Denpasar, Bali, ElrolumNews – Indonesia menorehkan sejarah baru dalam dunia kesehatan global. Indonesia Society for Regenerative Medicine (INASRM) secara resmi menyelenggarakan Asia Pacific Conference for Advanced Science and Technology (APCAST) 2026 , kongres pengobatan regeneratif tingkat Asia Pasifik yang pertama kali digelar. Acara berlangsung pada 10-12 Juni 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center .
“Selamat datang di APCAST 2026, konferensi regeneratif pertama di Asia Pasifik. Terima kasih telah bergabung dengan kami di Bali yang indah. Selama tiga hari ke depan, kita akan menjelajahi pengobatan yang mengubah hidup. Ini adalah bukti dari komitmen INASRM untuk memimpin inovasi medis di Asia,” ujar Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo, SpOT(K) , Ketua INASRM, dalam sambutannya, Kamis (10/6/2026) .
Konferensi ini menghadirkan 750 peserta dari 20 negara di kawasan Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Serikat, menjadikannya sebagai pertemuan ilmiah terbesar untuk bidang kedokteran regeneratif di kawasan ini.
“Indonesia tidak lagi menjadi penonton. Hari ini kita menjadi tuan rumah bagi para ahli top dunia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman,” lanjut Prof. Ismail .
Agenda konferensi mencakup diskusi tentang sel punca (stem cell) , terapi gen, rekayasa jaringan, dan aplikasi kecerdasan buatan (AI) dalam pengobatan regeneratif, serta regulasi etik dan kebijakan kesehatan di Asia .
Ketua Steering Committee APCAST 2026, Prof. Mohamad Sadikin, PhD , mengungkapkan bahwa INASRM telah membangun konsorsium penelitian pengobatan regeneratif dengan 7 universitas top dunia, yaitu:
National University of Singapore (Singapura)
University of Malaya (Malaysia)
Monash University (Malaysia)
Chiang Mai University (Thailand)
Chulalongkorn University (Thailand)
Universitas Indonesia (Indonesia)
Universitas Gadjah Mada (Indonesia)
“Konsorsium ini adalah wujud nyata komitmen INASRM untuk mentransformasi landscape medis di Indonesia dan Asia,” ujar Prof. Sadikin .
Sesi pleno konferensi menampilkan berbagai riset mutakhir, termasuk:
Terapi sel punca mesenkimal (MSC) untuk regenerasi tulang rawan pada penderita osteoarthritis
Terapi gen untuk penyakit langka seperti distrofi otot dan hemofilia
Bio-printing 3D untuk merekonstruksi jaringan tulang yang rusak akibat kecelakaan
Aplikasi AI untuk memprediksi keberhasilan terapi sel punca
“Masa depan pengobatan regeneratif adalah personalisasi. Setiap pasien adalah unik, demikian pula pendekatan terapinya,” ujar Prof. Shigeto Ishiguro, perwakilan dari Jepang dalam konferensi tersebut .
Dalam wawancara eksklusif dengan awak media di sela-sela konferensi, Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo, SpOT(K) , berbagi pandangannya tentang perkembangan pengobatan regeneratif di Indonesia.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengobatan regeneratif. Sumber daya alam hayati kita, penelitian yang terus berkembang, dan semangat kolaborasi lintas disiplin menjadi modal utama,” ujar Prof. Ismail kepada wartawan di Nusa Dua, Kamis (10/6/2026) .
Ia mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar adalah biaya terapi yang masih mahal.
“Biaya terapi sel punca untuk osteoarthritis lutut, misalnya, saat ini masih bisa mencapai angka Rp150 juta hingga Rp300 juta per pasien. Ini adalah PR besar kita bersama. Tujuan akhir kami adalah membuat pengobatan ini terjangkau dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” tegasnya .
Prof. Ismail berharap melalui kolaborasi dengan kampus-kampus top dunia dan perusahaan bioteknologi, biaya tersebut dapat ditekan dalam 5-10 tahun ke depan .
Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang pameran prestasi, tetapi juga menjadi jembatan harapan bagi ribuan pasien di Indonesia yang menderita penyakit degeneratif kronis. Para peneliti dan dokter di Indonesia kini memiliki kesempatan emas untuk belajar langsung dari para ahli terbaik di dunia, mempercepat adopsi teknologi paling mutakhir.
(republika/inasrm**)






