Ketika Roti Terbuang Menyelamatkan Pasukan

History, Elrolumnews – Tahun 1943. Di sebuah laboratorium di Peoria, Illinois, Amerika Serikat, seorang ilmuwan sedang bekerja dengan jamur. Ia tidak mencari obat. Ia tidak mencari senjata. Ia hanya mencari cara untuk mempercepat produksi penisilin—antibiotik yang baru saja menyelamatkan nyawa ribuan tentara Sekutu di medan perang. Tapi ada masalah: jamur yang mereka gunakan tumbuh terlalu lambat. Produksi penisilin tidak bisa mengimbangi kebutuhan perang .

Di tengah keputusasaan itu, seorang asisten laboratorium bernama Mary Hunt pergi ke pasar. Ia tidak mencari bahan kimia atau peralatan canggih. Ia hanya mencari buah-buahan. Dan di sana, ia menemukan sesuatu yang tak terduga: blewah berjamur emas. Jamur dari blewah itu—yang kemudian disebut Penicillium chrysogenum—ternyata menghasilkan 1.000 kali lebih banyak penisilin daripada jamur asli yang ditemukan Alexander Fleming . Penemuan tak sengaja itu mengubah sejarah. Dari sebuah buah yang hampir dibuang, jutaan nyawa terselamatkan.

Pada 1928, Alexander Fleming—seorang ahli bakteriologi Skotlandia—kembali dari liburan dan menemukan laboratoriumnya berantakan. Cawan-cawan petri berisi bakteri Staphylococcus aureus berserakan, dan salah satunya terkontaminasi oleh jamur biru kehijauan . Fleming hampir membuang cawan itu, tapi sesuatu menarik perhatiannya: di sekitar jamur itu, bakteri mati .

Fleming menamai zat yang dihasilkan jamur itu penisilin. Tapi ia tidak bisa memurnikannya dalam jumlah besar. Ia mempublikasikan temuannya pada 1929, lalu meninggalkannya. Butuh lebih dari satu dekade sebelum orang lain—Howard Florey, Ernst Chain, dan Norman Heatley dari Universitas Oxford—berhasil mengubah penisilin menjadi obat yang bisa digunakan .

Pada 1941, saat Perang Dunia II berkecamuk, Sekutu menghadapi masalah besar: penisilin terlalu sulit diproduksi. Jamur yang digunakan Fleming tumbuh lambat, dan hasilnya sedikit. Ribuan tentara Sekutu meninggal karena infeksi yang seharusnya bisa diobati .

Florey dan Heatley berangkat ke Amerika Serikat untuk mencari cara mempercepat produksi. Di Peoria, Illinois, sebuah laboratorium penelitian mulai mencari strain jamur yang lebih produktif. Mereka mencari di mana-mana—di tanah, di buah-buahan, di roti basi.

Pada 1943, Mary Hunt—seorang asisten laboratorium yang kemudian dijuluki “Mouldy Mary” —dikirim ke pasar lokal untuk mencari buah-buahan berjamur . Ia menemukan blewah berjamur emas di sebuah toko. Jamur dari blewah itu—Penicillium chrysogenum—ternyata menghasilkan 1.000 kali lebih banyak penisilin daripada jamur Fleming .

Strain jamur dari blewah itu kemudian dikirim ke laboratorium di seluruh Amerika Serikat. Dengan menggunakan sinar-X dan radiasi ultraviolet, para ilmuwan menciptakan mutan yang menghasilkan penisilin bahkan lebih banyak lagi . Pada 1944—tepat sebelum D-Day—persediaan penisilin sudah cukup untuk semua tentara Sekutu .

Penisilin mengubah jalannya Perang Dunia II. Sebelum penisilin, infeksi adalah pembunuh terbesar di medan perang. Tentara yang terluka—bahkan luka ringan—bisa meninggal karena infeksi dalam beberapa hari. Dengan penisilin, infeksi bisa diobati. Amputasi bisa dihindariNyawa bisa diselamatkan .

Pada 1944, produksi penisilin mencapai lebih dari 100 miliar unit per bulan . Sekutu memiliki keunggulan besar: tentara mereka bisa pulih dari luka dan kembali bertempur. Sementara itu, Jerman—yang tidak memiliki akses ke penisilin dalam jumlah besar—harus menghadapi infeksi dengan sumber daya yang terbatas .

Perang berakhir pada 1945. Tapi penisilin tidak berhenti menyelamatkan nyawa. Antibiotik ini menjadi obat paling penting dalam sejarah kedokteran modern. Dan semuanya dimulai dari sebuah blewah berjamur yang hampir dibuang di pasar Peoria.

Kisah Mary Hunt dan blewah berjamur adalah contoh sempurna dari “momen sepele” yang mengubah dunia. Sebuah buah yang hampir dibuang—sebuah kebetulan di pasar—telah menyelamatkan jutaan nyawa di medan perang dan setelahnya.

Fleming mungkin menemukan penisilin. Tapi Mary Hunt-lah yang membuatnya cukup untuk menyelamatkan dunia. Ia tidak pernah menjadi terkenal. Namanya tidak ada di buku sejarah. Tapi tanpa penemuannya, Perang Dunia II mungkin berlangsung lebih lama, dan jutaan orang mungkin telah meninggal karena infeksi yang seharusnya bisa diobati.

Kisah “roti terbuang” dalam judul artikel ini merujuk pada blewah berjamur yang ditemukan Mary Hunt—sebuah buah yang hampir dibuang, tetapi justru menjadi sumber penisilin terbaik. Meskipun Fleming sering dianggap sebagai “penemu penisilin”, Florey, Chain, dan Heatley-lah yang mengubahnya menjadi obat. Dan Mary Hunt-lah yang menemukan strain jamur yang memungkinkan produksi massal .

Penisilin menyelamatkan jutaan nyawa selama Perang Dunia II dan setelahnya. Pada 1945, Fleming, Florey, dan Chain menerima Hadiah Nobel untuk penemuan dan pengembangan penisilin .

Dan pertanyaan kecil tetap bergema: Bagaimana jika Mary Hunt tidak pergi ke pasar hari itu? Bagaimana jika ia memilih buah yang salah?

Artikel ini adalah bagian dari seri “Momen Sepele yang Mengubah Dunia”. Pantau terus rubrik sejarah kami untuk edisi-edisi berikutnya.

(el)

SUMBER DAN RUJUKAN
  1. National Geographic Indonesia (2022) – Kisah penemuan penisilin oleh Alexander Fleming dan pengembangannya oleh Florey dan Chain .
  2. Kew Gardens (2023) – Peran Mary Hunt dan blewah berjamur dalam produksi massal penisilin .
  3. American Chemical Society – Sejarah produksi penisilin selama Perang Dunia II dan peran Peoria Laboratory .
  4. BBC News (2018) – Kisah “Mouldy Mary” dan pencarian strain jamur yang lebih produktif .
  5. Science History Institute – Pengembangan penisilin dari penemuan Fleming hingga produksi massal .
  6. The Guardian (2020) – Dampak penisilin terhadap Perang Dunia II dan kedokteran modern .

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Lilin—benda sederhana yang mengubah malam manusia dan membuka jalan bagi peradaban setelah gelap

Lilin yang Mengubah Malam Manusia

History, ELrolumnews - Bayangkan dunia tanpa cahaya buatan. Saat matahari terbenam, aktivitas manusia berhenti. Tidak ada membaca,...
Paku besi—benda kecil yang menyatukan kapal Columbus dan membuka jalan menuju Dunia Baru

Paku yang Menyatukan Kapal Columbus

History, ELrolumNews, - Tahun 1492. Tiga kapal—Santa Maria, Pinta, dan Niña—berlayar dari pelabuhan Palos, Spanyol, menuju tempat...
Kancing—benda kecil yang menjadi saksi perang, perdamaian, dan nasib manusia

Kancing yang Menandatangani Perjanjian Damai

History, ElrolumNews - Sebuah kancing. Benda kecil yang sering kita abaikan—terlepas dari kemeja, hilang di sudut ruangan,...

More

Popular

Read More