Science, ElrolumNews – Sekitar 300 tahun cahaya dari Bumi, dua benda langit sedang menjalani hubungan kosmik yang sangat tidak biasa.
Yang satu adalah bintang kecil berwarna kemerahan.
Yang lain adalah katai cokelat, objek yang terlalu kecil untuk menjadi bintang sejati tetapi jauh lebih masif daripada planet raksasa.
Keduanya mengorbit satu sama lain dalam waktu hanya sekitar 87 menit.
Namun, bukan hanya jarak mereka yang luar biasa dekat.
Bintang tersebut perlahan-lahan menarik materi dari katai cokelat pasangannya.
Untuk pertama kalinya, astronom berhasil mengamati secara langsung sistem seperti ini—sebuah objek sub-bintang yang mentransfer massa secara stabil kepada bintang deret utama. Temuan tersebut diterbitkan pada 5 Oktober 2026 di Nature Astronomy.
Sistem itu diberi nama ZTF J0440+2325.
Dan cara kedua benda ini berinteraksi membuka kemungkinan baru tentang bagaimana benda-benda kecil di sekitar bintang dapat berakhir.
Bukan Tabrakan, Melainkan “Dimakan” Perlahan
Ketika sebuah planet atau objek sub-bintang mendekati bintangnya terlalu jauh, gambaran yang selama ini paling mudah dibayangkan adalah kehancuran.
Bintang menarik objek tersebut.
Orbitnya menyusut.
Kemudian objek itu ditelan.
Namun alam semesta ternyata memiliki skenario lain.
Dalam kondisi tertentu, transfer massa dapat berlangsung jauh lebih lambat.
Alih-alih langsung menghancurkan pasangannya, bintang mengambil materi sedikit demi sedikit.
Itulah yang ditemukan pada ZTF J0440+2325.
Para peneliti menyimpulkan bahwa katai cokelat di sistem tersebut mengisi wilayah gravitasinya hingga materi mulai mengalir menuju bintang pendampingnya. Proses itu dikenal sebagai mass transfer atau transfer massa.
Yang membuat penemuan ini penting adalah sifatnya yang stabil.
Bukan ledakan.
Bukan tabrakan.
Melainkan proses kosmik yang berlangsung perlahan.
Satu Putaran Hanya 86,65 Menit
Bayangkan dua benda langit mengorbit satu sama lain.
Bumi membutuhkan sekitar 365 hari untuk mengelilingi Matahari.
Sistem ZTF J0440+2325 hanya membutuhkan sekitar 86,65 menit untuk menyelesaikan satu orbit.
Jarak antara kedua objek begitu kecil sehingga seluruh orbit sistem tersebut dapat berada dalam ukuran yang sebanding dengan diameter Matahari.
Bintang penerima massanya diperkirakan memiliki massa sekitar 85 kali massa Jupiter.
Sementara katai cokelat yang kehilangan materi memiliki massa sekitar 25 kali massa Jupiter.
Keduanya sama-sama kecil jika dibandingkan dengan bintang seperti Matahari.
Namun karena berada begitu dekat, gravitasi mereka menghasilkan interaksi yang sangat kuat.
Apa Itu Katai Cokelat?
Katai cokelat sering disebut sebagai “bintang gagal”.
Istilah itu cukup populer, tetapi perlu sedikit penjelasan.
Bintang terbentuk ketika awan gas runtuh dan memiliki massa yang cukup untuk mempertahankan reaksi fusi hidrogen di intinya.
Katai cokelat tidak memiliki massa yang cukup untuk menjadi bintang deret utama seperti Matahari.
Namun ia juga tidak dapat begitu saja disebut planet.
Katai cokelat berada di antara keduanya dalam hal massa dan proses pembentukannya.
Dalam sistem ZTF J0440+2325, objek inilah yang kini kehilangan sebagian materinya kepada bintang kecil pasangannya.
Jadi, ini bukan kasus planet yang sedang dimakan bintang.
Yang diamati adalah katai cokelat yang secara perlahan kehilangan materi kepada bintang katai-M.
Misteri “Segitiga” yang Ternyata Bukan Segitiga
Penemuan ini bermula dari sesuatu yang tampaknya sederhana: pola perubahan cahaya.
Data dari Zwicky Transient Facility atau ZTF menunjukkan pola cahaya yang aneh pada sebuah sumber di langit.
Kurva cahayanya berbentuk seperti segitiga.
Bagi astronom, bentuk tersebut merupakan petunjuk bahwa ada sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi.
Para peneliti kemudian mengamati sistem tersebut menggunakan sejumlah instrumen, termasuk observasi spektroskopi dan fotometri.
Mereka menemukan bahwa pola cahaya tersebut dapat dijelaskan oleh sebuah hot spot—wilayah panas pada permukaan bintang tempat aliran materi dari katai cokelat menghantam bintang.
Dengan kata lain, mereka tidak hanya melihat dua benda yang mengorbit.
Mereka melihat jejak materi yang berpindah dari satu benda ke benda lainnya.
Materi Tidak Membentuk Piringan Seperti di Sekitar Lubang Hitam
Transfer massa biasanya mengingatkan kita pada lubang hitam.
Ketika lubang hitam menarik materi dari objek di dekatnya, materi tersebut dapat membentuk cakram akresi yang sangat panas sebelum akhirnya jatuh ke dalam lubang hitam.
Tetapi sistem ini berbeda.
Objek yang menerima materi bukan lubang hitam.
Ia adalah bintang kecil.
Karena ukuran bintang penerima relatif besar dan kedua benda berada sangat dekat, aliran materi dari katai cokelat diperkirakan langsung menghantam permukaan bintang.
Simulasi dinamika yang dilakukan tim peneliti mendukung skenario tersebut.
Tabrakan aliran materi itu menghasilkan wilayah panas yang kemudian terlihat sebagai perubahan kecerahan sistem ketika kedua benda terus berputar.
Jadi, pola cahaya aneh yang awalnya tampak seperti teka-teki ternyata merupakan tanda dari “makan perlahan” dalam skala kosmik.
Bukan Sekadar Penemuan Satu Sistem
Yang membuat penelitian ini semakin menarik adalah adanya sistem kedua.
Para astronom juga mengidentifikasi ZTF J1444+4820, sebuah sistem dengan periode orbit sekitar 67 menit yang dianggap sebagai kandidat kuat sistem transfer massa serupa. Namun, sistem kedua ini lebih kompleks karena berada dalam konfigurasi hierarchical triple dan bukti transfer massanya belum sekuat ZTF J0440+2325.
Perbedaan tingkat kepastian ini penting.
ZTF J0440+2325 merupakan bukti utama dalam penelitian tersebut.
ZTF J1444+4820 adalah kandidat yang menjanjikan untuk dipelajari lebih lanjut.
Dengan dua sistem yang menunjukkan petunjuk serupa, astronom kini memiliki alasan untuk mencari objek lain dengan mekanisme yang sama.
Mengapa Benda Ini Tidak Langsung Hancur?
Secara intuitif, kita mungkin berpikir bahwa begitu katai cokelat mulai kehilangan materi, prosesnya akan berlangsung cepat.
Namun sistem dengan massa relatif kecil dapat memiliki dinamika yang berbeda.
Model teoritis sebelumnya memang memungkinkan adanya transfer massa stabil dan berumur panjang dari objek sub-bintang kepada bintang deret utama.
Masalahnya, sampai sekarang belum ada pengamatan langsung yang menunjukkan proses tersebut benar-benar terjadi.
Penelitian terbaru inilah yang memberikan bukti observasional pertama.
Karena transfer berlangsung stabil, katai cokelat tidak harus langsung dihancurkan.
Sebagian materinya hilang.
Kemudian sistem terus mengorbit.
Dan proses tersebut dapat berlangsung dalam rentang waktu yang sangat panjang.
Bisa Berlangsung Miliaran Tahun
Salah satu bagian paling mengejutkan dari penelitian ini adalah perkiraan umur prosesnya.
Para peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi perlahan terhadap objek sub-bintang tersebut secara teoritis dapat berlangsung hingga ratusan ribu atau bahkan miliaran tahun, bergantung pada parameter sistem dan laju transfer massanya.
Ini bukan berarti astronom telah mengamati proses tersebut selama miliaran tahun.
Tidak mungkin.
Angka tersebut merupakan perkiraan evolusioner berdasarkan model fisika sistem.
Perbedaan itu penting secara jurnalistik.
Yang benar-benar diamati adalah transfer massa stabil.
Sedangkan miliaran tahun adalah rentang waktu yang diperkirakan berdasarkan bagaimana sistem semacam ini dapat berevolusi.
Masa Depan Sistem Ini Bukan Sekadar “Dimakan”
Jika proses berlangsung stabil, masa depan ZTF J0440+2325 bukan seperti sebuah benda yang tiba-tiba jatuh ke bintangnya.
Sistem dapat berevolusi perlahan.
Katai cokelat kehilangan massa.
Bintang penerima memperoleh materi.
Orbit dan struktur kedua objek kemudian berubah secara bertahap.
Pada akhirnya, sistem tersebut akan mencapai tahap evolusi yang berbeda dari kondisi yang kita lihat sekarang.
Dalam astronomi, perubahan semacam ini membantu ilmuwan memahami bagaimana sistem bintang bermassa rendah berkembang selama waktu yang sangat panjang.
Dan yang lebih penting, sistem tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara sebuah bintang dengan benda di sekitarnya tidak selalu mengikuti pola sederhana: mengorbit, mendekat, lalu ditelan.
Ada tahap peralihan yang jauh lebih rumit.
Apa Hubungannya dengan Masa Depan Planet?
Penemuan ini juga memberikan konteks menarik bagi pertanyaan tentang nasib planet.
Para astronom telah lama mengetahui bahwa ketika sebuah bintang seperti Matahari memasuki fase raksasa merah, planet-planet yang berada cukup dekat dapat menghadapi nasib buruk.
Bumi sendiri diperkirakan akan menghadapi perubahan ekstrem ketika Matahari berevolusi menjadi raksasa merah miliaran tahun dari sekarang.
Namun ZTF J0440+2325 menunjukkan bahwa interaksi antara bintang dan objek pendamping tidak selalu berakhir dengan penghancuran cepat.
Dalam kondisi tertentu, transfer massa dapat menjadi proses yang stabil dan panjang.
Tentu saja, katai cokelat dan Bumi bukan objek yang sama.
Karena itu, hasil penelitian ini tidak boleh ditafsirkan sebagai prediksi bahwa Bumi akan mengalami nasib serupa.
Nilainya terletak pada pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana benda-benda yang mengorbit bintang dapat berevolusi ketika jaraknya menjadi sangat dekat.
Alam Semesta Memiliki Cara “Memakan” yang Berbeda
Di alam semesta, kata “memakan” sering digunakan untuk menggambarkan proses yang sebenarnya sangat berbeda.
Lubang hitam dapat mengakresi materi.
Bintang dapat menelan planet ketika berevolusi.
Bintang neutron dapat menerima materi dari pasangan binernya.
Kini astronom memiliki contoh lain: sebuah bintang kecil yang memperoleh materi secara perlahan dari katai cokelat.
Tidak ada ledakan besar.
Tidak ada kehancuran seketika.
Hanya dua benda langit yang berputar sangat dekat—sementara salah satunya perlahan kehilangan sebagian dirinya.
ZTF J0440+2325 mengingatkan kita bahwa evolusi kosmik tidak selalu berlangsung dalam adegan dramatis.
Kadang-kadang, perubahan terbesar terjadi dengan cara yang jauh lebih tenang.
Satu orbit setiap 87 menit.
Satu aliran materi yang terus berlangsung.
Dan sebuah proses yang mungkin membutuhkan miliaran tahun untuk menyelesaikan kisahnya.
Sumber Berita
Householder, A. et al. (2026). “Stable mass transfer from a substellar object onto an M dwarf.” Nature Astronomy. DOI: 10.1038/s41550-026-02992-6.
Massachusetts Institute of Technology (MIT News). “Astronomers catch a star slowly snacking on a brown dwarf, 300 light years away.” 5 Oktober 2026.
MIT Department of Physics. “Astronomers catch a star slowly snacking on a brown dwarf, 300 light years away.” 5 Oktober 2026.
Nature Portfolio. “Astronomy: Red and white dwarfs caught consuming their orbiting objects.” 6 Oktober 2026.




