History, ElrolumNews – Sebuah operasi di abad ke-19 digambarkan sebagai pemandangan yang mengerikan. Pasien harus diikat kuat-kuat di meja kayu. Beberapa asisten akan menahan tubuhnya. Yang beruntung adalah yang pingsan karena rasa sakit yang tak tertahankan.
Namun, pada 16 Oktober 1846, dunia berubah. Sebuah operasi pengangkatan tumor leher dilakukan tanpa satu pun teriakan kesakitan dari pasien. Momen di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, Amerika Serikat itu kini dikenang sebagai “Ether Day” —kelahiran anestesi modern yang melahirkan profesi dokter spesialis anestesi .
Bayangkan harus menjalani amputasi kaki dalam kondisi sadar penuh. Itulah kenyataan pahit sebelum tahun 1840-an. Untuk menahan pasien yang mengamuk kesakitan, digunakan sistem sabuk, tali pengikat, hingga kaitan logam .
Karena tidak ada obat bius yang efektif, operasi adalah opsi paling akhir. Semakin cepat operasi, semakin baik. Tingkat kematian akibat syok sangat tinggi.
Faktanya, meskipun zat seperti Nitrous Oxide (Gas Tertawa) dan Eter sudah ditemukan puluhan tahun sebelumnya, fungsinya bukan untuk pengobatan melainkan untuk “Pesta Hiburan” .
Di era Victoria, orang-orang kaya mengadakan “pesta gas tertawa” atau “pesta eter” (ether frolics) untuk bersenang-senang. Mereka menghirup gas untuk mengalami euforia dan halusinasi, bukan untuk menghilangkan rasa sakit bedah .
Selain masalah teknis, ada penghalang moral yang besar. Masyarakat dan bahkan sebagian kalangan medis percaya bahwa rasa sakit (terutama saat melahirkan) adalah kehendak Tuhan—sebuah kutukan ilahi .
Referensi Alkitab tentang “Engkau akan bersusah payah mengandung dan melahirkan anakmu” dianggap sebagai vonis abadi yang tidak boleh dihindari dengan “kenikmatan buatan”.
Meskipun 16 Oktober 1846 adalah titik balik, perjalanan menemukan zat bius yang tepat diwarnai oleh intrik, percobaan diam-diam, dan sengketa patent yang menghancurkan jiwa.
A. Horace Wells (1815 – 1848): Pelopor yang Gagal di Depan Umum
Seorang dokter gigi asal Connecticut, Wells, adalah orang pertama yang menggunakan Nitrous Oxide untuk mencabut gigi pada tahun 1844. Ia terinspirasi setelah melihat seorang pemuda di pesta gas tertawa terluka parah namun tidak merasakan sakit .
Wells melakukan demonstrasi di Rumah Sakit Umum Massachusetts. Namun karena dosis yang kurang tepat, pasien masih menjerit saat giginya dicabut. Ia dianggap sebagai penipu, dicemooh, dan menjadi patah semangat. Ia kemudian bunuh diri pada tahun 1848 di penjara karena masalah narkoba dan mental .
B. William T.G. Morton (1819 – 1868): Demonstrasi Sukses dan Obsesi Patent
Mantan murid sekaligus mantan partner bisnis Wells, Morton, tidak menyerah. Ia bereksperimen dengan Eter Sulfurik, yang efeknya lebih kuat dari gas tertawa.
Pada tanggal 30 September 1846, Morton berhasil mencabut gigi tanpa rasa sakit menggunakan eter di kantornya. Hal ini membawanya ke panggung besar Rumah Sakit Umum Massachusetts .
Operasi Bersejarah:
Dokter bedah John Collins Warren mengangkat tumor dari leher pasien Gilbert Abbott. Setelah Morton membius pasien, Dr. Warren mengiris leher Abbott. Pasien sama sekali tidak bergerak.
Menurut laporan saksi mata, saat pasien menyadari operasi telah selesai, ia mengaku tidak merasakan sakit, hanya merasakan sensasi seperti benda tumpul digoreskan di lehernya .
Kutukan Morton:
Daripada menjadi pahlawan, Morton menghabiskan sisa hidupnya untuk mematenkan penemuannya (dengan nama dagang “Letheon”). Ia terlibat perang patent sengit dengan mantan gurunya, Charles Jackson, yang mengaku sebagai penemu ide sebenarnya .
Ia menghabiskan harta untuk membela patent di pengadilan dan melobi pemerintah agar memberinya hadiah uang. Morton akhirnya meninggal miskin pada tahun 1868 karena stroke, dalam keadaan frustrasi .
*“Sungguh menyedihkan bahwa peristiwa yang menciptakan zaman seperti itu diikuti oleh 20 tahun perselisihan, pencaci-makian, dan litigasi antara tiga kontestan yang masing-masing mengaku sebagai penemu anestesi.”*
— Sumber literatur medis, menggambarkan ironisnya perang patent para penemu anestesi .
C. Charles T. Jackson (1805 – 1880): Ilmuwan Gila yang Dirawat di RSJ
Seorang kimiawan dan geolog, Jackson mengklaim bahwa ide penggunaan eter murni berasal darinya. Ia mengaku pernah memberi tahu Morton tentang sifat eter. Jackson juga mengklaim telah melakukan percobaan sendiri. Sengketa ini merusak reputasi Morton.
Nasib Jackson lebih tragis. Obsesinya untuk membuktikan bahwa dialah penemu anestesi membuatnya mengalami gangguan mental parah. Ia menghabiskan 7 tahun terakhir hidupnya di Rumah Sakit Jiwa, meninggal pada 1880 .
Revolusi Teknis
Setelah “Ether Day”, dunia kedokteran berlomba menyempurnakan teknologi anestesi.
Sir James Simpson (Skotlandia) memperkenalkan Kloroform pada tahun 1847. Keunggulannya adalah tidak mudah meledak seperti eter dan onset kerjanya lebih cepat. Ia bahkan berhasil membius Ratu Victoria saat melahirkan pada tahun 1853, mematahkan stigma agama bahwa melahirkan harus sakit .
Kloroform ternyata memiliki efek samping mematikan (kematian mendadak karena henti jantung), sehingga para ilmuwan terus mencari zat yang lebih aman.
Profesi ini awalnya dijalankan oleh perawat atau dokter bedah sendiri.
John Snow (1813 – 1858): Ia sering disebut sebagai “Bapak Anestesiologi” modern. Ia adalah orang pertama yang menganalisis secara ilmiah fisiologi anestesi, menciptakan inhaler khusus untuk mengatur dosis uap, dan merawat Ratu Victoria .
1920-an: Profesi ini mulai diakui secara resmi.
1940-an – 1960-an: Muncul obat pelemas otot (curare) yang memungkinkan operasi perut besar tanpa anestesi yang terlalu dalam, serta sistem ventilator mekanis .
1980-an – 1990-an: Era digital dimulai dengan ditemukannya Pulse Oximetry (alat pengukur oksigen darah) dan Bispectral Index (pengukur kedalaman tidur pasien), membuat anestesi menjadi sangat aman.
(Harvard University/NIH/Kemenkes/Springer****/Lippincott)






