Pekanbaru, ELrolumnews — Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru resmi menutup sementara sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan taman kota .
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Zulkifli, menyatakan bahwa penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari paparan asap yang berbahaya bagi kesehatan .
“Penutupan RTH dan taman kota ini bersifat sementara hingga kualitas udara kembali membaik. Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan,” ujar Zulkifli dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026) .
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau DLHK Pekanbaru, kualitas udara di kota tersebut berada pada kategori tidak sehat dengan nilai ISPU berkisar 150-200 . Konsentrasi partikulat PM2.5 tercatat di atas ambang batas aman yang ditetapkan pemerintah .
“Kami terus memantau perkembangan kualitas udara. Jika kondisi semakin memburuk, kami akan mengambil langkah lebih lanjut,” tambah Zulkifli .
DLHK Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk :
Mengurangi aktivitas di luar ruangan , terutama pada pagi dan sore hari
Menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah
Menutup jendela dan ventilasi rumah untuk mengurangi paparan asap
Melapor ke layanan darurat 112 jika menemukan titik api atau kebakaran lahan
Menjaga kesehatan dengan mengonsumsi air putih yang cukup dan makanan bergizi
Berdasarkan data BMKG, sejumlah titik panas masih terdeteksi di wilayah Riau. Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan upaya pemadaman dan pencegahan karhutla dengan mengerahkan personel gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, dan masyarakat .
(fvs)





