Harga Daging Sapi Tembus Rp143.737 per Kg, di Atas Harga Acuan! Mendag Desak Importir Percepat Realisasi Impor, Biaya Logistik Jadi Pemicu

Jakarta, ElrolumNews — Harga daging sapi di pasaran terus merangkak naik. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga rata-rata daging sapi secara nasional pada pekan pertama Agustus 2026 telah mencapai Rp143.737 per kilogram, angka ini berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp140.000 per kg.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut kenaikan ini perlu menjadi perhatian serius. Meskipun jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hanya 56 daerah, secara rata-rata nasional harga telah melampaui batas acuan.

Di sejumlah daerah, harga daging sapi bahkan melonjak jauh lebih tinggi. BPS mencatat beberapa wilayah dengan harga di atas HAP sekaligus masih mengalami kenaikan IPH, antara lain:

DaerahHarga per KgSelisih dari HAP
Kabupaten Kubu Raya, KalbarRp165.00017,86% lebih tinggi
Kabupaten Melawi, KalbarRp180.00028,6% lebih tinggi
Kabupaten Kutai Kartanegara, KaltimRp157.33312,38% lebih tinggi
Kota Sungai Penuh, JambiRp149.0006,43% lebih tinggi

Bahkan, di sejumlah kabupaten seperti Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, dan Nabire, harga daging sapi telah menembus level Rp200.000 per kilogram.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh dua faktor utama: meningkatnya biaya logistik akibat kenaikan harga minyak dunia, serta realisasi impor daging sapi yang masih rendah.

Budi mengungkapkan bahwa realisasi impor daging sapi hingga saat ini baru mencapai sekitar 40 persen dari total kuota impor yang telah diberikan pemerintah melalui mekanisme neraca komoditas.

“Realisasinya sekarang masih di bawah 50 persen, rata-rata sekitar 40 persen,” kata Budi di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).

Pemerintah telah memberikan kuota impor sebanyak 30.000 ton untuk sektor swasta dan 250.000 ton untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Salah satu kendala utama yang dihadapi importir adalah melonjaknya biaya logistik. Budi menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dunia berdampak langsung pada biaya transportasi kapal yang digunakan untuk mengangkut daging impor ke Indonesia.

“Memang salah satunya faktor biaya impor yang naik. Jadi sekarang sebagian (importir) lagi nyari produk daging sapi yang tentu biayanya enggak terlalu mahal,” ujar Budi dalam konferensi pers di Kemendag, Rabu (12/8/2026).

Pemerintah telah meminta importir untuk segera merealisasikan kuota impor yang telah diperoleh. Budi menegaskan bahwa izin impor telah dikeluarkan dan importir diminta untuk mencari supplier dari luar negeri dengan harga yang lebih kompetitif.

“Kami meminta para importir segera mencari sumber atau supplier di luar negeri dengan harga yang lebih baik, sehingga bisa menekan harga-harga yang ada di dalam negeri,” jelasnya.

Selama ini, Australia menjadi pemasok utama daging sapi impor Indonesia. Namun, pemerintah membuka peluang bagi importir untuk mencari alternatif dari negara lain guna menekan biaya transportasi. Selain daging sapi, pemerintah juga mendorong realisasi impor daging kerbau yang dinilai lebih murah dan memiliki kuota tersendiri, meskipun realisasinya juga masih rendah.

Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) mengungkapkan bahwa pasokan sapi potong lokal baru mampu memenuhi sekitar 30–40 persen dari kebutuhan nasional, sehingga ketergantungan pada impor masih sangat tinggi. Populasi sapi lokal terus menurun sejak 2022 akibat berbagai faktor, termasuk penyakit dan perubahan pola penjualan ternak.

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

KAI Group buka rekrutmen eksternal 2026 untuk lulusan SLTA D3 S1 daftar di karier.kai.id gratis

KAI Group Buka Rekrutmen Eksternal 2026! Ribuan Formasi untuk...

Jakarta, ElrolumNews — PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama KAI Group resmi membuka Rekrutmen Eksternal tahun 2026 mulai...
DPR sahkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dan dua deputi gubernur bar

DPR Sahkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Definitif! Aida...

Jakarta, ElrolumNews — Rapat Paripurna DPR RI Ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 yang dipimpin Ketua DPR...

Danantara Sumberdaya Indonesia Targetkan Optimalisasi Ekspor Rp88,4 Triliun per...

Jakarta, ElrolumNews — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi diluncurkan sebagai babak baru tata kelola ekspor komoditas sumber...

More

Recomended

Read More