AS dan Iran Gelar Pembicaraan 3 Jam di PBB, Trump: “Sangat Baik”! Iran Ajukan Syarat Buka Selat Hormuz

New York, Elrolumnews — Amerika Serikat dan Iran menggelar pembicaraan langsung selama tiga jam di sela-sela Sidang Umum PBB ke-81 di New York. Pertemuan ini menjadi yang pertama dalam tiga bulan terakhir dan menandai babak baru dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari enam bulan.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi pertemuan tersebut dan menyebutnya sebagai pembicaraan yang “sangat baik”. “Mereka mengadakan pertemuan yang sangat baik, pertemuan yang sangat produktif. Mereka memiliki jadwal pertemuan lain dalam waktu yang sangat dekat,” ujar Trump kepada wartawan setelah bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di PBB, Selasa (22/9/2026).

Trump juga mengisyaratkan potensi kesepakatan dengan Iran setelah pemilihan umum pertengahan masa jabatan AS pada November mendatang. “Saya tidak bisa membayangkan mengapa mereka tidak ingin melakukannya. Ini adalah potensi kebesaran atau kehancuran. Hanya ada dua pilihan,” tegasnya.

Menurut laporan media pemerintah Iran, Menlu Abbas Araghchi menyampaikan syarat-syarat tegas Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam pertemuan tersebut. Syarat-syarat itu disampaikan melalui Qatar sebagai mediator.

Syarat-syarat Iran meliputi:

  • Penghentian perang di semua front

  • Pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran

  • Pembebasan seluruh aset Iran yang dibekukan

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, sebelumnya menyatakan bahwa Teheran telah menyampaikan tujuh persyaratan kepada Washington.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, mengonfirmasi pembicaraan tersebut melalui unggahan di platform X. Ia menjelaskan bahwa diskusi dilakukan melalui mediator yang “berpindah-pindah antara kedua belah pihak sepanjang hari.”

“Hari ini, di sela-sela Sidang Umum PBB, kami melakukan pembicaraan panjang dengan delegasi Iran melalui mediator. Mereka berhasil menyelesaikan satu putaran diskusi yang kami harap akan terbukti konstruktif dan menjanjikan,” tulis Witkoff. Ia menambahkan bahwa mediator akan melanjutkan pekerjaan mereka.

Di sisi lain, Irak dan Oman dilaporkan melarang penerbangan Iran ke Baghdad dan Muscat mulai 23 September 2026. Larangan ini diduga terkait dengan meningkatnya ketegangan di kawasan dan upaya untuk menekan Iran agar segera mencapai kesepakatan.

Perang AS-Iran dimulai pada 28 Februari 2026 setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Trump awalnya menjanjikan konflik akan berakhir dalam empat hingga lima minggu, namun perang masih berlangsung lebih dari enam bulan kemudian.

Gencatan senjata yang dicapai pada April 2026 dengan cepat runtuh. Nota kesepahaman AS-Iran yang dicapai pada 17 Juni 2026 dengan mediasi negara-negara Timur Tengah juga gagal, dengan kedua pihak kembali melakukan blokade laut dan tidak melanjutkan negosiasi yang dijadwalkan.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan berpidato di Sidang Umum PBB pada Rabu (23/9/2026). Ini menandai pertama kalinya seorang presiden dari negara yang sedang berperang dengan AS menginjakkan kaki di wilayah AS untuk berpidato di PBB.

Dalam pidatonya, Pezeshkian diperkirakan akan menyerukan dukungan internasional untuk mengakhiri konflik dan menuntut pencabutan sanksi serta blokade yang diberlakukan AS.

(fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

UN Secretary-General Antonio Guterres

Sekjen PBB Peringatkan Risiko “Pembersihan Etnis” di Tepi Barat,...

New York, Elroulumnews — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan peringatan keras terkait situasi di...
Presiden Iran Masoud Pezeshkian

Presiden Iran Pidato Bersejarah di PBB: “Kami Korban Terorisme...

New York, ElrolumNews — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato bersejarah di Sidang Umum PBB ke-81 di...
Uni Eropa perpanjang sanksi terhadap Rusia hingga 2029, 3.000 target terdampak

Uni Eropa Perpanjang Sanksi terhadap Rusia hingga 2029, 3.000...

Brussels, Elrolumnews — Dewan Uni Eropa resmi memperpanjang sanksi terhadap Rusia selama 36 bulan ke depan, hingga...

More

Popular

Read More