Mendagri Tito Respons Karnaval Mistis Pekalongan: Kegiatan Masyarakat Tak Boleh Ganggu Ketertiban Umum!

Jakarta, ElrolumNews — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa kegiatan masyarakat tidak boleh mengganggu ketertiban umum maupun persatuan dan kesatuan bangsa. Pernyataan ini merespons karnaval di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang menuai kontroversi .

Ditemui usai rapat kerja di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (15/9/2026), Tito mengatakan ketentuan tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum .

“Dalam Undang-Undang 9/98 sendiri itu diatur di Pasal 6, tidak boleh mengganggu ketertiban umum, tidak boleh melanggar hukum, kemudian tidak boleh mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Mendagri .

- Advertisement -

Tito mengatakan setiap daerah memiliki badan kesatuan bangsa dan politik (kesbangpol) yang bisa mengatur kegiatan masyarakat. Menurutnya, kegiatan masyarakat yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa serta ketertiban umum dapat dibubarkan .

“Harusnya kegiatan seperti itu dipantau oleh kesbang kalau untuk pemerintah daerahnya dan juga sebetulnya Polri, terus intelijen. Yang kira-kira dapat menimbulkan gangguan ketertiban publik itu bisa dilakukan imbauan dulu dan pendekatan kepada mereka,” katanya .

- Advertisement -

Pemerintah daerah dan aparat keamanan juga bisa memantau sekaligus memberikan imbauan agar kegiatan demikian tidak terjadi .

Sebelumnya, gelaran Simbang Kulon Night Carnival 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026), menuai kontroversi. Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu dinilai menampilkan pertunjukan dan simbol-simbol bernuansa mistis .

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan pentingnya edukasi secara berkesinambungan mengenai batasan pemahaman ekspresi seni, khususnya yang dikaitkan dengan perayaan keagamaan .

Wakil Ketua Umum MUI M. Cholil Nafis mengatakan edukasi itu penting agar publik dan penyelenggara kegiatan tidak kebablasan dalam menerjemahkan seni budaya hingga mengaburkan nilai-nilai syariat Islam .

“Maulid Nabi itu kan disuruh bergembira karena hadirnya Rasulullah SAW dan cara bergembira itu diimplementasikan dengan kumpul-kumpul, membaca Al Quran, serta membaca selawat. Kalaupun dibuat karnaval, buatlah karnaval yang Islami,” kata Nafis dalam keterangannya pada Selasa .

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
Kapolda Sulut pantau SPBU Manado, antrean BBM kembali normal

Kapolda Sulut Turun Langsung Pantau SPBU Manado, Antrean BBM...

Manado, ElrolumNews — Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto turun langsung memantau kondisi antrean kendaraan dan...
Pencari ikan tewas tenggelam di Sungai DAS Tondano Manado, Basarnas evakuasi korban

Pencari Ikan Tewas Tenggelam di Sungai DAS Tondano Manado,...

Manado, ELrolumNews — Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban tenggelam saat menyelam untuk memanah ikan di Sungai DAS...
Ilustrasi-Kebakaran landa permukiman padat Petamburan, api membubung tinggi dini hari

Kebakaran Landa Permukiman Padat Petamburan, Api Membubung Tinggi Dini...

Jakarta, ELrolumNews — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Petamburan 2, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang,...
Advertisement

Lainnya

Popular