Kejadian 46:1-34, “Jangan Takut ke Mesir!” Pemeliharaan Allah atas Umat Perjanjian

Theologi, ElrolumNews – Seratus tiga puluh tahun. Usia Yakub yang sudah lanjut. Tubuhnya lemah, langkahnya goyah. Namun di malam hari, di perbatasan tanah perjanjian, di Bersyeba, Allah menampakkan diri sekali lagi. Suara yang familiar memanggil: “Yakub, Yakub!” Dan ia menjawab: “Ini aku.”

Allah berfirman: “Janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana. Aku sendiri akan turun ke Mesir bersamamu, dan Aku sendiri akan membawa engkau kembali.”

Ini bukan sekadar perintah untuk pindah. Ini adalah pembaruan perjanjian—janji bahwa Allah akan menyertai, memelihara, dan menggenapi apa yang telah Ia mulai kepada Abraham, Ishak, dan sekarang Yakub. Dari 70 jiwa yang masuk ke Mesir, akan keluar bangsa yang besar—enam ratus ribu orang pada waktu Keluaran.

- Advertisement -

Kejadian 46 adalah narasi tentang pemeliharaan Allah yang setia—bagaimana Ia memandu umat perjanjian-Nya melalui relocasi geografis untuk menggenapi rencana penebusan-Nya.

Gambaran Umum Struktur Pasal

Kejadian 46:1-34 terbagi dalam empat bagian utama:

- Advertisement -

Bagian 1 (Ayat 1-7): Penglihatan di Bersyeba
Yakub berhenti di Bersyeba, mempersembahkan korban kepada Allah. Allah menampakkan diri dalam penglihatan malam, menjanjikan pemeliharaan, dan mengutus Yakub ke Mesir dengan jaminan penyertaan ilahi.

Bagian 2 (Ayat 8-25): Daftar Silsilah
Musa mencatat nama-nama 66 jiwa yang pergi bersama Yakub ke Mesir—anak-anak dan cucu-cucu dari Lea, Zilpa, Rahel, dan Bilha. Ini adalah dokumentasi historis tentang pemeliharaan Allah atas setiap individu dalam umat perjanjian.

Bagian 3 (Ayat 26-27): Jumlah 70 Jiwa
Total 70 jiwa dari rumah Yakub yang masuk ke Mesir—angka yang simbolis, menunjukkan kelengkapan dan penggenapan janji kepada Abraham (Kejadian 15:13).

Bagian 4 (Ayat 28-34): Reuni dan Persiapan
Yakub mengutus Yehuda mendahului ke Gosyen, Yusuf menyiapkan kereta, pertemuan emosional ayah dan anak setelah 23 tahun, dan instruksi Yusuf agar saudara-saudaranya memberitahu Firaun bahwa mereka adalah peternak—strategi untuk tinggal terpisah di Gosyen.

Inti Teologis

1. Penglihatan Ilahi: Allah yang Berbicara kepada Umat Perjanjian

Ayat 2 mencatat: “Allah berbicara kepada Israel dalam penglihatan pada waktu malam dan berfirman: ‘Yakub, Yakub!’ Sahutnya: ‘Ini aku.'”newcovenantgj+1

Ini adalah penglihatan terakhir yang diterima Yakub sebelum kematiannya. Allah menampakkan diri kepadanya di tiga momen kritis:

  1. Betel (Kejadian 28:10-17) – Saat melarikan diri dari Esau

  2. Mahanaim (Kejadian 32:1-2) – Saat kembali ke Kanaan

  3. Bersyeba (Kejadian 46:2-4) – Saat pergi ke Mesir

John Calvin, dalam Commentaries on Genesis, menulis:

“God proves that the sacrifice of Jacob was acceptable to him. The vision by night availed for the purpose of giving greater dignity to the oracle. Jacob indeed had already been sufficiently certified of the divine favor, but this additional confirmation was necessary for his weakness.”

(Allah membuktikan bahwa korban Yakub diterima oleh-Nya. Penglihatan pada waktu malam memberikan martabat yang lebih besar pada firman-Nya. Yakub memang telah cukup diyakinkan tentang kasih karunia ilahi, tetapi konfirmasi tambahan ini diperlukan untuk kelemahannya.)

Calvin melanjutkan:

“Jacob has a new vigor once God sends him into the land of the Nile. While Jacob was certainly encouraged by God’s word, it must be admitted that this passage primarily emphasizes Jacob’s frailty.”

(Yakub memiliki kekuatan baru setelah Allah mengutusnya ke tanah Nil. Meskipun Yakub memang dikuatkan oleh firman Allah, harus diakui bahwa bagian ini terutama menekankan kelemahan Yakub.)

Signifikansi Teologis:

  • Allah secara aktif berbicara kepada umat perjanjian-Nya

  • Penglihatan malam memberikan otoritas ilahi pada perintah ini

  • Respons “Ini aku” menunjukkan ketaatan dan ketersediaan

2. Janji Penyertaan: “Aku Sendiri akan Turun Bersamamu”

Allah memberikan empat janji kepada Yakub:

“Janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana. Aku sendiri akan turun ke Mesir bersamamu, dan Aku sendiri akan membawa engkau kembali. Yusuf akan menutup matamu dengan tangannya sendiri.” (Kejadian 46:3-4)

Empat Janji Allah:

  1. “Janganlah takut” – Penghiburan ilahi dalam ketidakpastian

  2. “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar” – Penggenapan janji perjanjian (Kejadian 12:2; 15:5)

  3. “Aku sendiri akan turun… dan membawa engkau kembali” – Penyertaan dan pemeliharaan

  4. “Yusuf akan menutup matamu” – Penghiburan personal, Yakub akan mati dalam damai

Westminster Confession of Faith Chapter VII menyatakan:

“This covenant of grace is frequently set forth in Scripture by the name of a testament, in reference to the death of Jesus Christ the Testator, and to the everlasting inheritance, with all things belonging to it, therein bequeathed.”

(Perjanjian kasih karunia ini sering digambarkan dalam Kitab Suci dengan nama wasiat, sehubungan dengan kematian Yesus Kristus sebagai Pembuat Wasiat, dan kepada warisan kekal, dengan segala sesuatu yang termasuk di dalamnya, yang diwariskan di dalamnya.)

Dalam Kejadian 46, kita melihat kesetiaan Allah pada perjanjian-Nya:

  • Janji kepada Abraham (Kejadian 15:13-16) tentang 400 tahun di Mesir

  • Janji kepada Yakub (Kejadian 28:13-15) tentang penyertaan di mana pun ia pergi

  • Janji tentang keturunan yang многочислен (Kejadian 28:14)

Herman Bavinck, dalam Reformed Dogmatics, menulis tentang covenantal faithfulness:

“God’s covenant is not a contract between equals, but a unilateral promise from the Sovereign to His people. He binds Himself to be their God, and them to be His people. His faithfulness is the foundation of our hope.”

(Perjanjian Allah bukan kontrak antara pihak yang setara, tetapi janji unilateral dari Sang Penguasa kepada umat-Nya. Ia mengikat diri-Nya sendiri untuk menjadi Allah mereka, dan mereka menjadi umat-Nya. Kesetiaan-Nya adalah dasar harapan kita.)

3. 70 Jiwa: Simbol Kelengkapan Umat Perjanjian

Ayat 27 mencatat: “Semua jiwa dari kaum Yakub yang masuk ke Mesir adalah tujuh puluh.”crcna+1

Mengapa angka 70?

  • 66 jiwa pergi bersama Yakub (46:26)

  • Ditambah Yakub sendiri = 67

  • Ditambah Yusuf (sudah di Mesir) = 68

  • Ditambah Efraim dan Manasye (sudah di Mesir) = 70

Angka 70 dalam Alkitab sering melambangkan kelengkapan atau kesempurnaan:

  • 70 keturunan Nuh (Kejadian 10)

  • 70 tua-tua Israel (Keluaran 24:1)

  • 70 bangsa di dunia (Kejadian 10)

  • 70 murid yang diutus Yesus (Lukas 10:1)

R.C. Sproul, dalam devosional “Seventy in Egypt”, menulis:

“Moses recorded the number seventy, which is often associated with completeness in Scripture, to teach a lesson. Having seventy of Jacob’s house in Egypt tells successive generations how God kept His promise to Abraham that the full number of Israelites would settle there.”

(Musa mencatat angka tujuh puluh, yang sering dikaitkan dengan kelengkapan dalam Kitab Suci, untuk mengajarkan suatu pelajaran. Memiliki tujuh puluh dari rumah Yakub di Mesir memberitahu generasi-generasi berikutnya bagaimana Allah menepati janji-Nya kepada Abraham bahwa jumlah penuh orang Israel akan menetap di sana.)

John Chrysostom berkomentar:

“Be amazed and overcome at God’s providence and the fact that his wishes can never fail, no matter how many people try their utmost. These seventy sons of Jacob became six hundred thousand in Egypt.”

(Berkagum-kagumlah dan takjublah akan providensi Allah dan fakta bahwa keinginan-Nya tidak pernah gagal, betapapun banyak orang berusaha dengan sekuat tenaga. Ketujuh puluh anak Yakub ini menjadi enam ratus ribu di Mesir.)

Signifikansi Teologis:

  • Allah menghitung setiap jiwa dalam umat perjanjian-Nya

  • Setiap individu penting dalam rencana penebusan

  • Dari 70 menjadi 600.000 (Keluaran 12:37) – pertumbuhan supernatural

4. Daftar Silsilah: Dokumentasi Historis Pemeliharaan Ilahi

Ayat 8-25 mencatat nama-nama spesifik dari 66 jiwa yang pergi bersama Yakub. Ini bukan sekadar daftar—ini adalah bukti historis bahwa:

  1. Allah memelihara setiap individu – Setiap nama dicatat

  2. Sejarah keselamatan adalah nyata – Bukan mitos, tetapi peristiwa historis

  3. Perjanjian digenapi secara konkret – Dari individu-individu nyata

Struktur Daftar Silsilah:

👩 Ibu📊 Jumlah📝 Catatan
Lea33Termasuk Dina (satu-satunya perempuan yang disebut)
Zilpa16Anak-anak dari hamba Lea
Rahel14Yusuf dan Benyamin, plus cucu-cucu
Bilha7Anak-anak dari hamba Rahel
✅ Total70Termasuk Yakub, Yusuf, Efraim, Manasye

📋 Catatan: Geser tabel ke kanan/kiri jika tidak terlihat seluruhnya di layar Anda.

Bruce K. Waltke, dalam Genesis: A Commentary, menulis:

“The genealogy is not merely a list of names but a theological statement. It demonstrates that God’s promise to Abraham was being fulfilled through specific, historical individuals. Each name represents a life preserved by God’s providence.”

(Silsilah ini bukan sekadar daftar nama tetapi pernyataan teologis. Ini menunjukkan bahwa janji Allah kepada Abraham sedang digenapi melalui individu-individu historis yang spesifik. Setiap nama mewakili kehidupan yang dipelihara oleh providensi Allah.)

5. Tipologi Kristus: Yakub dan Kristus sebagai Pengantara

Narasi ini juga mengandung tipologi Kristus:

📖 Yakub (Kejadian 46)✝️ Kristus (Perjanjian Baru)
Turun ke Mesir untuk memelihara kehidupanKristus turun ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa
(1 Timotius 1:15)
70 jiwa masuk Mesir70 murid diutus Yesus
(Lukas 10:1)
Allah menyertai Yakub di Mesir“Imanuel: Allah menyertai kita”
(Matius 1:23)
Yakub membawa keluarga ke GosyenKristus membawa umat-Nya ke tempat yang disediakan
(Yohanes 14:2-3)
Yusuf menutup mata YakubKristus menutup mata orang percaya dalam kematian
(Wahyu 14:13)
Dari 70 menjadi bangsa besarDari 12 rasul menjadi gereja universal
(Kisah 2:41; Matius 28:19-20)

💡 Kesimpulan Tipologis: Perjalanan Yakub ke Mesir menggambarkan (menjadi tipe/bayangan) dari misi Kristus ke dunia. Seperti Yakub turun ke Mesir untuk memelihara keluarganya, Kristus turun ke dunia untuk menyelamatkan umat-Nya. Dari 70 jiwa, Allah membentuk bangsa Israel; dari 12 rasul, Kristus membangun gereja-Nya yang universal.

📋 Catatan: Geser tabel ke kanan/kiri jika tidak terlihat seluruhnya di layar Anda.

Gordon J. Wenham, dalam Genesis 16–50, menulis:

“Jacob’s journey to Egypt prefigures the exodus and the ultimate redemption through Christ. As God preserved Jacob’s family in Egypt, so He preserves His church in the world until the final redemption.”

(Perjalanan Yakub ke MesirKeluaran dan penebusan akhir melalui Kristus. Sebagaimana Allah memelihara keluarga Yakub di Mesir, demikian pula Ia memelihara gereja-Nya di dunia hingga penebusan akhir.)

6. Karya Roh Kudus: Transformasi Yakub dari Penipu menjadi Penyembah

Kejadian 46 menunjukkan transformasi spiritual Yakub:

Yakub Muda (Kejadian 25-32):

  • Menipu Esau (25:29-34)

  • Menipu Ishak (27:1-29)

  • Manipulatif terhadap Laban (29:15-30)

  • Bergumul dengan Allah (32:22-32)

Yakub Tua (Kejadian 46-49):

  • Mempersembahkan korban kepada Allah (46:1)

  • Menerima penglihatan ilahi dengan rendah hati (46:2-4)

  • Memberkati anak-anak dengan iman (47:1-48:22)

  • Menyembah Allah di Mesir (47:7-10)

Louis Berkhof, dalam Systematic Theology, menulis tentang sanctification:

“Sanctification is the work of God’s free grace, whereby we are renewed in the whole man after the image of God, and are enabled more and more to die unto sin, and live unto righteousness.”

(Pengudusan adalah pekerjaan kasih karunia Allah yang bebas, whereby kita diperbaharui dalam seluruh manusia menurut gambar Allah, dan dimampukan semakin hari semakin mati terhadap dosa, dan hidup terhadap kebenaran.)

Transformasi Yakub adalah bukti karya Roh Kudus yang bertahap:

  • Dari penipu menjadi penyembah

  • Dari manipulator menjadi patriark yang diberkati

  • Dari Yakub (penipu) menjadi Israel (berjuang dengan Allah)

7. Strategi Misi: Tinggal Terpisah di Gosyen

Ayat 31-34 mencatat strategi Yusuf:

“Apabila Firaun memanggil kamu dan berkata: Apakah pekerjaanmu? maka haruslah kamu berkata: Hamba-hambamu adalah peternak sejak dari masa muda sampai sekarang… Demikianlah kamu akan dapat tinggal di tanah Gosyen.” (46:33-34)

Mengapa strategi ini penting?

  1. Identitas terpisah – Umat Allah tidak boleh asimilasi penuh

  2. Perlindungan dari pengaruh Mesir – Gosyen adalah wilayah terpisah

  3. Pemeliharaan budaya dan iman – Dapat menyembah Allah dengan bebas

  4. Persiapan untuk Keluaran – Identitas sebagai “orang Ibrani” dipertahankan

John Owen, dalam karya-karyanya tentang ecclesiology, menulis:

“The church must maintain its distinct identity in the world. While we are sent into the world, we are not of the world. Separation is not isolation, but preservation of holy distinctiveness.”

(Gereja harus mempertahankan identitasnya yang terpisah di dunia. Meskipun kita diutus ke dunia, kita bukan dari dunia. Pemisahan bukan isolasi, tetapi pemeliharaan kekudusan yang terpisah.)

Aplikasi untuk Gereja Hari Ini:

  • Gereja harus terlibat dalam dunia tetapi tidak terkooptasi oleh dunia

  • Identitas Kristen harus jelas dan tidak kompromi

  • Komunitas Kristen harus menjadi tempat pemeliharaan iman

Tabel Perbandingan Tradisi Tafsir

📖 Aspek Teologis✝️ Calvin (Reformed)📜 Matthew Henry (Puritan)📚 Keil & Delitzsch (Conservative)📖 Wenham (Evangelical)📘 Currid (Reformed Expository)
👁️ Penglihatan IlahiPenglihatan malam memberikan martabat lebih pada firman Allah, konfirmasi diperlukan untuk kelemahan YakubAllah menampakkan diri pada saat-saat kritis dalam kehidupan umat-Nya untuk memberikan penghiburan dan arahanPenglihatan pada waktu malam adalah cara Allah berkomunikasi dengan para nabi dan patriarkPenglihatan di Bersyeba adalah penggenapan janji Allah di Betel (28:15)Allah memberikan konfirmasi ilahi pada saat transisi besar dalam sejarah keselamatan
🤝 Janji Penyertaan“Aku sendiri akan turun” menunjukkan penyertaan personal Allah dalam providensiAllah menyertai umat-Nya dalam setiap perjalanan, bahkan ke tanah asingJanji “Aku akan membawa engkau kembali” mengacu pada pemulangan tulang Yakub ke KanaanPenyertaan Allah adalah jaminan pemeliharaan dalam setiap keadaanJanji penyertaan adalah tema sentral dalam teologi perjanjian
🔢 70 JiwaAngka 70 menunjukkan kelengkapan dan penggenapan janji kepada AbrahamTujuh puluh adalah angka simbolis yang menunjukkan kesempurnaan dan kelengkapanPerbedaan antara 66 dan 70 adalah masalah perhitungan, bukan kontradiksi70预表 kelengkapan umat Allah dan pertumbuhan supernatural di MesirDokumentasi historis tentang pemeliharaan Allah atas setiap individu
📜 Daftar SilsilahSilsilah menunjukkan bahwa janji Allah digenapi melalui individu-individu historis yang nyataSetiap nama dalam silsilah adalah bukti kasih karunia Allah yang memeliharaSilsilah ini adalah bagian integral dari sejarah keselamatan, bukan sekadar daftarGenealogi menunjukkan kontinuitas perjanjian dari Abraham ke YakubSetiap nama mewakili kehidupan yang dipelihara oleh providensi ilahi
🏘️ Strategi GosyenTinggal terpisah di Gosyen adalah providensi untuk memelihara identitas umat perjanjianAllah menyediakan tempat terpisah untuk memelihara umat-Nya dari pengaruh duniaGosyen adalah tempat yang ideal untuk peternak dan untuk pemeliharaan identitas IbraniPemisahan geografis预表 pemisahan spiritual umat Allah dari duniaStrategi Yusuf adalah kebijaksanaan ilahi untuk pemeliharaan jangka panjang
💡 Aplikasi PraktisPercayalah pada penyertaan Allah dalam setiap transisi kehidupanAllah memelihara umat-Nya bahkan dalam keadaan yang tidak pastiIdentitas sebagai umat Allah harus dipertahankan dalam budaya asingSetiap individu penting dalam rencana penebusan AllahPemisahan dari dunia adalah untuk pemeliharaan kekudusan, bukan isolasi

💡 Tema Sentral: Kejadian 46 mengajarkan bahwa Allah memelihara umat-Nya melalui setiap transisi kehidupan. Dari penglihatan ilahi di Bersyeba hingga strategi Gosyen, setiap aspek menunjukkan providensi Allah yang setia atas umat perjanjian-Nya.

📋 Catatan: Geser tabel ke kanan/kiri jika tidak terlihat seluruhnya di layar Anda.

Aplikasi Praktis (Perspektif Reformed)

1. Personal: Mendengar Suara Allah dalam Transisi

Yakub mendengar suara Allah di Bersyeba. Allah masih berbicara kepada umat-Nya hari ini—melalui Firman, doa, dan pimpinan Roh Kudus.

Aplikasi: Dalam masa transisi (pekerjaan baru, pindah rumah, perubahan hidup), carilah Allah dalam doa dan Firman. Mintalah hikmat dan penyertaan-Nya. Percayalah bahwa Ia akan memberikan arahan.

2. Relasional: Memelihara Identitas dalam Budaya Asing

Yusuf instruct saudara-saudaranya untuk menyatakan identitas mereka sebagai peternak—tidak malu menjadi berbeda.

Aplikasi: Dalam dunia yang sekuler, jangan malu menjadi Kristen. Identitas Kristen harus jelas dalam perkataan, perilaku, dan prioritas. Jangan asimilasi penuh dengan nilai-nilai dunia.

3. Keluarga: Meneruskan Iman kepada Generasi Berikutnya

Daftar silsilah menunjukkan bahwa setiap generasi penting dalam rencana Allah.

Aplikasi: Ajarkan iman kepada anak dan cucu. Ceritakan kisah-kisah kasih setia Allah dalam keluarga. Jadikan rumah sebagai tempat penyembahan dan pengajaran Firman.

4. Spiritual: Percaya pada Penyertaan Allah di Mana Pun

Allah berjanji: “Aku sendiri akan turun ke Mesir bersamamu.” Ia menyertai Yakub di tanah asing.

Aplikasi: Di mana pun Anda berada—pekerjaan, sekolah, rumah sakit, bahkan penderitaan—Allah menyertai Anda. “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5)

5. Komunal: Gereja sebagai Komunitas Terpisah

Gosyen adalah tempat terpisah di mana umat Allah dapat hidup dan menyembah dengan bebas.

Aplikasi: Gereja harus menjadi komunitas terpisah yang memelihara iman, saling menguatkan, dan menjadi saksi bagi dunia. Jangan biarkan gereja terkooptasi oleh nilai-nilai dunia.

6. Emosional: Penghiburan dalam Kelemahan

Yakub tua dan lemah, harus digendong dalam kereta. Namun Allah memberikan kekuatan baru dan penghiburan.

Aplikasi: Dalam kelemahan, usia tua, atau sakit, ingatlah bahwa Allah tidak meninggalkan Anda. Ia memberikan kekuatan baru (Yesaya 40:31) dan akan menyertai hingga akhir.

7. Misional: Dari 70 Menjadi Bangsa Besar

Dari 70 jiwa, Allah membuat bangsa yang besar—enam ratus ribu pada waktu Keluaran.

Aplikasi: Jangan mengecilkan karya kecil. Allah dapat menggunakan sedikit orang untuk accomplishing banyak hal. Fokus pada kualitas (kesetiaan) bukan hanya kuantitas (jumlah).

Kesimpulan

Kejadian 46 adalah narasi tentang pemeliharaan Allah yang setia atas umat perjanjian-Nya. Di sini kita melihat:

  1. Penglihatan ilahi yang memberikan arahan dan penghiburan

  2. Janji penyertaan yang tidak pernah gagal

  3. 70 jiwa yang menunjukkan kelengkapan dan penggenapan janji

  4. Daftar silsilah yang mendokumentasikan pemeliharaan atas setiap individu

  5. Strategi Gosyen untuk memelihara identitas umat Allah

  6. Transformasi Yakub dari penipu menjadi penyembah

John Calvin menulis: “Jacob has a new vigor once God sends him into the land of the Nile.” (Yakub memiliki kekuatan baru setelah Allah mengutusnya ke tanah Nil.) Namun kekuatan ini bukan dari Yakub sendiri, melainkan dari penyertaan Allah yang berjanji: “Aku sendiri akan turun ke Mesir bersamamu.”learn.ligonier

Westminster Confession mengingatkan kita bahwa Allah “doth uphold, direct, dispose, and govern all creatures, actions, and things… by his most wise and holy providence.” Dalam Kejadian 46, kita melihat providensi ini bekerja:

  • Mengarahkan Yakub ke Mesir

  • Memelihara 70 jiwa

  • Menggenapi janji kepada Abraham

  • Menyediakan Gosyen sebagai tempat perlindungan

Bagi orang percaya hari ini, narasi ini mengundang kita untuk:

  • Percaya pada penyertaan Allah dalam setiap transisi

  • Mendengar suara Allah dalam Firman dan doa

  • Mempertahankan identitas Kristen dalam dunia yang asing

  • Meneruskan iman kepada generasi berikutnya

  • Menantikan penggenapan akhir dari semua janji Allah dalam Kristus

(el)

Referensi
Alkitab:
  • Kejadian 46:1-34 (TB-LAI)
  • Kejadian 12:1-3; 15:5, 13-16; 28:10-15; 32:22-32; 47:1-12; Keluaran 1:1-7; 12:37; Matius 1:23; Lukas 10:1; Yohanes 14:2-3; Ibrani 13:5; Yesaya 40:31; Kolose 1:24; 1 Yohanes 3:8
Komentar Reformed:
  • Calvin, John. Commentaries on the First Book of Moses Called Genesis, Vol. 2. CCEL.learn.ligonier+1
  • Henry, Matthew. Commentary on the Whole Bible (Concise). Genesis 46.
  • Currid, John D. Genesis: A Study Commentary.
  • Waltke, Bruce K. Genesis: A Commentary.
  • Wenham, Gordon J. Genesis 16–50. Word Biblical Commentary.
  • Keil & Delitzsch. Biblical Commentary on the Old Testament: Genesis.
Teologi Sistematis Reformed:
  • Westminster Confession of Faith, Chapter V (Of Providence), Chapter VII (Of God’s Covenant with Man).
  • Canons of Dort (Sinode Dordrecht).
  • Berkhof, Louis. Systematic Theology.
  • Bavinck, Herman. Reformed Dogmatics.
  • Hodge, Charles. Systematic Theology.
  • Sproul, R.C. “Seventy in Egypt.” Ligonier Ministries.
  • Owen, John. The Works of John Owen (tentang ecclesiology).
Sumber Tambahan:
  • Ligonier Ministries. “The Move From Canaan.”
  • Ligonier Ministries. “Seventy in Egypt.”
  • New Covenant Baptist Church. “Following God’s Leading.”
  • The Bible Journey. “Genesis 46:1-7, 28-30.”
  • The Fellowship. “The Covenant Partially Fulfilled.”
  • Agape Bible Study. “Genesis 46:1-48:22.”
  • Beyond The Basics. “Genesis 46: Jacob’s Exile To Egypt.”

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
Kemajuan sains dan teknologi mengubah cara manusia hidup, tetapi iman Kristen tetap menjawab pertanyaan mendalam tentang makna, dosa, dan keselamatan. Foto ilustrasi: ELrolumNews.

Apakah Iman Kristen Masih Relevan di Tengah Kemajuan Sains...

Religion, ElrolumNews - Setiap kali manusia menemukan cara baru untuk memahami alam semesta, muncul pertanyaan yang sama:...
Heinrich Bullinger, penerus Huldrych Zwingli di Zurich, melayani lebih dari empat dasawarsa dan membantu memperkuat Reformasi melalui khotbah, tulisan, serta pembinaan jemaat. Foto ilustrasi: ELrolumNews.

Heinrich Bullinger: Penerus Zwingli yang Menjaga Api Reformasi di...

Religion, ElrolumNews - Ketika Huldrych Zwingli tewas dalam Pertempuran Kappel pada 1531, banyak orang menyangka Reformasi di...
Sola Scriptura menegaskan bahwa Alkitab adalah otoritas tertinggi bagi iman dan kehidupan Kristen, di atas tradisi maupun pendapat manusia. Foto ilustrasi: ELrolumNews.

Sola Scriptura: Mengapa Alkitab Tetap Menjadi Otoritas Tertinggi Iman...

Religion, ElrolumNews - Ketika pertanyaan tentang iman semakin kompleks, banyak orang mencari jawaban dari opini, tren, pengalaman,...
Advertisement

Lainnya

Popular