Palembang, ElrolumNews – Warga Palembang dan wisatawan yang berkunjung ke kota pempek kini memiliki pilihan tempat nongkrong baru yang menarik. Kafe Pelantaran Musi, yang berada tepat di bantaran Sungai Musi, hadir dengan konsep outdoor yang memanjakan pengunjung dengan panorama langsung ke Jembatan Ampera dan aliran sungai terpanjang di Sumatera tersebut.
Tidak hanya sekadar tempat ngopi, kafe ini didesain sebagai “spot healing” yang Instagramable, cocok untuk semua kalangan, dari keluarga, pekerja kantoran, hingga generasi Z.
Manager Operasional Pelantaran Musi, Bagus Mulyadi Putra, menjelaskan keunikan kafe ini terletak pada kemampuannya menyasar semua segmen masyarakat serta pemandangan yang berubah sepanjang hari.
“Keunikan Kafe Pelantaran Musi adalah kemampuannya menyasar semua segmen baik itu komunitas, ibu-ibu arisan hingga para muda-mudi, semuanya masuk,” jelas Bagus kepada wartawan, Januari 2026 lalu.
Berikut suasana di kafe tersebut sepanjang hari:
Pagi Hari (Sarapan & Olahraga): Udara segar tepian sungai menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung yang datang untuk sarapan atau sekadar menikmati pagi. Menu sarapan khas Palembang seperti tekwan, pempek lenggang, dan otak-otak menjadi favorit. Tak jarang, para pelari, pesepeda, komunitas olahraga, dan pemotor singgah untuk melepas penat sebelum memulai aktivitas.
Siang Hari (Keluarga & Arisan): Suasana berubah menjadi tempat yang nyaman untuk keluarga dan kelompok arisan. Untuk menghindari panas siang, tersedia ruang VIP ber-AC yang tetap memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin bekerja, meeting, atau sekadar bersantai tanpa terganggu suhu luar. Menu siang beragam mulai dari Nasi Goreng hingga camilan dari tenant partner seperti bakso dan bakmi.
Sore Hari (Paling Instagramable): Waktu ini adalah yang paling diburu pengunjung. Sinar matahari senja yang memantul di permukaan Sungai Musi dengan latar Jembatan Ampera yang megah menjadi pemandangan yang sempurna untuk bersantai atau berfoto. Tidak heran jika banyak Gen Z datang untuk nongkrong dan menikmati suasana dari segala sudut.
Malam Hari (Meeting & Rapat): Selain untuk bersantai, kafe ini juga menyediakan fasilitas untuk meeting, kerja, hingga rencana ballroom untuk pernikahan atau gathering besar.
Kehadiran Kafe Pelantaran Musi bukan hanya menyediakan tempat nongkrong baru. Deretan kafe yang tumbuh di bantaran Sungai Musi ini juga menghadirkan wajah baru kawasan tepian sungai Kota Palembang serta menggerakkan ekonomi warga yang selama ini menggantungkan hidup di sekitar aliran sungai.
Sebelumnya, Kepala Disnaker Palembang, Deddy Umrien, juga telah mengajak masyarakat untuk menjadikan Sungai Musi sebagai sumber penghasilan dan lapangan pekerjaan baru melalui usaha kuliner. “Saat ini, sudah banyak tempat usaha makanan dan kafe yang tumbuh di sepanjang daerah aliran sungai. Jika dikelola dengan baik, sektor ini bisa berkembang lebih besar dan menyerap lebih banyak tenaga kerja,” ujarnya beberapa waktu lalu.
“Tempat ini bukan sekadar kafe. Kami ingin orang datang untuk healing, berkumpul dengan teman atau keluarga, atau sekadar menikmati kopi sambil memandang sungai,” pungkas Bagus.
(*/dbs)






