Religi, ELrolumNews –
“Kisah nyata Richard Wurmbrand, seorang pendeta Lutheran di Rumania yang dipenjara selama 14 tahun karena imannya kepada Kristus. Di tengah penyiksaan yang mengerikan, ia tidak membalas kebencian dengan kebencian — ia justru mendoakan para penyiksanya. Kisahnya mengubah cara dunia melihat penganiayaan Kristen.”
Dari Ateis Menjadi Pengikut Kristus
Aku lahir pada tanggal 24 Maret 1909 di Bucharest, Rumania, dari sebuah keluarga Yahudi . Namaku Richard Wurmbrand. Aku adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Sejak kecil, aku dikenal cerdas — aku fasih menggunakan sembilan bahasa asing .
Ketika masih remaja, aku dikirim ke Moskow untuk mempelajari Marxisme . Aku menjadi anggota Komunis Internasional, bekerja sebagai agen dan koordinator yang dibayar langsung oleh Moskow . Aku percaya pada komunisme. Aku percaya bahwa itu adalah jalan menuju dunia yang lebih baik.
Aku tidak percaya pada Tuhan. Aku adalah seorang ateis.
Tetapi Tuhan memiliki rencana yang berbeda.
Pada tahun 1938 — dua tahun setelah aku menikah dengan Sabina pada 26 Oktober 1936 — hidupku berubah . Aku bertemu dengan seorang tukang kayu tua bernama Christian Wölfkes. Orang tua itu telah berdoa selama bertahun-tahun agar Tuhan mengirim seorang Yahudi kepadanya untuk diajak mengenal Kristus.
Ketika ia melihat aku adalah seorang Yahudi, ia “merayu” aku seperti seorang pemuda merayu gadis yang dicintainya. Ia melihat aku sebagai jawaban atas doanya. Ia memberiku sebuah Alkitab untuk dibaca .
Aku pernah membaca Alkitab sebelumnya — karena kepentingan budaya, bukan karena iman. Tetapi Alkitab yang ia berikan berbeda. Alkitab itu tidak hanya ditulis dengan kata-kata, tetapi dengan nyala api kasih yang dinyalakan oleh doa-doa orang tua itu. Aku hampir tidak bisa membacanya. Aku hanya bisa menangisinya. Membandingkan hidupku yang buruk dengan kehidupan Yesus; ketidaksucianku dengan kebenaran-Nya; kebencianku dengan kasih-Nya — dan Dia menerima aku sebagai milik-Nya .
Sejak saat itu, hidupku mengambil arah yang sepenuhnya baru. Aku yang dulunya seorang pengusaha sukses, kini menjadi seorang pendeta Lutheran. Aku mulai bekerja untuk memperluas gereja di Rumania .
Konfrontasi di Kongres
Pada tahun 1944, Uni Soviet menduduki Rumania sebagai langkah pertama untuk mendirikan rezim komunis . Aku mulai melayani orang-orang sebangsaku yang tertindas, dan dengan berani juga melayani para serdadu Rusia .
Pada tahun 1945, aku dan Sabina mengikuti Kongres Kultus yang diadakan oleh pemerintah komunis Rumania. Dalam kongres itu, banyak pemimpin agama maju ke depan untuk memberi pujian kepada komunisme dan bersumpah setia terhadap rezim baru itu .
Aku duduk dalam kegelisahan. Sabina menoleh kepadaku dan berkata: “Richard, berdirilah dan hapuskan kehinaan ini dari wajah Kristus.”
Aku menjawab: “Jika aku melakukannya, kamu akan kehilangan suamimu.”
Sabina menjawab dengan tegas: “Aku tidak pernah menginginkan seorang suami yang pengecut.”
Aku terdiam. Kata-kata istriku menusuk hatiku. Aku berdiri di hadapan empat ribu delegasi dan membuat pernyataan bahwa tugas mereka hanyalah satu: memuliakan Allah dan Kristus saja .
Aku tahu konsekuensinya. Tetapi aku tidak bisa diam.
Penangkapan dan Penyiksaan
Pada tanggal 29 Februari 1948, polisi rahasia menahanku ketika aku sedang dalam perjalanan menuju gerejaku. Aku diberi label “Tahanan Nomor 1” .
Aku menghabiskan tiga tahun dalam isolasi total — dua belas kaki di bawah tanah, tanpa cahaya, tanpa suara. Para penjaga bahkan meletakkan kain flanel di bawah sepatu mereka agar aku tidak bisa mendengar langkah mereka .
Bagaimana aku mempertahankan kewarasanku? Aku tidur di siang hari dan terjaga di malam hari, berkhotbah dengan suara keras kepada diriku sendiri .
Aku dipindahkan dari satu penjara ke penjara lain. Aku disiksa dengan cara-cara yang mengerikan. Kakiku dipukuli sampai dagingnya terbuka, dan keesokan harinya dipukuli lagi sampai tulangnya terlihat . Aku dibakar, dimutilasi, dan dikunci dalam lemari es besar .
Selama masa penahananku, Sabina juga ditangkap pada tahun 1950. Ia dipenjara dan mengalami kerja paksa untuk menyelesaikan proyek Kanal Danube. Ia hampir mati kedinginan . Pihak berwenang berkali-kali memberitahunya bahwa aku telah mati di penjara .
Tetapi Sabina tidak percaya. Ia tahu aku masih hidup.
Kasih yang Melampaui Kebencian
Yang membuat kisahku berbeda bukanlah penderitaan yang aku alami. Banyak orang menderita. Yang membuat kisahku berbeda adalah apa yang Tuhan ajarkan kepadaku di dalam penjara.
Aku belajar untuk mengasihi musuh-musuhku.
Aku pernah berkata: “Aku telah melihat orang-orang Kristen di penjara-penjara Komunis dengan lima puluh pon rantai di kaki mereka, disiksa dengan besi panas membara, dengan sendok garam dituangkan ke tenggorokan mereka, kemudian dibiarkan tanpa air, kelaparan, dicambuk, menderita kedinginan — dan berdoa dengan sungguh-sungguh untuk orang-orang Komunis. Secara manusiawi tidak dapat dijelaskan! Itulah kasih Kristus, yang dicurahkan ke dalam hati kita.”
Selama di penjara, aku menyusun 350 khotbah dalam ingatanku. Hasilnya kemudian diterbitkan dalam buku With God in Solitary Confinement (1969) .
Pembebasan dan Warisan
Pada tahun 1956, aku dibebaskan setelah dipenjara selama delapan setengah tahun. Aku diberi peringatan untuk tidak berkhotbah lagi .
Tetapi aku tidak bisa berhenti. Aku kembali melayani gereja-gereja bawah tanah. Pada tahun 1959, aku ditangkap lagi dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara .
Pada tahun 1964, orang-orang Norwegia membayar $10.000 kepada rezim Komunis untuk pembebasanku . Aku dan Sabina kemudian beremigrasi ke Amerika Serikat.
Di Amerika, aku menulis lebih dari 18 buku, termasuk yang paling terkenal: Tortured for Christ . Pada tahun 1967, aku mendirikan The Voice of the Martyrs — sebuah organisasi yang menyuarakan penderitaan gereja-gereja yang teraniaya di seluruh dunia .
Aku meninggal pada tanggal 17 Februari 2001 di California, pada usia 91 tahun .
Pelajaran dari Richard Wurmbrand
Dari kehidupan Richard Wurmbrand, kita belajar banyak hal:
Pertama, kasih Kristus lebih kuat dari kebencian manusia. Di tengah penyiksaan yang mengerikan, Richard tidak membalas dengan kebencian. Ia mendoakan para penyiksanya. Ini bukan kekuatan manusia — ini adalah kasih Kristus yang dicurahkan ke dalam hatinya.
Kedua, penderitaan karena Kristus bukanlah akhir. Richard dipenjara selama 14 tahun. Tetapi kematiannya bukanlah akhir dari pelayanannya. Justru dari penjara, ia melahirkan karya-karya yang menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.
Ketiga, dukungan keluarga adalah kekuatan yang luar biasa. Sabina tidak pernah meninggalkan Richard. Ia bahkan mendorongnya untuk berdiri teguh di hadapan Kongres. Ketika suaminya dipenjara, ia sendiri dipenjara. Ketika diberitahu suaminya mati, ia tidak percaya. Mereka berdua adalah pahlawan iman.
Saya tidak tahu apa yang Anda hadapi hari ini.
Mungkin Anda sedang mengalami penganiayaan karena iman Anda. Mungkin Anda merasa sendiri dan takut. Mungkin Anda bertanya: “Apakah Tuhan masih menyertaiku?”
Ingatlah Richard Wurmbrand.
Ia dipenjara selama 14 tahun. Ia disiksa dengan cara-cara yang tidak bisa kita bayangkan. Tetapi ia tidak pernah sendiri. Tuhan menyertainya di setiap sel, di setiap penyiksaan, di setiap malam yang gelap. Dan ketika ia dibebaskan, ia menggunakan kesaksiannya untuk menguatkan jutaan orang percaya di seluruh dunia.
“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” — Matius 5:10
KESIMPULAN
Tiga Pelajaran dari Richard Wurmbrand
1. Kasih Kristus Lebih Kuat dari Kebencian Manusia
Di tengah penyiksaan yang mengerikan, Richard tidak membalas dengan kebencian. Ia mendoakan para penyiksanya. Ini adalah kasih yang hanya mungkin dari Tuhan.
“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44)
2. Penderitaan Bukanlah Akhir dari Pelayanan
Richard dipenjara selama 14 tahun. Tetapi dari penjara, ia melahirkan karya-karya yang menginspirasi dunia. Tuhan menggunakan penderitaan untuk mempersiapkan sesuatu yang lebih besar.
“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18)
3. Dukungan Keluarga adalah Kekuatan yang Luar Biasa
Sabina tidak pernah meninggalkan Richard. Ia mendorongnya untuk berdiri teguh, dan ketika suaminya dipenjara, ia sendiri dipenjara. Mereka berdua adalah pahlawan iman.
“Dua lebih baik dari pada satu, karena mereka menerima upah yang lebih besar untuk jerih payah mereka.” (Pengkhotbah 4:9)
Untuk Renungan
Apakah Anda bersedia menderita karena iman Anda?
Apakah Anda mampu mengasihi orang yang menyakiti Anda?
Bacalah Matius 5:10-12 — janji bagi mereka yang dianiaya karena kebenaran.
Bacalah Roma 8:18 — tentang kemuliaan yang jauh lebih besar dari penderitaan kita.
Doakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami penganiayaan di seluruh dunia.
Kabar baiknya: Penderitaan kita di dunia ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya — bahkan di penjara yang paling gelap sekalipun.
(el)
Sumber Utama
Voice of the Martyrs. Wurmbrand: Tortured for Christ – The Complete Story. Colorado Springs: David C. Cook, 2018. Buku yang menggabungkan kisah Richard dan Sabina Wurmbrand dari tiga buku: The Pastor’s Wife, In God’s Underground, dan Tortured for Christ .
Wurmbrand, Richard. Tortured for Christ. Buku otobiografi Richard Wurmbrand yang menjadi karya klasik tentang penganiayaan Kristen di abad ke-20.
Wurmbrand, Richard. In God’s Underground. Living Sacrifice Book Company, 2004. Kisah Richard selama 14 tahun di penjara Komunis .
Wurmbrand, Richard. With God in Solitary Confinement (1969). Kumpulan 350 khotbah yang Richard susun dalam ingatannya selama di penjara .
Congressional Record. “Truth About Communism” (12 Maret 2020). Pidato Kongres AS yang memberikan penghormatan kepada Richard Wurmbrand dan mencatat detail penangkapannya (29 Februari 1948), isolasi 3 tahun, dan pembebasan tahun 1964 .
e-MISI (SABDA.org). “Richard dan Sabina Wurmbrand”. Sumber yang mencatat kelahiran (24 Maret 1909), pernikahan (26 Oktober 1936), pertobatan (1938), dan kronologi penangkapan .
Whitworth University. “Richard Wurmbrand and the Underground Church”. Sumber akademis yang mencatat pertemuan dengan Christian Wölfkes dan konfrontasi di Kongres Kultus .
Sumber Tambahan
Misi.SABDA.org. “Richard Wurmbrand”. Sumber yang mencatat penguasaan sembilan bahasa dan pendirian The Voice of the Martyrs .
Brown University. The Hall-Hoag Collection. Arsip yang mencatat pendirian The Voice of the Martyrs pada tahun 1967 .
Tes.com. “Richard & Sabina Wurmbrand: The Underground Church in Romania” (2025). Sumber yang mencatat detail penyiksaan termasuk mutilasi, pembakaran, dan pengurungan dalam lemari es .





