Busan, ElrolumNews — Sebuah kapal tunda (tugboat) berbobot 286 ton terbalik di perairan lepas pantai Busan, Korea Selatan, pada Rabu (2/9/2026) . Kecelakaan tersebut menyebabkan satu orang tewas dan enam lainnya masih hilang . Sementara itu, seorang warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kapal berhasil diselamatkan .
Menurut Penjaga Pantai Korea Selatan (Korea Coast Guard), kapal tersebut membawa delapan awak, terdiri dari enam warga Korea Selatan dan dua warga negara Indonesia . Kapal berangkat dari Pelabuhan Busan pada Rabu pagi untuk menarik sebuah kapal komersial .
Sekitar pukul 13.29 waktu setempat, kapal tunda itu terbalik di perairan Busan . Seorang awak kapal asal Indonesia berusia 50-an tahun berhasil diselamatkan oleh sebuah kapal komersial berbendera Liberia dengan bobot 66.332 ton . Sementara itu, petugas penjaga pantai menemukan seorang awak kapal asal Korea Selatan yang juga berusia 50-an tahun dalam kondisi tidak sadarkan diri .
Korban tersebut segera dibawa ke rumah sakit . Sayangnya, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan kemudian dinyatakan meninggal dunia .
Kapal tunda tersebut akhirnya tenggelam sepenuhnya pada pukul 15.27 waktu setempat, atau sekitar dua jam setelah terbalik, di kedalaman sekitar 87 meter .
Penjaga Pantai Korea Selatan mengerahkan 13 kapal untuk mencari enam awak yang masih hilang . Angkatan Laut Korea Selatan juga mengerahkan kapal penyelamat dan evakuasi ROKS Gwangyang serta sejumlah kapal dan pesawat untuk membantu operasi pencarian .
Namun, proses pencarian menghadapi kondisi cuaca yang cukup sulit. Gelombang di lokasi kejadian mencapai ketinggian hingga 1,5 meter, sementara kecepatan angin mencapai 6 meter per detik .
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah menginstruksikan pihak berwenang untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna mendukung upaya pencarian dan penyelamatan para korban . Pemerintah Korea Selatan melalui otoritas terkait masih melakukan upaya maksimal untuk menemukan seluruh awak kapal tunda yang hilang.
(*/fvs)




