Tips & Fakta Kuliner, Elrolumnews – Tempe adalah makanan fermentasi tradisional Indonesia yang umumnya dibuat dari kedelai dengan bantuan kapang Rhizopus oligosporus. Selain menjadi lauk sehari-hari, tempe banyak dikaji dari sisi gizi dan kesehatan.
Kandungan gizi yang sering disebut
Pemberitaan RRI menyebut bahwa dalam 100 gram tempe terdapat sekitar 19 gram protein, selain serat dan sejumlah mineral. Angka ini dapat berbeda tergantung bahan baku dan cara pembuatan. Proses fermentasi, menurut kajian yang dihimpun dalam buku bunga rampai tempe yang disusun dosen Poltekkes Kemenkes Jakarta II, dapat meningkatkan kandungan protein terlarut, asam amino, dan beberapa vitamin B.
Beberapa manfaat yang telah dikaji:
- Sumber protein nabati – Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), dalam pemberitaan Kontan, menyebut tempe mengandung protein bermutu tinggi yang mudah dicerna, serat pangan, probiotik, dan isoflavon.
- Berpotensi mendukung kesehatan pencernaan – Sejumlah studi menunjukkan tempe dapat memengaruhi bakteri usus dan memiliki efek prebiotik pada penelitian in vitro. Sebagian bukti berasal dari penelitian laboratorium dan hewan, sehingga hasilnya belum tentu sama pada manusia.
- Dikaitkan dengan kesehatan jantung – Beberapa kajian melaporkan kaitan konsumsi tempe dengan perbaikan kadar kolesterol dan tekanan darah, tetapi bukti pada manusia masih terbatas dan beragam.
- Berpotensi mendukung kesehatan tulang – Tempe mengandung kalsium dan fosfor, namun dampaknya pada tulang bergantung pada pola makan keseluruhan.
Apakah tempe goreng tetap menyehatkan? Cara pengolahan memengaruhi nilai gizi akhir. Tempe yang digoreng dengan banyak minyak akan menambah kalori dan lemak. Merebus, mengukus, atau memanggang adalah alternatif bila ingin mengurangi asupan minyak.
Siapa yang perlu berhati-hati? Tempe berbahan kedelai, sehingga tidak sesuai bagi orang dengan alergi kedelai. Orang dengan kondisi medis tertentu, misalnya yang diminta membatasi jenis makanan tertentu oleh dokter, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Bagaimana dengan status budaya tempe? Pemberitaan KBRN mencatat bahwa pada Maret 2025 Kementerian Kebudayaan mengajukan Budaya Tempe ke Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO. Status akhir penetapan sebaiknya dicek langsung ke sumber resmi UNESCO atau pemerintah.
Tempe memiliki kandungan gizi yang banyak dikaji dan menjadi bagian penting kuliner Indonesia. Meski demikian, sebagian manfaatnya masih bersandar pada penelitian terbatas, sehingga tempe lebih tepat dipandang sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan sebagai solusi tunggal untuk masalah kesehatan.




