Indonesia melemah hingga September 2026, meski beberapa produsen masih mencatat pertumbuhan di tengah ketidakpastian pasar global

Ekspor Mobil Indonesia Turun 2,7%, Konflik Timur Tengah Jadi...

Automotive, ElrolumNews — Industri otomotif Indonesia menghadapi tekanan di pasar internasional. Sepanjang Januari–September 2026, ekspor mobil utuh...
Ilustrasi - As roda belakang Chery Omoda 5 terlepas di Johor, Malaysia

Chery Indonesia Buka Suara soal As Roda Copot Omoda...

Jakarta, ElrolumNews — PT Chery Sales Indonesia akhirnya angkat bicara mengenai insiden terlepasnya as roda belakang pada...
Advertisement

Lainnya

Popular