Banjarmasin, ElrolumNews — Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) kembali menemukan tiga jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Operasi pencarian dan penyelaman pada hari kesembilan ini membuahkan hasil signifikan dengan ditemukannya tiga korban dalam badan kapal.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa dua korban pertama ditemukan pada pagi hari. “Kedua korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan di dalam kapal saat tim BSG melakukan operasi pencarian dan penyelaman, masing-masing pada pukul 09.04 WITA dan 09.13 WITA,” ujar Syafii dalam keterangannya.
Korban ketiga ditemukan pada pukul 14.24 WITA saat tim penyelam melakukan penyisiran di dalam badan kapal. “Kami tidak berhenti. Setiap temuan adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan kepastian kepada keluarga,” tegas Syafii.
Usai dievakuasi, kedua jenazah yang ditemukan pagi hari diterbangkan menggunakan Helikopter HR-3601 menuju Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, dan tiba sekitar pukul 11.20 WITA. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
“Kami memastikan setiap korban yang ditemukan segera dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur,” jelas Syafii.
Dengan penambahan tiga jenazah pada hari ini, data korban KM Virgo Transport 8 diperbarui sebagai berikut:
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Total Penumpang (Manifes) | 243 orang |
| Selamat | 108 orang |
| Meninggal | 13 orang |
| Masih Dicari | 122 orang |
Dari 13 korban meninggal, 12 di antaranya telah dibawa ke Banjarmasin, sementara satu korban ditemukan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dan masih dalam perjalanan menuju Kalimantan Selatan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa Basarnas mengubah strategi penyelaman dengan memajukan waktu operasi ke pagi hari. Langkah ini diambil untuk menekan risiko dan memanfaatkan kondisi perairan yang lebih aman.
“Kondisi angin, gelombang, dan arus laut sebelumnya menjadi salah satu kendala utama dalam proses evakuasi korban dari badan kapal. Untuk hari ini, strateginya akan kami ubah,” ujar Putu.
Pada operasi sebelumnya, tim penyelam baru dapat memulai penyelaman sekitar pukul 14.30 waktu setempat akibat kondisi angin dan cuaca, sehingga waktu pencarian di bawah air menjadi terbatas. Dengan memulai penyelaman pada pagi hari, diharapkan kondisi laut lebih bersahabat dan memberikan kesempatan lebih panjang bagi penyelam.
Selain cuaca di permukaan, arus bawah laut juga menjadi tantangan dalam operasi penyelaman. Putu menyebut bahwa arus di lokasi pencarian dapat mencapai lebih dari 2 hingga 3 knot, kondisi yang dinilai berisiko bagi penyelam. Basarnas juga memanfaatkan teknologi remotely operated vehicle (ROV) untuk memperoleh gambaran kondisi bagian dalam kapal, meskipun penggunaannya juga menghadapi kendala akibat arus bawah laut yang kuat.
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak 12 September 2026 dengan membawa 243 orang sesuai manifes. Kapal dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Kapten kapal sempat melaporkan bahwa kapal mulai senget ketika ombak mencapai ketinggian sekitar tiga meter. Pihak berwenang kemudian kehilangan hubungan dengan kapal tersebut sebelum menerima informasi bahwa kapal telah terbalik.
(fvsi)





