Konser Bukan Lagi Sekadar Hiburan, Ekonominya Mengalir ke Banyak Tangan

Trend & Culture, ElrolumNews — Ketika ribuan orang datang ke sebuah konser, yang terlihat biasanya hanya panggung, artis dan penonton.

Padahal sebuah pertunjukan musik menciptakan jaringan ekonomi yang jauh lebih luas.

Ada pekerja produksi, vendor, desainer, musisi, fotografer, kru, transportasi, penginapan, makanan, merchandise dan pelaku usaha lain yang ikut bergerak.

Kementerian Ekonomi Kreatif menempatkan konser sebagai salah satu ruang yang dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

Satu malam dapat menghidupkan banyak sektor

Konser internasional di Jakarta, misalnya, tidak hanya membutuhkan penyanyi.

Ada penyedia panggung, pencahayaan, suara, keamanan, transportasi dan akomodasi.

Penonton dari luar kota juga membutuhkan hotel, restoran dan transportasi.

Dengan demikian, dampak sebuah pertunjukan dapat bergerak keluar dari venue.

Industri musik membutuhkan ekosistem

Kemenekraf menilai konser 40 Tahun Kahitna menjadi salah satu contoh bagaimana subsektor musik memiliki kekuatan ekonomi di balik karya yang dinikmati masyarakat.

Hal yang sama berlaku untuk konser internasional.

Ketika penyelenggara melibatkan pekerja dan talenta lokal, pertunjukan dapat menjadi ruang transfer pengalaman dan profesionalisme.

Dari fan economy menuju creative economy

Penggemar kini juga menjadi bagian dari ekosistem.

Mereka membeli tiket, merchandise, membuat konten, bepergian ke kota lain dan membentuk komunitas.

Aktivitas tersebut menciptakan apa yang dapat disebut sebagai fan economy.

Namun agar manfaatnya lebih panjang, industri perlu membangun ekosistem yang memungkinkan pekerja dan kreator lokal terus mendapatkan kesempatan setelah konser selesai.

Sebuah konser mungkin hanya berlangsung beberapa jam.

Tetapi jika ekosistemnya kuat, dampaknya dapat bertahan jauh lebih lama.

Sumber: Kemenekraf

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkait
Produk dan karya kreator lokal membutuhkan lebih dari sekadar sorotan pameran: akses pasar, kepercayaan konsumen, dan peluang usaha berkelanjutan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Menjelang Hari Ekonomi Kreatif Nasional, Kreator Lokal Butuh Pembeli,...

Trend & Culture, ElrolumNews — Panggung, festival, dan pameran dapat membuat karya kreator lokal lebih dikenal. Namun,...
WCCE 2026 membuka ruang dialog ekonomi kreatif internasional, tetapi manfaat jangka panjangnya perlu terlihat dalam akses pasar dan peluang nyata bagi kreator Indonesia.

Ekonomi Kreatif Indonesia Bersiap Mendunia, Tantangan Sebenarnya Ada pada...

Trend & Culture, ElrolumNews — Indonesia bersiap menjadi tuan rumah pertemuan internasional yang membahas masa depan ekonomi...
Wastra Nusantara memberi desainer Indonesia sumber inspirasi yang kuat, tetapi peluang global juga bergantung pada kualitas produksi, akses pasar, dan penghargaan terhadap perajin lokal.

Dari Wastra ke Pasar Dunia: Ambisi Fesyen Indonesia Tak...

Trend & Culture, ElrolumNews — Busana tradisional Indonesia semakin sering hadir dalam rancangan fesyen kontemporer. Batik, tenun,...

Lainnya

Popular