Mengenal Komodo, Kadal Purba Asli Indonesia yang Terancam Punah, Populasi Hanya 3.400 Ekor, Pemerintah Batasi Wisatawan 1.000 Orang per Hari!

Jakarta, ElrolumNews – Komodo (Varanus komodoensis) adalah reptil purba yang menjadi ikon kebanggaan Indonesia. Namun, di balik statusnya sebagai “kadal terbesar di dunia,” populasinya terus terancam punah. Saat ini, komodo hanya dapat ditemukan di Pulau Komodo dan beberapa pulau kecil di sekitarnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta di beberapa wilayah di Pulau Flores .

Berdasarkan data dari Kementerian Kehutanan, populasi komodo di dalam Taman Nasional Komodo diperkirakan mencapai 3.200 ekor, sementara di luar kawasan konservasi terdapat sekitar 700 ekor . Total populasi global komodo diperkirakan hanya sekitar 3.400 ekor .

- Advertisement -

Komodo memiliki tubuh yang dapat tumbuh hingga 3 meter dengan berat mencapai 90 kg . Reptil ini memiliki kulit bersisik, cakar yang tajam, dan lidah bercabang kuning yang khas. Mereka adalah karnivora yang memangsa berbagai hewan seperti rusa, babi hutan, dan kerbau.

Ancaman Serius: Perburuan, Perubahan Iklim, dan Tekanan Pariwisata

- Advertisement -

Meskipun statusnya dilindungi, populasi komodo terus terancam oleh berbagai faktor:

  • Perburuan dan Perdagangan Ilegal: Sebuah jaringan perdagangan ilegal komodo berhasil dibongkar pada April 2026. Para pelaku membeli komodo seharga 5,5 juta rupiah per ekor dan menjualnya hingga enam kali lipat harga tersebut, dengan tujuan dikirim ke Thailand. Mereka menghadapi hukuman hingga 5 tahun penjara . Sebanyak 20 komodo diperdagangkan sejak Januari 2025 . Kasus penangkapan di Surabaya juga mengungkap adanya jaringan yang sama .

  • Perubahan Iklim: Kenaikan suhu global dan permukaan laut diperkirakan akan mengurangi habitat komodo minimal 30 persen dalam 45 tahun ke depan. Komodo terdaftar sebagai spesies terancam punah (endangered) dalam daftar merah IUCN sejak September 2025 .

  • Tekanan Pariwisata: Pada 2025, Taman Nasional Komodo mencatat 429.509 kunjungan wisatawan, melebihi daya dukung tahunan yang hanya 378.870 pengunjung. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menerapkan pembatasan kunjungan menjadi 1.000 wisatawan per hari mulai April 2026 . Kunjungan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perubahan perilaku komodo dan penurunan kualitas habitat .

  • Konflik dengan Manusia: Di luar kawasan konservasi, komodo sering memasuki pemukiman dan memangsa ternak warga. BBKSDA NTT memasang 12 kamera jebak untuk memantau pergerakan komodo dan mencegah konflik. Warga diimbau untuk melapor jika melihat komodo di dekat pemukiman.

Pemerintah Indonesia telah meluncurkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Komodo (SRAK) 2025-2035 sebagai panduan perlindungan komodo hingga 2035 . Dokumen ini disusun melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Kementerian Kehutanan, LSM, dan organisasi konservasi seperti Komodo Survival Program (KSP) .

BRIN bersama BBKSDA NTT juga meluncurkan studi keragaman genetik komodo untuk mendukung konservasi berbasis sains, manajemen habitat, dan pencegahan perdagangan ilegal. Data genetik ini akan membantu menentukan asal-usul komodo yang disita dari perdagangan ilegal agar tidak mengganggu struktur genetik populasi asli .

Melalui kerja sama dengan Jepang, Kebun Binatang Surabaya meminjamkan sepasang komodo ke iZoo Jepang untuk program penangkaran dan konservasi eks-situ.

Pemerintah juga merencanakan konservasi eks-situ untuk mendukung perlindungan komodo di luar habitat alami, sekaligus membuka peluang wisata edukasi dan mengurangi tekanan wisatawan di habitat asli . Proyek “Jurassic Park” di Pulau Rinca yang sempat menuai kontroversi dan peringatan dari UNESCO tetap dilanjutkan dengan klaim tidak berdampak negatif.

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
Tiga spesies baru dari genus Homalomena, yaitu Homalomena boesenbergiifolia, H. trigona, dan H. widyatmokoi, resmi dideskripsikan dari Indonesia pada Oktober 2026.

Tiga Tumbuhan Baru Indonesia Ditemukan dari Tanaman yang Sudah...

Earth, ElrolumNews - Sebuah tanaman yang sudah lama tumbuh dalam pot atau rumah pembibitan mungkin tampak seperti...
Bulbophyllum alsiosum, anggrek yang sebelumnya dikenal dari Filipina dan kini tercatat untuk pertama kalinya di Indonesia setelah ditemukan di hutan pegunungan Sulawesi.

Anggrek yang Dikira Hanya Milik Filipina Ternyata Ditemukan di...

Earth, ElrolumNews - Selama lebih dari satu abad, Bulbophyllum alsiosum dikenal sebagai anggrek yang berasal dari Filipina.Kini,...
Tomiyamichthys oriens, spesies shrimp goby baru yang dideskripsikan dari perairan pesisir Banyuwangi, Jawa Timur, dengan lima bercak oranye khas pada tubuhnya.

Ikan Kecil dengan Lima Bercak Oranye: Spesies Baru Ditemukan...

Earth, ElrolumNews - Seekor ikan kecil dari perairan Banyuwangi, Jawa Timur, kini memiliki identitas ilmiah baru.Namanya Tomiyamichthys...
Advertisement

Lainnya

Popular