Jakarta, ELrolumNews — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih menjadi ancaman serius hingga Selasa (8/9/2026). Kementerian Kehutanan mencatat sebanyak 674 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) pada 6 September 2026, tersebar di wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Sebaran hotspot didominasi oleh Kalimantan Barat dengan 252 titik dan Kalimantan Tengah dengan 195 titik. Wilayah lain yang juga mencatatkan titik panas antara lain Sumatera Selatan (38 titik), Papua (33 titik), dan Jambi (15 titik).
Dampak kabut asap karhutla juga mengganggu sektor pendidikan. Hingga 1 September 2026, tercatat 12.874 sekolah di enam provinsi terdampak terpaksa menutup kegiatan belajar mengajar dan beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) . Jumlah siswa yang terdampak mencapai 143.000 orang.
Provinsi Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah sekolah terdampak terbanyak, mencapai 5.857 unit . Wilayah lain yang terdampak antara lain Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan.
Dari sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan mencatat 13.449 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak karhutla . Total masyarakat yang terdampak mencapai 1.067.000 orang . Angka ini diperkirakan akan terus meningkat jika kabut asap masih bertahan dan aktivitas masyarakat di luar ruangan tetap tinggi .
Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) telah menjatuhkan sanksi kepada 11 perusahaan di Kalimantan Barat atas pelanggaran terkait kebakaran hutan dan lahan .
Sanksi yang diberikan berupa pembekuan izin operasional perusahaan dan proses hukum lebih lanjut. Langkah ini diambil untuk memberikan efek jera dan mendorong perusahaan agar lebih bertanggung jawab dalam mencegah kebakaran di area konsesi mereka.
Menanggapi dampak kabut asap yang mulai menyebar hingga ke negara tetangga, pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat kerja sama dalam penanganan karhutla lintas batas.
ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) sebelumnya telah memperingatkan bahwa kondisi kabut asap di wilayah ASEAN bagian selatan dapat memburuk . Kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat telah tercatat di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan di Indonesia, serta Sarawak di Malaysia.
(fvs)





