Kupang, ELrolumnews — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total gempa susulan di Flores, Nusa Tenggara Timur, telah mencapai 15.156 kali hingga Minggu (13/9/2026). Rangkaian gempa susulan ini berasal dari gempa utama M7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 .
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyatakan bahwa gempa susulan masih terus terjadi meskipun intensitasnya cenderung menurun.
“Hingga hari ini, total gempa susulan mencapai 15.156 kali. Meskipun jumlahnya masih bertambah, magnitudonya cenderung mengecil dan frekuensinya semakin jarang,” ujar Arief .
Hari ini, sekitar pukul 11.14 WIB, gempa susulan berkekuatan M4,7 kembali mengguncang wilayah Nagekeo dan Manggarai. Pusat gempa berada di laut, 48 kilometer timur laut Nagekeo, pada kedalaman 6 kilometer .
“Gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Flores. Tidak berpotensi tsunami,” tegas Arief .
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa .
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, namun tidak perlu panik. Ikuti informasi resmi dari BMKG,” pungkas Arief .
(fvs)





