Bangkok, ELrolumNews — Banjir besar yang melanda Thailand sejak pertengahan September 2026 terus menelan korban. Hingga Selasa (29/9/2026), jumlah korban meninggal mencapai 23 orang, dengan empat korban terbaru dilaporkan di Bangkok.
Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand menyatakan bahwa sekitar 700.000 orang terdampak di ibu kota. Sekolah-sekolah masih ditutup dan hampir 7.000 orang mengungsi di lebih dari 230 tempat penampungan.
Pemerintah Thailand telah menyetujui dana darurat senilai 122 juta dolar AS untuk membantu korban banjir. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk evakuasi, bantuan pangan, dan pemulihan infrastruktur.
“Kami akan memastikan seluruh korban mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Dana darurat ini akan segera disalurkan,” ujar Anutin dalam konferensi pers di Bangkok, Selasa (29/9/2026).
Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, menyatakan bahwa seluruh wilayah ibu kota masih berstatus zona bencana banjir. Ketinggian air di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter, terutama di kawasan permukiman padat.
“Kami terus mengerahkan pompa dan personel untuk menyedot air. Prioritas kami adalah menyelamatkan warga,” tegas Chadchart.
Lalu lintas di berbagai ruas jalan utama masih lumpuh. Sejumlah stasiun MRT dan BTS dilaporkan terganggu akibat genangan air.
Pemerintah kota Bangkok terus mempercepat penyedotan air dengan mengerahkan pompa berkapasitas besar. Karung pasir juga didistribusikan ke warga untuk membendung air yang masuk ke rumah.
Tim dari Kementerian Dalam Negeri dan Departemen Pencegahan Bencana dikerahkan untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan.
Badan Meteorologi Thailand memperingatkan bahwa hujan diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau untuk bersiap menghadapi potensi banjir susulan.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tegas Anutin.
antara/reuters/ap




