Jakarta, ElrolumNews — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI untuk mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia definitif pada Senin (10/8).
Prasetyo menjelaskan bahwa Surpres tersebut diserahkan kepada Ketua DPR Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan . Selain calon Gubernur BI, surpres juga berisi usulan calon pengganti Deputi Gubernur Senior BI dan Deputi Gubernur BI yang jumlahnya berkurang satu, serta usulan Komisaris OJK dan calon duta besar.
“Jadi, namanya tunggal ya, satu nama, yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti yang sekarang menjabat sebagai Pejabat Gubernur sementara,” tegas Prasetyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senin (10/8).
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa DPR akan segera memproses Surpres tersebut setelah masuk masa persidangan. Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 akan dimulai pada Jumat (14/8/2026), dan selanjutnya Komisi XI DPR akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Destry .
Wakil Ketua Komisi XI DPR Muhammad Hanif Dhakiri menilai Destry merupakan figur yang sangat bisa diandalkan dan profesional, dengan pengalaman luas di bidang moneter dan Bank Indonesia. “Saya kira dia figur yang sangat bisa diandalkan, profesional, dan orangnya juga sudah berpengalaman luas, mengenal seluk beluk moneter dan Bank Indonesia,” ujarnya.
Pencalonan Destry langsung disambut positif oleh pasar keuangan. Mata uang rupiah melanjutkan tren penguatannya hingga mencapai level tertinggi terhadap dolar AS sejak 18 Juni 2026. Pengunduran diri Perry Warjiyo sempat memicu kekhawatiran investor, namun pencalonan Destry yang memiliki rekam jejak panjang di BI dinilai akan memberikan kepastian kebijakan.
Destry Damayanti adalah ekonom kelahiran Jakarta pada 1963 yang memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi makro, perbankan, dan kebijakan publik . Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) dan melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat, dengan meraih gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Regional Science.
Perjalanan karier Destry dimulai sebagai ekonom di Citibank Indonesia (1997-2000), kemudian menjadi Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia (2000-2003) . Ia pernah menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005-2011) dan Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011-2015).
Destry juga memiliki pengalaman di sektor pemerintahan sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN (2014-2015) dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015-2019.
Ia resmi menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sejak 2019 dan kembali dipercaya untuk periode 2024-2029 . Destry juga sempat menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006.
(*/fvs)




