Jakarta, ElrolumNews — Kelompok Houthi yang didukung Iran kembali melancarkan serangan terhadap kapal kargo di perairan Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, Selasa (11/8/2026). Serangan rudal balistik terhadap kapal MV Tihamah mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, termasuk dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK).
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa tiga WNI berada di kapal MV Tihamah saat serangan terjadi. Dua di antaranya mengalami luka-luka, sementara satu orang dinyatakan hilang.
Kapal kargo MV Tihamah yang membawa 11 ABK (delapan warga Pakistan dan tiga WNI) sedang sandar di Pelabuhan Bab Al-Mandeb, Murad, Yaman, ketika diserang dengan rudal balistik. Otoritas Yaman menyebutkan tiga rudal balistik ditembakkan ke arah kapal tersebut.
Serangan ini mengakibatkan enam orang tewas, terdiri dari empat ABK (tiga warga Pakistan dan satu WNI) serta dua anggota tim penyelamat . Sebanyak 10 orang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan komunikasi KBRI Muscat dengan ABK yang selamat, berikut kondisi tiga WNI korban serangan :
| Nama/Identitas | Status | Keterangan |
|---|---|---|
| ABK 1 | Luka Ringan | Mengalami luka ringan akibat serpihan, tidak memerlukan perawatan di rumah sakit |
| ABK 2 | Luka-Luka | Mengalami luka dan mendapatkan perawatan di rumah sakit, kondisi stabil |
| ABK 3 | Hilang | Belum ditemukan, upaya pencarian intensif masih dilakukan |
Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menjelaskan bahwa status ABK ketiga awalnya diberitakan meninggal dunia oleh sejumlah media internasional. Namun, berdasarkan nota verbal dari Kementerian Luar Negeri Yaman yang diterima pada Kamis (13/8), ABK tersebut dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
“Upaya pencarian serta penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait,” kata Heni dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mengecam keras serangan tersebut dan menyampaikan protes keras melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba pada Rabu (12/8/2026).
Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang menyatakan bahwa Menlu Sugiono menekankan perlunya langkah segera untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
“Tentunya beliau strongly condemns (mengecam keras) serangan ini dan menekankan perlunya urgent need untuk mencegah further escalation (konflik meluas),” ujar Yvonne dalam konferensi pers di Kemlu, Kamis (13/8).
Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada otoritas Yaman yang telah memfasilitasi akses konsuler dan memberikan bantuan segera kepada ABK WNI yang terdampak . Indonesia menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan Yaman dalam menjaga stabilitas jalur maritim vital tersebut.
KBRI Muscat terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Yaman dan pihak terkait untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai para korban dan penanganan insiden . KBRI juga terus berkomunikasi dengan perusahaan pemilik kapal dan ABK WNI yang selamat untuk memantau kondisi mereka.
Kemlu bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah melakukan family engagement dengan keluarga para ABK untuk menjelaskan penanganan dan situasi terkini.
Kemlu menyatakan akan memfasilitasi kepulangan ABK WNI yang selamat ke Tanah Air setelah kondisi dan situasi memungkinkan.
Otoritas militer Yaman di bawah kendali Houthi menuduh kapal kargo MV Tihamah mengangkut peralatan militer Arab Saudi. Tuduhan ini disampaikan setelah serangan terjadi, namun hingga saat ini otoritas Arab Saudi belum menanggapi klaim tersebut .
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik di kawasan yang meningkat sejak perang AS-Iran meletus pada Februari 2026 . Selat Bab Al-Mandeb merupakan salah satu jalur laut internasional terpenting di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia.
(*/fvs)




