Jakarta, ElrolumNews — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua kawasan wisata favorit di Jawa: Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Alun-alun Suryakencana Gunung Gede . Kondisi ini memaksa penutupan sementara aktivitas pendakian demi keselamatan pengunjung dan upaya pemadaman.
Kebakaran di Taman Nasional Bromo mulai terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Bantengan, Probolinggo . Hingga Jumat (7/8), api telah meluas dan menghanguskan lahan sekitar 127 hektare.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan sebagian besar area yang terbakar berada di Kabupaten Probolinggo, sisanya di Kabupaten Malang . “Dari perhitungan kami ada sekitar 120 hektare yang terbakar. Sebagian besar di Probolinggo dan sisanya di Kabupaten Malang,” ujarnya.
Rudijanta menduga kebakaran bukan disebabkan oleh faktor alam, melainkan aktivitas manusia yang melintas di jalur tembusan (trabasan) antara Desa Arjosari dan Ranu Pani.
“Kemungkinan faktor manusia, bukan alam. Karena di titik awal api itu di puncak tebing Bantengan, di sana ada jalur tradisional (tembusan) yang menghubungkan Desa Arjosari dan Ranu Pani,” ujar Rudijanta saat ditemui di lokasi kebakaran, Jumat (7/8/2026).
Ia menduga ada orang yang menyalakan api untuk menghangatkan tubuh saat kondisi suhu dingin, kemudian meninggalkannya sebelum api benar-benar padam . Dugaan ini masih bersifat sementara karena seluruh personel masih fokus pada pemadaman.
Kebakaran di Gunung Gede terjadi pada Kamis, 6 Agustus 2026, sekitar pukul 15.00 WIB di Alun-alun Suryakencana, Cianjur . Api berhasil dipadamkan setelah tiga jam pemadaman oleh belasan relawan dan puluhan warga.
“Informasi kebakaran terjadi pada pukul 15.00 WIB. Yang terbakar lahan di kawasan barat Alun-alun Suryakencana, mendekati Gunung Gumuruh,” ujar staf Gede Pangrango Operation, Dudan Darmawan.
Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) resmi menutup sementara seluruh jalur pendakian selama 5 hari, 7-11 Agustus 2026 . Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pemulihan kawasan dan menjamin keselamatan pendaki.
Calon pendaki yang telah melakukan registrasi akan mendapatkan pengembalian dana (refund) melalui mekanisme resmi BBTNGGP . “Untuk proses pengajuan refund calon pendaki yang sudah melakukan pemesanan pendakian pada tanggal sesuai, akan dikirimkan link pengajuan refund melalui WhatsApp resmi Balai Besar,” kata Humas BBTNGGP, Agus Deni.
Taman Nasional Bromo ditutup untuk pengunjung hingga waktu yang belum ditentukan . Penutupan diberlakukan karena jalur wisata menjadi akses utama mobilisasi pemadaman dan pengiriman peralatan, serta demi keselamatan pengunjung.
Untuk mempercepat pemadaman, pemerintah mengerahkan dua helikopter water bombing. Satu helikopter berasal dari TNI Angkatan Laut dan satu lainnya dari BNPB.
“Benar, rencananya ada dua helikopter. Yang pertama dari TNI AL atas permintaan Ibu Gubernur. Yang kedua dari BNPB yang saat ini sedang dalam perjalanan dari Banjarmasin menuju Surabaya,” jelas Rudijanta.
Namun, operasi pemadaman menghadapi tantangan berat. Medan berupa tebing curam dan lereng pegunungan menyebabkan banyak titik api tidak dapat dijangkau petugas darat . Operasi helikopter juga terkendala kondisi angin kencang di lokasi pengambilan air .
Selain helikopter, BPBD Jawa Timur mengerahkan drone water spray berkapasitas 150 liter air untuk membantu pemadaman dari udara.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman karhutla yang berpotensi terjadi di musim kemarau.
“Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas, pemerintah siap melindungi warga negara kita dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Negara hadir untuk mencegah kebakaran hutan,” kata Raja Antoni.
Ia mengingatkan karhutla tidak hanya merusak hutan, tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat, memicu ISPA, meliburkan sekolah, menghambat aktivitas ekonomi hingga mengganggu operasional bandara. “Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.
BMKG sebelumnya telah memperingatkan bahwa dampak El Nino yang semakin menguat berpotensi memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia . Dampak musim kemarau mulai terlihat dengan adanya kekeringan di Jawa Tengah dan peningkatan jumlah titik panas di berbagai daerah .
Menurut Kementerian Kehutanan, lebih dari 107.000 hektare lahan terbakar di Indonesia antara Januari hingga Juni 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan luas kebakaran hutan pada 2023.
(fvs)





