Mengenal Anoa, “Kerbau Kerdil” Khas Sulawesi yang Kini Terancam Punah, Populasi Kurang dari 2.500 Ekor di Alam Liar!

Jakarta, ElrolumNews – Anoa (Bubalus sp.) adalah mamalia terbesar sekaligus endemik yang hanya dapat ditemukan di Pulau Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Buton dan Togean . Dijuluki sebagai “kerbau kerdil” karena bentuk tubuhnya yang mirip kerbau namun berukuran lebih kecil, hewan ini telah dilindungi sejak zaman kolonial Belanda melalui Ordonansi Perlindungan Binatang tahun 1931.

Meskipun telah dilindungi selama hampir satu abad, populasi anoa terus mengalami penurunan drastis. Saat ini, diperkirakan populasi anoa di alam liar berjumlah kurang dari 2.500 ekor . Laju penurunan populasi mereka selama 14–18 tahun terakhir mencapai 20 persen.

Dua Spesies Anoa: Dataran Rendah dan Pegunungan

Secara umum, para ahli menemukan dua spesies anoa yang hidup di habitatnya :

SpesiesNama IlmiahCiri Khas
Anoa Dataran RendahBubalus depressicornisTubuh lebih besar (tinggi 80-100 cm), ekor lebih panjang, kaki berwarna putih, tanduk kasar dengan penampang segitiga 
Anoa PegununganBubalus quarlesiTubuh lebih kecil (tinggi 60-75 cm), ekor lebih pendek dan lembut, tanduk melingkar 

 

Anoa menyukai habitat hutan hujan yang jauh dari jangkauan manusia, dengan sumber air permanen di sekitarnya . Mereka adalah hewan soliter yang sering berpindah-pindah saat mencari makan dan tempat tinggal . Seperti kerbau pada umumnya, anoa juga gemar berendam untuk mendinginkan tubuh dan sebagai mekanisme pertahanan diri .

Makanan: Anoa adalah hewan herbivora yang mengonsumsi pakis, rumput, tunas pohon, buah-buahan, dan umbi-umbian. Mereka juga membutuhkan asupan garam yang diperoleh dengan menjilat bebatuan yang mengandung mineral alami .

Reproduksi: Induk anoa rata-rata hanya melahirkan satu bayi setiap tahunnya. Masa kehamilan berlangsung 276-315 hari, dan masa sapih berlangsung 6-9 bulan .

Ancaman Serius dan Status Konservasi

Anoa saat ini masuk dalam kategori Terancam Punah (Endangered) dalam daftar merah IUCN dan termasuk dalam Appendiks I CITES, yang berarti dilarang untuk diperdagangkan .

Dua ancaman utama yang menyebabkan penurunan populasi anoa adalah:

  1. Perburuan liar: Anoa diburu untuk dagingnya, yang sering dianggap sebagai “hadiah kehormatan” dalam beberapa acara adat di Sulawesi.

  2. Kehilangan habitat (deforestasi): Pembukaan lahan untuk perkebunan, pertambangan, dan pemukiman terus mengurangi ruang hidup anoa .

Selain itu, fragmentasi habitat membuat populasi anoa terpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok kecil yang terisolasi, yang berisiko terhadap perkawinan sedarah (inbreeding) dan penurunan keragaman genetik .

Pulau Kecil: Benteng Terakhir Anoa?

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (2025) mengungkapkan temuan mengejutkan. Populasi anoa dan babirusa di pulau-pulau kecil seperti Buton dan Togean justru terbukti lebih tangguh secara genetik meskipun jumlahnya sedikit .

Meskipun memiliki keragaman genetik yang lebih rendah atau lebih homogen, mereka memiliki kemampuan untuk menyingkirkan mutasi-mutasi gen yang berbahaya (purging). Populasi yang telah terisolasi dalam waktu sangat lama ini sudah melewati proses seleksi alam yang ketat dan menyisakan hewan paling tangguh .

Implikasi Penting: Pulau-pulau kecil bisa menjadi tempat perlindungan alami (refugia) bagi hewan langka, dan perlindungan ekosistem pulau kecil mendesak untuk dimasukkan dalam kebijakan konservasi nasional .

Upaya Konservasi

Anoa dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya . Melalui Peraturan Menteri Kehutanan No. 57/2008, kedua jenis anoa dimasukkan dalam kategori spesies prioritas tinggi dalam Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional 2008-2018 .

Salah satu habitat anoa yang dilindungi adalah Cagar Alam Gunung Dako di Kabupaten Tolitoli. Penelitian menunjukkan bahwa anoa menghuni sekitar 67,59% hingga 85% wilayah cagar alam tersebut, dengan preferensi pada area yang jauh dari areal budidaya dan jalan serta tutupan hutan primer yang luas.

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkait
Amnihyla homuncula, spesies katak pohon baru dari Pegunungan Maoke, Papua, yang menarik perhatian karena perbedaan ukuran ekstrem antara betina dan jantannya.

Katak Baru dari Pegunungan Maoke: Betinanya Bisa 6 Kali...

Earth, ElrolumNews - Di pegunungan Papua, di tengah hutan yang basah dan aliran sungai pegunungan, para peneliti...
Stolephorus falco, spesies ikan teri baru dari Sumatra yang diungkap melalui penelitian terhadap tiga spesimen museum, termasuk spesimen yang dikumpulkan sejak 1898.

Ikan Teri Baru Ditemukan dari Sumatra, Ternyata Tersimpan Puluhan...

Earth, ElrolumNews - Seekor ikan berukuran hanya beberapa sentimeter mungkin terlihat seperti ikan teri biasa. Namun, tiga...
Amphidromus javanicus, keong pohon endemik Jawa yang menunjukkan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia juga tersembunyi pada satwa-satwa kecil yang sering luput dari perhatian.

Keong Jawa Bukan Bekicot: Mengenal Amphidromus javanicus dan Ancaman...

Earth, ElrolumNews - Sekilas, keong yang merayap di pepohonan mungkin terlihat tidak berbeda dari bekicot yang sering...

Lainnya

Popular

Read More