IHSG Melemah 0,87 Persen ke Level 6.309, Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran! Kebuntuan Selat Hormuz Kembali Ganggu Pasar

Jakarta, ElrolumNews — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada jeda perdagangan Selasa (11/8/2026). IHSG turun 55,469 poin atau 0,87 persen ke level 6.309,905 . IHSG dibuka pada level 6.383,810 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.388,581, namun kemudian bergerak turun hingga mencapai level terendah 6.291,195.

Sebanyak 466 saham melemah, sementara 160 saham menguat dan 162 saham stagnan . Total volume perdagangan mencapai 20,91 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,84 triliun.

Hampir semua indeks sektoral kompak melemah, kecuali sektor kesehatan yang naik tipis 0,11 persen . Sektor perindustrian memimpin pelemahan dengan anjlok 2,08 persen, disusul barang konsumen non primer 1,50 persen, properti dan real estate 1,13 persen, energi 1,08 persen, keuangan 0,82 persen, dan infrastruktur 0,65 persen.

- Advertisement -

Top Losers LQ45:

  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA): turun 3,38 persen ke Rp458 

    - Advertisement -
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI): turun 2,77 persen ke Rp1.580 

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): turun 2,67 persen ke Rp182 

Top Gainers LQ45:

  • PT Indosat Tbk (ISAT): naik 3,33 persen ke Rp2.170 

  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): naik 2,55 persen ke Rp805 

  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP): naik 1,79 persen ke Rp8.525 

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp774,89 miliar pada perdagangan sesi pertama . Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) paling banyak dijual investor asing senilai Rp131,35 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp97,13 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp87,19 miliar.

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan pelemahan IHSG dipengaruhi sejumlah sentimen domestik dan global. Dari eksternal, pasar mencermati kebuntuan negosiasi terkait perang AS dan Iran mengenai Selat Hormuz yang kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dan mendorong harga minyak naik (WTI di US$82/barel dan Brent di US$87/barel) .

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi hubungan AS dengan Iran yang memupus harapan pembukaan kembali Selat Hormuz. Rupiah melemah 0,60 persen ke Rp17.861 per dolar AS.

Dari domestik, pasar mencermati perkembangan pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI. Menurut Pilarmas, pencalonan tersebut dinilai positif karena memberikan kepastian dan menjaga kesinambungan kebijakan moneter. Namun tantangan ke depan adalah mempertahankan independensi BI sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
IHSG dibuka melemah ke 5.249, rupiah tertekan di Rp18.161 menanti keputusan The Fed

IHSG Dibuka Melemah ke 5.249, Rupiah Tertekan di Rp18.161...

Jakarta, ElrolumNews — Pasar keuangan Indonesia kembali dibuka di zona merah pada Rabu, 28 Oktober 2026. Indeks...
IHSG anjlok 4,31 persen ke bawah 5.000, rupiah melemah ke Rp18.035 akibat ancaman MSCI

IHSG Anjlok 4,31 Persen ke Bawah 5.000, Rupiah Melemah...

Jakarta, ElrolumNews — Pasar keuangan Indonesia memasuki pekan ini dengan tekanan berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)...
Diversifikasi portofolio membantu investor mengelola risiko dengan tidak bergantung pada satu saham, satu sektor, atau satu jenis aset.

Diversifikasi Portofolio Saham untuk Pemula: Cara Mengelola Risiko Investasi

Pasar Modal & Investasi, ELrolumNews — Setelah memahami analisis fundamental, valuasi, pertumbuhan, value trap, laporan keuangan, dan...
Advertisement

Lainnya

Popular