“Edward McKendree Bounds adalah salah satu penulis terbesar tentang doa dalam sejarah gereja. Namun ia bukanlah seorang pengkhotbah yang terkenal pada masanya, dan ia bukanlah seorang penulis yang sukses secara finansial. Ia adalah seorang pendeta biasa yang bangun setiap pagi pukul empat untuk berdoa—dan dari kehidupan doanya yang tersembunyi, lahirlah karya-karya yang mengubah jutaan orang.”
Religion, ElrolumNews –
Seorang Pemuda yang Menemukan Panggilan
Edward McKendree Bounds—yang lebih dikenal sebagai E.M. Bounds—lahir pada tanggal 15 Agustus 1835 di Shelby County, Missouri, Amerika Serikat. Ia adalah anak kelima dari sepuluh bersaudara dalam sebuah keluarga Kristen yang taat.
Ayahnya, Thomas Bounds, adalah seorang yang dihormati di komunitasnya. Ibunya, Hester Ann, adalah seorang wanita Kristen yang mendidik anak-anaknya dalam iman. Dari ibunya, Edward belajar tentang doa dan Firman Tuhan.
Edward adalah seorang pemuda yang cerdas dan rajin. Ia belajar hukum di sekolah hukum di Palmyra, Missouri. Setelah lulus, ia mulai berpraktik sebagai pengacara. Ia memiliki masa depan yang cerah di bidang hukum.
Namun Tuhan memiliki rencana yang berbeda.
Pada usia dua puluh empat tahun, Edward mengalami pertobatan yang mendalam. Ia merasa Tuhan memanggilnya untuk melayani—bukan sebagai pengacara, tetapi sebagai pendeta.
Ia meninggalkan praktik hukumnya dan mendaftar di sekolah pendeta Methodist. Pada tahun 1859, ia ditahbiskan sebagai pendeta Gereja Methodist Episcopal, South.
Pelayanan yang Penuh Pergumulan
E.M. Bounds melayani sebagai pendeta selama lebih dari empat puluh tahun. Namun pelayanannya tidak selalu mudah.
Selama Perang Saudara Amerika (1861-1865), ia ditangkap oleh tentara Union dan dipenjara selama beberapa bulan karena ia adalah pendeta di wilayah Selatan. Setelah perang, ia kembali melayani sebagai pendeta di berbagai gereja di Missouri dan Tennessee.
Pada tahun 1873, ia menjadi editor The St. Louis Christian Advocate—sebuah surat kabar Methodist yang berpengaruh. Ia melayani sebagai editor selama hampir sepuluh tahun.
Namun pada tahun 1883, ia diangkat menjadi editor The Christian Advocate di Nashville, Tennessee. Di sana, ia mengalami salah satu periode paling sulit dalam hidupnya.
Ia dituduh menyalahgunakan dana gereja. Tuduhan itu tidak terbukti, tetapi ia tetap harus meninggalkan posisinya sebagai editor. Ia kembali ke pelayanan pastoral—sebuah posisi yang lebih rendah dari yang pernah ia pegang.
Banyak orang akan merasa pahit setelah mengalami hal seperti itu. Tetapi E.M. Bounds tidak. Ia justru menggunakan waktu itu untuk mendalami doa.
Pria yang Berdoa Sebelum Fajar
E.M. Bounds memiliki kebiasaan yang tidak biasa: ia bangun setiap pagi pukul empat untuk berdoa.
Ia tidak berdoa sebentar. Ia berdoa selama dua hingga tiga jam setiap pagi—sebelum matahari terbit, sebelum orang lain bangun, sebelum dunia mulai berisik.
Selama waktu itu, ia tidak hanya berdoa. Ia membaca Firman Tuhan. Ia merenungkan. Ia menulis. Ia menuangkan seluruh hatinya di hadapan Tuhan.
Kebiasaan ini ia pertahankan selama puluhan tahun—bahkan ketika ia sakit, bahkan ketika ia lelah, bahkan ketika ia menghadapi tekanan hidup yang berat.
Seorang teman yang pernah tinggal bersamanya mencatat: “Ia selalu bangun pukul empat pagi. Saya sering mendengar ia berdoa dengan suara keras di kamarnya. Ia berdoa untuk gerejanya, untuk jemaatnya, untuk kota tempat ia tinggal, untuk negaranya, dan untuk seluruh dunia.”
E.M. Bounds percaya bahwa doa bukanlah aktivitas tambahan dalam kehidupan Kristen. Doa adalah fondasi dari segalanya. Ia berkata:
“Doa bukanlah persiapan untuk pekerjaan. Doa adalah pekerjaan itu sendiri.”
“Orang yang berdoa banyak, akan melakukan banyak. Orang yang berdoa sedikit, akan melakukan sedikit.”
“Doa yang tidak dijawab bukanlah doa yang gagal. Doa yang tidak dijawab adalah doa yang dijawab dengan cara yang lebih baik.”
Menulis dari Kehidupan Doa
Selama bertahun-tahun, E.M. Bounds menulis artikel dan buku tentang doa. Namun karya-karyanya tidak diterbitkan secara luas pada masa hidupnya.
Ia menulis dengan tangan, dengan pena, dalam buku-buku catatan yang tebal. Ia menulis di sela-sela kesibukannya sebagai pendeta. Ia menulis dari kehidupan doanya yang tersembunyi.
Salah satu tulisannya yang paling terkenal adalah:
“Doa adalah kekuatan yang menggerakkan tangan yang menggerakkan dunia.”
“Tuhan tidak melakukan apa-apa selain menjawab doa. Ia tidak memberikan apa pun selain sebagai jawaban atas doa.”
“Berdoalah dengan sungguh-sungguh. Berdoalah dengan iman. Berdoalah dengan ketekunan. Berdoalah sampai engkau mendapatkan jawaban.”
E.M. Bounds meninggal pada tanggal 24 Agustus 1913 di usia 78 tahun. Pada saat kematiannya, ia bukanlah seorang yang terkenal. Buku-bukunya tidak banyak dibaca. Namanya tidak dikenal di luar lingkaran kecil pembacanya.
Namun setelah kematiannya, sesuatu yang luar biasa terjadi.
Warisan yang Tidak Pernah Padam
Pada tahun 1920-an, seorang editor bernama Homer W. Hodge menemukan manuskrip-manuskrip E.M. Bounds yang belum diterbitkan. Ia mengumpulkannya dan menerbitkannya menjadi buku-buku.
Buku-buku itu—Power Through Prayer, Purpose in Prayer, The Essentials of Prayer, The Necessity of Prayer, dan lainnya—menjadi sangat populer di kalangan orang Kristen di seluruh dunia.
Power Through Prayer menjadi salah satu buku terlaris tentang doa sepanjang masa. Buku itu telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa dan dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia.
E.M. Bounds meninggal tanpa pernah melihat bukunya diterbitkan secara luas. Ia tidak pernah menjadi terkenal pada masa hidupnya. Ia tidak pernah menerima penghargaan atau pengakuan.
Tetapi dari kehidupannya yang tersembunyi—dari doanya sebelum fajar, dari kesetiaannya yang tenang, dari tulisan-tulisan yang ia buat dengan tangan—lahirlah warisan yang mengubah jutaan orang.
Ia adalah bukti hidup dari perkataannya sendiri:
“Doa adalah kekuatan yang menggerakkan tangan yang menggerakkan dunia.”
Apa yang Diajarkan Kisah E.M. Bounds?
Dari kehidupan E.M. Bounds, kita belajar beberapa hal:
Pertama, kekuatan sejati berasal dari kehidupan yang tersembunyi. E.M. Bounds tidak terkenal pada masanya. Ia tidak menjadi pengkhotbah besar. Tetapi ia memiliki kehidupan doa yang luar biasa—sebuah kehidupan yang tersembunyi dari mata manusia, tetapi nyata di hadapan Tuhan.
Kedua, doa adalah pekerjaan yang paling penting. Bounds percaya bahwa doa bukanlah persiapan untuk pekerjaan—doa adalah pekerjaan itu sendiri. Ia menghabiskan dua hingga tiga jam setiap pagi dalam doa. Dan dari doa itu, lahirlah karya-karya yang mengubah dunia.
Ketiga, kesetiaan dalam hal-hal kecil menghasilkan buah yang kekal. Bounds tidak pernah melihat bukunya diterbitkan secara luas. Ia tidak pernah melihat pengaruhnya. Tetapi ia tetap setia. Dan Tuhan memberkati kesetiaannya—bahkan setelah ia tiada.
Untuk Renungan
Kisah E.M. Bounds adalah kisah tentang kekuatan yang tersembunyi.
Ia bukanlah seorang yang terkenal. Ia bukanlah seorang yang sukses menurut ukuran dunia. Ia hanyalah seorang pendeta biasa yang bangun pukul empat pagi untuk berdoa.
Tetapi dari kehidupannya yang tersembunyi itu, Tuhan menghasilkan buah yang berlimpah—buah yang masih dinikmati oleh jutaan orang hingga hari ini.
“Doa adalah kekuatan yang menggerakkan tangan yang menggerakkan dunia.” — E.M. Bounds
“Bertekunlah dalam doa dan berjaga-jagalah di dalam doa dengan ucapan syukur.” — Kolose 4:2
“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” — Yakobus 5:16
Tiga Pelajaran dari E.M. Bounds
1. Kekuatan Sejati Berasal dari Kehidupan yang Tersembunyi
E.M. Bounds tidak terkenal pada masanya. Ia tidak menjadi pengkhotbah besar. Tetapi ia memiliki kehidupan doa yang luar biasa—sebuah kehidupan yang tersembunyi dari mata manusia, tetapi nyata di hadapan Tuhan.
“Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:6)
2. Doa Adalah Pekerjaan yang Paling Penting
Bounds percaya bahwa doa bukanlah persiapan untuk pekerjaan—doa adalah pekerjaan itu sendiri. Ia menghabiskan dua hingga tiga jam setiap pagi dalam doa. Dan dari doa itu, lahirlah karya-karya yang mengubah dunia.
“Doa bukanlah persiapan untuk pekerjaan. Doa adalah pekerjaan itu sendiri.” — E.M. Bounds
3. Kesetiaan dalam Hal-Hal Kecil Menghasilkan Buah yang Kekal
Bounds tidak pernah melihat bukunya diterbitkan secara luas. Ia tidak pernah melihat pengaruhnya. Tetapi ia tetap setia. Dan Tuhan memberkati kesetiaannya—bahkan setelah ia tiada.
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara yang kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara yang besar.” (Lukas 16:10)
Untuk Renungan
Apakah Anda memiliki kehidupan doa yang tersembunyi—yang tidak dilihat orang lain, tetapi nyata di hadapan Tuhan?
Apakah doa menjadi prioritas utama dalam hidup Anda, atau hanya aktivitas tambahan?
Apakah Anda setia dalam hal-hal kecil, bahkan ketika tidak ada yang melihat?
Bacalah Matius 6:5-15 — ajaran Yesus tentang doa.
Bacalah Kolose 4:2 — tentang bertekun dalam doa.
Kabar baiknya: Tuhan melihat apa yang tersembunyi. Dia memberkati kesetiaan yang tidak dilihat orang lain. Dan dari kehidupan doa yang tersembunyi, Dia dapat menghasilkan buah yang kekal.
Sumber
Wikipedia. “E. M. Bounds”. Sumber yang mencatat kelahiran (15 Agustus 1835), kematian (24 Agustus 1913), latar belakang keluarga, pendidikan hukum, penahbisan sebagai pendeta Methodist (1859), penangkapan selama Perang Saudara, dan karya-karyanya tentang doa.
Christian Classics Ethereal Library (CCEL). “E.M. Bounds”. Sumber yang mencatat biografi E.M. Bounds dan karya-karyanya, termasuk Power Through Prayer, Purpose in Prayer, dan The Essentials of Prayer.
The complete works of E.M. Bounds on prayer. Sumber yang memuat kumpulan tulisan E.M. Bounds tentang doa, termasuk kutipan-kutipan terkenalnya.
Hodge, Homer W. “Editor’s Preface” dalam Power Through Prayer. Sumber yang mencatat bagaimana manuskrip E.M. Bounds ditemukan dan diterbitkan setelah kematiannya.
Dorsett, Lyle W. E.M. Bounds: Man of Prayer. Biografi komprehensif tentang kehidupan E.M. Bounds dan kehidupan doanya.
The St. Louis Christian Advocate dan The Christian Advocate (Nashville). Sumber-sumber yang mencatat pelayanan E.M. Bounds sebagai editor.
Bounds, E.M. Power Through Prayer, Purpose in Prayer, The Essentials of Prayer, The Necessity of Prayer, dan karya-karya lainnya. Buku-buku yang ditulis E.M. Bounds sendiri, berisi ajaran-ajarannya tentang doa.




