Pesut Mahakam, Lumba-lumba Air Tawar yang Terancam Punah! Populasi Tinggal 80 Ekor di Kalimantan, Jaring Nelayan Jadi Ancaman Terbesar!

Jakarta, ElrolumNews – Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah salah satu satwa paling terancam punah di Indonesia. Mamalia air tawar yang sering disebut lumba-lumba air tawar ini hanya dapat ditemukan di perairan Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, dan menjadi simbol Provinsi Kalimantan Timur.

Populasi pesut mahakam saat ini diperkirakan hanya tersisa 75 hingga 80 ekor di alam liar . Satwa ini masuk dalam status Kritis (Critically Endangered) dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan Appendiks I CITES, yang berarti dilarang untuk diperdagangkan .

Mengenal Pesut Mahakam

Pesut mahakam adalah mamalia air yang bernapas menggunakan paru-paru, bukan ikan. Tubuhnya berwarna abu-abu hingga biru tua dengan bentuk kepala bulat, mata mungil, dan panjang tubuh mencapai 2,5 meter dengan berat hingga 130 kilogram .

Setiap individu pesut memiliki perbedaan pada sirip dan bentuk tengkuk kepala, layaknya sidik jari pada manusia . Mereka hidup berkelompok dan makanannya adalah ikan dan udang kecil.

Reproduksi yang Lambat: Seekor induk pesut hanya melahirkan satu anak pesut setiap tiga tahun sekali. Masa menyusui berlangsung selama 1 hingga 1,5 tahun . Siklus reproduksi yang lambat ini membuat populasi pesut sangat sulit pulih jika terjadi penurunan drastis.

Ancaman Serius bagi Kelestarian Pesut Mahakam

Beberapa faktor utama mengancam kelestarian pesut mahakam di Sungai Mahakam:

1. Jaring Nelayan
Jaring nelayan merupakan ancaman paling tinggi bagi kepunahan pesut mahakam . Banyak pesut yang mati karena tersangkut dan terjerat jaring nelayan saat mencari makan.

2. Aktivitas Ponton
Aktivitas ponton, baik milik perusahaan perkebunan kelapa sawit maupun tambang batu bara di anak Sungai Mahakam, menjadi ancaman baru bagi populasi pesut. Pada 2016, terjadi lima kasus kematian pesut, yang terbanyak karena terjaring dan yang kedua akibat ditabrak ponton .

3. Kehilangan Habitat dan Penurunan Kualitas Air
Penurunan kualitas habitat akibat aktivitas manusia dan ketersediaan makanan yang berkurang menjadi ancaman serius. Tingginya tingkat erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya juga mengancam kelestarian pesut .

4. Lalu Lintas Perairan yang Padat
Makin sibuknya lalu-lintas perairan Sungai Mahakam mengganggu habitat pesut .

Pentingnya Pesut Mahakam bagi Ekosistem

Pesut mahakam sangat penting sebagai bioindikator kualitas air. Beberapa sungai di Mahakam yang masih terdapat pesut dipastikan kondisi airnya dalam keadaan baik, serta menjadi indikator keberadaan ikan dan udang yang masih berlimpah .

Upaya Konservasi yang Dilakukan

Berbagai pihak telah melakukan upaya untuk menyelamatkan pesut mahakam dari kepunahan.

WWF-Indonesia, bersama berbagai komunitas, terus berupaya mendorong penetapan habitat pesut sebagai kawasan lindung oleh pemerintah setempat . WWF juga berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar Sungai Mahakam untuk bersama-sama melindungi pesut dan menerapkan alat budidaya ikan yang ramah lingkungan .

Masyarakat juga diajak untuk tidak membuang sampah ke sungai, karena sampah menjadi salah satu ancaman bagi lumba-lumba air tawar ini .

Peneliti Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) Danielle Kreb, yang telah mengamati pesut sejak 1997, menekankan perlunya perhatian serius dari pemerintah maupun masyarakat bagi kelangsungan hidup pesut.

“Perlindungan pesut mahakam tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak, tetapi perlu komitmen bersama dari pemerintah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan, termasuk perusahaan yang banyak beroperasi di kawasan jelajah pesut mahakam.”

Masa Depan Pesut Mahakam

Jika populasi pesut saat ini hanya tersisa 80 ekor dan angka kematian rata-rata 4-5 ekor per tahun tanpa diimbangi kelahiran yang signifikan, 20 tahun lagi pesut mahakam bisa dinyatakan punah . Keberlangsungan pesut mahakam bergantung pada komitmen bersama untuk menjaga kelestarian Sungai Mahakam dan ekosistemnya.

(*/fvs)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Kuda Nil yang Mengubah Peta Afrika: Warisan Tak Terduga...

History, ElrolumNews - Pada 1978, seorang gembong narkoba bernama Pablo Escobar membangun istana mewah di tanah kelahirannya,...

Sandal Jepit yang Mengguncang Istana: Ketika Sepatu Karet Mengubah...

History, ElrolumNews - 27 Juli 1996, Jakarta sedang panas-panasnya. Bukan karena cuaca—tapi politik. Di kantor pusat Partai...

Pintu Tak Terkunci yang Mengubah Sejarah Dunia: Runtuhnya Konstantinopel...

History, ElrolumNews - Selama lebih dari 1.000 tahun, Konstantinopel bertahan melawan aliran serangan tanpa henti. Tembok Theodosius—benteng raksasa...

More

Recomended

Read More