Korea Utara Tegaskan Status Nuklir Permanen, Tolak Dialog Denuklirisasi dengan AS!

Pyongyang, Elrolumnews — Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui menegaskan bahwa status nuklir negaranya bersifat permanen dan tidak akan pernah berubah. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap pernyataan bersama Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat yang kembali menyerukan denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea.

“Kami sekali lagi menegaskan dengan jelas bahwa keinginan kuat negara untuk memiliki senjata nuklir tidak dapat dibatalkan dalam keadaan apa pun, atau dengan cara apa pun, dan ini tidak akan pernah berubah, bahkan setelah 100 atau 1.000 tahun,” tulis Choe dalam pernyataan yang diterbitkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kamis (24/9/2026).

Choe menuduh pernyataan bersama tiga negara tersebut sebagai “manifestasi dari sifat konfrontatif kuno” yang masih memusuhi Korea Utara melalui tujuan denuklirisasi yang tidak realistis. Menurutnya, tuntutan denuklirisasi hanya akan mengulangi siklus ketegangan yang tidak berujung.

Pernyataan ini dipandang sebagai penegasan bahwa topik denuklirisasi tidak akan menjadi bagian dari agenda dialog antara Washington dan Pyongyang, meskipun Presiden AS Donald Trump sangat ingin menggelar pertemuan puncak dengan Korea Utara.

Pada hari yang sama, Korea Utara mengumumkan telah melakukan uji coba sistem peluncur roket multi-laras 240 mm versi peningkatan dengan “sistem panduan presisi otomatis.” Uji coba berlangsung pada 22 September di bawah pengawasan Marsekal Pak Jong Chon.

Menurut KCNA, roket yang ditingkatkan mampu menghantam target hingga 100 km dalam mode terbang balistik dan 115 km dalam mode gliding gabungan. Kemampuan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam akurasi dan jangkauan sistem artileri Korea Utara.

Choe menegaskan bahwa senjata nuklir merupakan jaminan keamanan utama bagi Korea Utara. Menurutnya, Pyongyang tidak akan pernah melepaskan program nuklirnya karena hal itu berarti menyerahkan kedaulatan dan keselamatan negara.

“Kekuatan nuklir kami adalah pedang keadilan yang tidak akan pernah kami lepaskan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Amerika Serikat, Jepang, maupun Korea Selatan terkait pernyataan terbaru Korea Utara. Namun, pernyataan Choe ini diperkirakan akan semakin mempersulit upaya diplomasi untuk menggelar dialog denuklirisasi.

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov

Rusia Siap Dialog Damai dengan Ukraina, Tapi Tegaskan Tidak...

New York, Elrolumnews — Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan kesiapan Rusia untuk berdialog guna membangun...
Ilustrasi-Bus malam terbakar di Yamuna Expressway India, 9 penumpang tewas

Kecelakaan Bus Malam di India Tewaskan 9 Penumpang, Api...

New Delhi, ElrolumNews — Sebuah bus malam yang membawa penumpang terbakar di Yamuna Expressway, Greater Noida, India,...
Pakistan serang tiga provinsi Afghanistan, 4 warga tewas

Pakistan Serang Tiga Provinsi Afghanistan, 4 Warga Tewas

Kabul, ELrolumNews — Pemerintah Afghanistan menyatakan bahwa serangan udara yang dilakukan militer Pakistan menghantam tiga provinsi di...

More

Popular

Read More