Rabat, ELrolumNews — Raja Maroko, Mohammed VI, secara resmi menunjuk Fatima Zahra Mansouri sebagai Perdana Menteri baru Maroko. Penunjukan ini menjadikannya perempuan pertama yang memimpin pemerintahan di negara tersebut, menandai sejarah baru bagi Maroko dan dunia Arab.
Pengumuman penunjukan disampaikan oleh Istana Kerajaan Maroko melalui pernyataan resmi pada Selasa (29/9/2026).
Fatima Zahra Mansouri lahir pada 1976 di Marrakech. Ia merupakan politikus berpengalaman yang telah menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kebijakan Kota Maroko sejak 2013. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi anggota parlemen Maroko.
Mansouri dikenal sebagai sosok reformis yang vokal menyuarakan isu-isu perempuan, pemuda, dan pembangunan berkelanjutan. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi internasional yang memperjuangkan kesetaraan gender.
Dalam pernyataan resminya, Raja Mohammed VI memberikan mandat kepada Mansouri untuk membentuk kabinet baru yang akan memimpin Maroko selama lima tahun ke depan.
“Raja Mohammed VI telah menunjuk Fatima Zahra Mansouri sebagai Perdana Menteri dan memberinya mandat untuk membentuk pemerintahan baru,” demikian pernyataan Istana Kerajaan.
Mansouri diharapkan dapat membawa stabilitas politik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Penunjukan Mansouri mendapat respons positif dari komunitas internasional. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan ucapan selamat dan menyebutnya sebagai “langkah maju bagi kesetaraan gender di kawasan.”
Organisasi hak asasi perempuan internasional juga menyambut baik penunjukan ini. Mereka berharap Mansouri dapat menjadi inspirasi bagi perempuan di seluruh dunia, terutama di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Sebagai Perdana Menteri, Mansouri akan menghadapi sejumlah tantangan, termasuk pemulihan ekonomi pasca-pandemi, pengangguran pemuda, dan ketimpangan sosial. Ia juga diharapkan dapat memperkuat posisi Maroko di kancah internasional.
ant/reuters/ap




