Jakarta, ElrolumNews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa akibat rentetan kebakaran hutan dan lahan yang melanda tiga provinsi, yaitu Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan tim gabungan di daerah telah merespons dengan cepat dan berhasil memadamkan api di seluruh lokasi terdampak.
“Seiring dengan upaya penanganan yang dilakukan oleh tim gabungan di daerah, dilaporkan tidak ada korban jiwa yang timbul akibat rangkaian peristiwa kebakaran tersebut,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
1. Sukoharjo, Jawa Tengah (27-28 Juni 2026)
Kebakaran terjadi di lahan seluas 4 hektare di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu malam (27/6). Api berhasil dipadamkan total pada Minggu (28/6) oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Tidak ada warga terdampak maupun korban jiwa dalam insiden ini.
2. Langsa, Aceh (28 Juni 2026)
Kebakaran lahan seluas 2 hektare terjadi di Desa Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, pada Minggu (28/6). Api dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah oleh warga. Satu kepala keluarga (KK) terdampak secara materiil, namun tidak ada korban jiwa.
BPBD Kota Langsa mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit tangki air untuk memadamkan api pada hari yang sama.
3. Sumedang, Jawa Barat (29 Juni 2026)
Kebakaran lahan seluas 2 hektare terjadi di Desa Tomo, Kabupaten Sumedang. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Api berhasil dikendalikan melalui koordinasi BPBD setempat dan tim gabungan yang mengerahkan armada tangki air.
BNPB mengimbau pemerintah daerah di wilayah rawan untuk mengoptimalkan upaya konservasi air, menyiapkan armada distribusi air bersih, dan memperkuat deteksi dini titik panas yang muncul.
“Kami meminta pemerintah daerah di wilayah rawan untuk segera mengoptimalkan upaya konservasi air, menyiapkan armada distribusi air bersih, dan memperkuat deteksi dini titik panas yang muncul,” kata Abdul Muhari.
(*/fvs)






