Sekjen PBB Peringatkan Risiko “Pembersihan Etnis” di Tepi Barat, Serukan Solusi Dua Negara Tidak Dihilangkan!

New York, Elroulumnews — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan peringatan keras terkait situasi di Tepi Barat yang diduduki. Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB ke-81 di New York, Selasa (22/9/2026), ia menegaskan bahwa kekerasan, pengusiran warga, dan perluasan permukiman ilegal Israel sedang merusak prospek perdamaian dan meningkatkan risiko “pembersihan etnis”.

“Kekerasan, pengusiran, dan perluasan permukiman oleh Israel di Tepi Barat yang diduduki sedang merusak jalan menuju perdamaian dan meningkatkan bayang-bayang pembersihan etnis,” ujar Guterres.

“Kita tidak boleh membiarkan solusi dua negara menghilang di depan mata kita,” tambahnya.

Guterres juga menyoroti situasi di Gaza yang menurutnya telah mencapai tingkat kehancuran yang belum pernah ia saksikan selama bertahun-tahun menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBB. Ia menyebut serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai tindakan yang “keji”, tetapi apa yang terjadi setelahnya adalah serangan terhadap warga Palestina di Gaza dengan skala pembunuhan dan kehancuran yang belum pernah terjadi.

“Skala pembunuhan dan kehancuran di Gaza belum pernah saya saksikan selama bertahun-tahun menjabat sebagai Sekretaris Jenderal,” tegasnya.

Guterres mendesak para pemimpin dunia yang menghadiri pekan tingkat tinggi Majelis Umum PBB untuk memanfaatkan momentum ini guna mendorong deeskalasi dan dialog. Ia juga menekankan pentingnya menghentikan pertempuran dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat mengalir kepada warga yang terdampak.

“Semua pihak harus mematuhi hukum internasional dan perintah Mahkamah Internasional,” tegas Guterres.

Ia juga menyoroti bahwa gencatan senjata yang ada sejauh ini hanya menghasilkan “kebakaran yang lebih kecil”, sementara warga sipil terus menanggung dampaknya. Guterres menyerukan agar hak navigasi dan kebebasan dilindungi sesuai hukum internasional.

Peringatan Guterres muncul di tengah percepatan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat. Israel diketahui telah mengajukan tender untuk pembangunan 1.234 unit rumah sebagai bagian dari proyek permukiman E1 yang kontroversial. Jika digabungkan dengan rencana yang telah disetujui sebelumnya, totalnya mencapai 3.401 unit.

Proyek E1 ini dipandang oleh komunitas internasional sebagai ancaman serius bagi solusi dua negara karena akan memisahkan Yerusalem Timur dari wilayah Palestina lainnya dan membelah Tepi Barat menjadi dua bagian.

(fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Presiden Iran Masoud Pezeshkian

Presiden Iran Pidato Bersejarah di PBB: “Kami Korban Terorisme...

New York, ElrolumNews — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato bersejarah di Sidang Umum PBB ke-81 di...
Uni Eropa perpanjang sanksi terhadap Rusia hingga 2029, 3.000 target terdampak

Uni Eropa Perpanjang Sanksi terhadap Rusia hingga 2029, 3.000...

Brussels, Elrolumnews — Dewan Uni Eropa resmi memperpanjang sanksi terhadap Rusia selama 36 bulan ke depan, hingga...
Moldova umumkan keadaan darurat energi dan hidrologi selama 60 hari

Moldova Umumkan Keadaan Darurat Energi dan Hidrologi Selama 60...

Chisinau, ElrolumNews — Parlemen Moldova resmi menyetujui pemberlakuan keadaan darurat nasional di sektor energi dan hidrologi selama...

More

Popular

Read More