Washington, ELrolumNews — Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung selama lebih dari enam bulan memasuki babak baru dalam narasi politiknya. Presiden AS Donald Trump pada Jumat (4/9/2026) menyebut konflik dengan Iran sebagai “small potatoes” atau hal kecil, seraya membela pernyataan Wakil Presiden JD Vance yang sehari sebelumnya mengatakan bahwa ketegangan tersebut “bukanlah perang” .
Trump, dalam pernyataannya di Ruang Oval, menyebut bahwa konflik tersebut merupakan “konflik militer” dan bersifat “intermittent” (terputus-putus). Ia membandingkan skala korban jiwa AS dalam konflik ini dengan perang-perang besar sebelumnya, menyebut sekitar 18 personel AS tewas, sementara dalam Perang Vietnam, AS kehilangan puluhan ribu orang .
“Saya mengerti apa yang dia katakan,” kata Trump menanggapi pernyataan Vance. “Saya menyebutnya konflik militer karena ini hal kecil bagi kami. Ini bukan masalah besar” .
Wakil Presiden JD Vance, dalam konferensi pers Kamis (3/9), menegaskan bahwa konflik dengan Iran tidak dapat disebut perang karena tidak ada pertempuran langsung yang sedang berlangsung . Meskipun pasukan AS telah terlibat baku tembak selama tiga hari berturut-turut minggu itu, Vance tetap pada pendiriannya .
Vance juga menyatakan bahwa saat ini tidak ada negosiasi antara AS dan Iran, dan memberikan syarat tegas untuk memulai kembali pembicaraan. “Presiden Donald Trump telah menyatakan posisinya dengan sangat jelas. Kami tidak bernegosiasi dengan mereka dan tidak akan bernegosiasi kecuali mereka berhenti menembaki kapal-kapal komersial,” kata Vance kepada wartawan .
Meski meremehkan skala konflik, Trump kembali mengeluarkan ancaman militer. Dalam kesempatan yang sama, ia mengisyaratkan bahwa AS dapat menyerang fasilitas nuklir bawah tanah Iran, Pickaxe Mountain, dalam waktu dekat . Fasilitas yang terletak di bawah Gunung Kuh-e Kolang Gaz La ini diyakini oleh intelijen AS dan Israel menyimpan pusat pengayaan uranium . Menurut Trump, AS saat ini memantau secara ketat setiap aktivitas di situs tersebut dan siap menargetkannya jika mendeteksi adanya gerakan .
“Kita sudah berjalan lima bulan sekarang. Dan Anda tahu apa yang kita lakukan dalam lima bulan? Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, itulah yang telah kita lakukan,” kata Trump membela kampanye militernya .
Di pihak Iran, upaya pemulihan terus dilakukan. Menteri Perminyakan Iran, Mohsen Paknejad, mengumumkan bahwa sejumlah kilang minyak dan gas yang rusak akibat serangan AS dan Israel telah berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi . Klaim ini muncul setelah laporan bahwa Iran telah kehilangan sekitar 40% kapasitas produksi gasnya dari ladang gas raksasa South Pars akibat serangan pada Juni 2025 dan April 2026 . Para pejabat Iran menyebut serangan tersebut menargetkan infrastruktur vital dan menimbulkan dampak besar terhadap pasokan gas domestik yang memengaruhi 11 provinsi .
(fvs)





