Kuliner Indonesia Sedang Naik Kelas: Dari Warung Lokal Menuju Pengalaman Gastronomi

Trend & Culture, ElrolumNews — Makanan Indonesia selama ini dikenal karena kekayaan rasa. Namun dalam beberapa tahun terakhir, pembicaraan tentang kuliner mulai bergeser dari sekadar “enak” menjadi lebih luas: asal-usul bahan, teknik memasak, sejarah, budaya dan pengalaman.

Perubahan tersebut terlihat dalam pengembangan pariwisata gastronomi Indonesia.

Kementerian Pariwisata pada September 2026 kembali menggelar Wonderful Indonesia Gastronomy di Solo dan Yogyakarta dengan membawa tema tentang akar lokal menuju pengakuan global.

Makanan adalah pintu masuk budaya

Sebuah hidangan dapat menceritakan jauh lebih banyak daripada daftar bahan.

Cara makanan dimasak, disajikan dan dikonsumsi sering kali berkaitan dengan sejarah masyarakat.

Karena itu, gastronomi berbeda dari sekadar wisata kuliner.

Wisata kuliner mungkin berhenti pada pengalaman makan.

Gastronomi mencoba memahami cerita yang berada di balik makanan.

Solo dan Yogyakarta menjadi contoh menarik

Pemilihan Solo dan Yogyakarta untuk rangkaian utama WIG 2026 bukan hanya soal kuliner.

Kedua wilayah tersebut memiliki hubungan kuat antara tradisi, keraton, pasar, warung, kerajinan dan kehidupan masyarakat.

Makanan menjadi bagian dari ekosistem budaya tersebut.

Pendekatan ini membuka peluang bagi restoran, pelaku UMKM, petani, produsen bahan pangan, chef, pemandu wisata dan komunitas lokal untuk berada dalam satu rantai nilai.

Ketika makanan menjadi identitas destinasi

Indonesia memiliki ribuan hidangan lokal.

Tantangannya bukan hanya memperkenalkan sebanyak mungkin makanan, tetapi membangun cerita yang membuat orang ingin datang langsung ke tempat asalnya.

Di sinilah gastronomi dapat menjadi jembatan antara budaya dan ekonomi.

Satu hidangan dapat menggerakkan perjalanan, penginapan, transportasi, pasar tradisional, petani dan pelaku usaha lokal.

Pada akhirnya, kekuatan kuliner Indonesia bukan hanya berada di piring.

Ia berada pada manusia dan tempat yang membuat makanan tersebut memiliki makna.

Sumber berita: Kementerian Pariwisata RI, Tourism Snapshot 2026, ANTARA.

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkait
Produk dan karya kreator lokal membutuhkan lebih dari sekadar sorotan pameran: akses pasar, kepercayaan konsumen, dan peluang usaha berkelanjutan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Menjelang Hari Ekonomi Kreatif Nasional, Kreator Lokal Butuh Pembeli,...

Trend & Culture, ElrolumNews — Panggung, festival, dan pameran dapat membuat karya kreator lokal lebih dikenal. Namun,...
WCCE 2026 membuka ruang dialog ekonomi kreatif internasional, tetapi manfaat jangka panjangnya perlu terlihat dalam akses pasar dan peluang nyata bagi kreator Indonesia.

Ekonomi Kreatif Indonesia Bersiap Mendunia, Tantangan Sebenarnya Ada pada...

Trend & Culture, ElrolumNews — Indonesia bersiap menjadi tuan rumah pertemuan internasional yang membahas masa depan ekonomi...
Wastra Nusantara memberi desainer Indonesia sumber inspirasi yang kuat, tetapi peluang global juga bergantung pada kualitas produksi, akses pasar, dan penghargaan terhadap perajin lokal.

Dari Wastra ke Pasar Dunia: Ambisi Fesyen Indonesia Tak...

Trend & Culture, ElrolumNews — Busana tradisional Indonesia semakin sering hadir dalam rancangan fesyen kontemporer. Batik, tenun,...

Lainnya

Popular